Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Pemerintah memastikan harga Pertalite dan Solar subsidi tetap stabil untuk melindungi daya beli masyarakat, sambil mendorong transisi energi dengan biodiesel B50.

(Bisnis.Com) 17/06/26 15:05 252189

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar subsidi, tidak akan mengalami kenaikan meskipun dinamika harga minyak dunia masih berfluktuasi akibat kondisi geopolitik global.

Juru Bicara sekaligus Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.

"Namun sesuai arahan Presiden kepada Pak Menteri juga, untuk BBM subsidi, Pertalite dan juga Solar subsidi, ini dipastikan tidak mengalami kenaikan," kata Dwi dalam keterangan pers di Gedung Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (17/6/2026).

Menurut Dwi, pemerintah memandang stabilitas harga BBM subsidi sebagai instrumen penting untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi yang dapat muncul akibat kenaikan harga energi.

"Tujuannya untuk memproteksi masyarakat di kelas paling bawah, masyarakat rentan, memproteksi masyarakat miskin, dan juga menjaga daya beli masyarakat sehingga dijamin untuk BBM subsidi ini tidak naik," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah terus melanjutkan program transisi energi melalui implementasi biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Dwi menjelaskan, kebijakan pencampuran solar dengan 50 persen biodiesel berbahan baku sawit itu diyakini akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional.

Sebagai gambaran, ia menyebut implementasi mandatori B40 sepanjang 2025 telah memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi kebutuhan impor bahan bakar sekaligus memperkuat neraca perdagangan Indonesia.

"Kalau kita berbicara di tahun lalu, di 2025, dengan implementasi B40 saja kita sudah bisa berhasil melakukan penghematan devisa sebesar Rp133 triliun," katanya.

Penghematan devisa tersebut berasal dari berkurangnya impor solar karena sebagian kebutuhan bahan bakar dapat digantikan oleh biodiesel yang diproduksi dari bahan baku domestik. Dengan peningkatan campuran menjadi B50, pemerintah berharap manfaat ekonomi yang diperoleh dapat semakin besar

Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, implementasi B50 juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan nilai tambah industri sawit, serta mendukung target pengurangan emisi dan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pemerintah optimistis kombinasi antara menjaga stabilitas harga BBM subsidi dan memperluas penggunaan biodiesel domestik akan menjadi strategi penting dalam menghadapi ketidakpastian pasar energi global sekaligus menjaga daya tahan ekonomi nasional.

#pertalite #solar-subsidi #harga-pertalite #harga-solar-subsidi #bbm-subsidi #harga-bbm #kebijakan-bbm #daya-beli-masyarakat #transisi-energi #biodiesel-b50 #implementasi-biodiesel #energi-impor #ketah

https://kabar24.bisnis.com/read/20260617/15/1981324/pemerintah-pastikan-harga-pertalite-dan-solar-subsidi-tetap