Gubernur Andra minta dunia usaha utamakan tenaga kerja asal Banten
Gubernur Banten Andra Soni meminta dunia usaha di wilayahnya mengutamakan tenaga kerja lokal untuk mengisi kesempatan bekerja di industrinya.Hal ini ...
(Antara) 18/06/26 16:33 253550
Serang, Banten (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni meminta dunia usaha di wilayahnya mengutamakan tenaga kerja lokal untuk mengisi kesempatan bekerja di industrinya.
Hal ini disampaikan Andra Soni saat Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tentang Sinergi Penyiapan Pekerja Migran Indonesia antara Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI/BP2MI) dengan Pemerintah Provinsi Banten, PT Krakatau Steel (KS), dan IKA Untirta di SMK YPKS Cilegon, Jalan Kota Bumi, Kota Cilegon, Banten, Senin (15/6/2026).
Andra, dalam keterangan resminya yang diterima di Serang, Banten, Kamis, menyampaikan apresiasi kepada Krakatau Steel yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan kerja.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas SMK YPKS yang memberikan keterampilan dan keahlian bagi pelajar.
"Saya berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Krakatau Steel yang mempersiapkan anak-anak kita, warga Banten yang sehari-hari akan mengisi lowongan pekerjaan di industri-industri yang ada di Provinsi Banten," katanya.
Andra menerangkan Provinsi Banten menjadi salah satu tujuan pencari kerja dari seluruh Indonesia.
Data statistik menunjukkan setiap tahun, penduduk Banten meningkat dengan kedatangan para pencari kerja.
"Tantangan kita adalah bagaimana membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya. Dengan niat kita menata kembali pertumbuhan, kita menata kembali ekonomi kita," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT KS Muhamad Akbar mengatakan untuk program manufaktur dan welding, KS memiliki skema ataupun sistem talent pool untuk proses penerimaan tenaga kerja.
KS juga membangun ekosistem yang dapat dikerjasamakan dengan kementerian dan lembaga.
Ekosistem yang ada misalnya pusdiklat training center yang memang bertemakan manufaktur, dan juga pabrik yang terbuka dengan kementerian dan masyarakat.
"Ini untuk menampung para lulusan SMK, SMA umum, untuk bisa kita latih bersama Kementerian dengan program tadi, supaya ada value added bagi generasi penerus, mempunyai nilai tambah pada saat penempatan di luar negeri dengan penghasilan yang seharusnya jauh lebih tinggi," ujarnya.
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto mengatakan kerja sama ini mengintegrasikan antara Pemprov Banten, perguruan tinggi, SMK, dan PT KS.
Tujuannya adalah mencipta pekerja yang memiliki kemampuan dan siap ditempatkan di mana saja.
"Jadi, kita menuju satu era skill worker, pekerja migran kita, yang mana kita punya adik-adik yang produktif dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan di lintas negara," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Septo Kalnadi mendukung langkah tersebut sebagai salah satu upaya dalam mengatasi masalah pengangguran.
Namun demikian, ia juga berharap tenaga kerja yang masuk ke dunia usaha atau industri harus benar-benar profesional sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
"Yang kita inginkan tentu jangan sampai ada diskriminatif, juga memberi kesempatan kepada semua orang yang sesuai dengan kualifikasinya," kata Septo.
Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
#andra-soni #pemprov-banten #dunia-usaha #tenaga-kerja #krakatau-steel #untirta