Malaysia Kantongi Jaminan Pasokan Energi dari Rusia 20 Tahun

Malaysia Kantongi Jaminan Pasokan Energi dari Rusia 20 Tahun

Anwar Ibrahim menyebut Putin menjamin pasokan minyak, gas, dan diesel bagi Malaysia hingga 20 tahun ke depan.

(Kompas.com) 25/06/26 13:56 259505

KOMPAS.com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Rusia, Vladimir Putin telah memberikan jaminan pasokan minyak, gas, dan diesel bagi Malaysia dalam jangka panjang, bahkan hingga 20 tahun ke depan.

Komitmen tersebut diperoleh Anwar saat menggelar pertemuan dengan Putin dalam rangkaian kunjungannya ke Rusia pada pertengahan Juni 2026.

Menurut Anwar, kepastian pasokan energi menjadi salah satu isu utama yang ia angkat dalam pembicaraan tersebut.

"Saya meminta jaminan pasokan minyak, gas, dan diesel agar rakyat Malaysia tidak terdampak jika terjadi gangguan pasokan pada masa depan," kata Anwar, dikutip dari Channel News Asia (CNA), Kamis (25/6/2026).

Ia mengatakan Putin menyetujui pengaturan pasokan energi jangka panjang untuk Malaysia.

"Presiden Putin memberikan jaminan melalui pengaturan jangka panjang bahwa pasokan minyak, gas, dan diesel Malaysia akan tetap aman setidaknya selama 20 tahun ke depan," ujar Anwar.

Pernyataan itu disampaikan Anwar setelah kembali dari kunjungan kerja ke Rusia dan Turkmenistan.

Bahas Ketahanan Energi dan Kerja Sama Strategis

Menurut Anwar, pembahasannya dengan Putin tidak hanya mencakup pasokan energi, tetapi juga kerja sama di bidang minyak, teknologi baru, serta berbagai peluang kolaborasi strategis lainnya.

Dilansir dari The Star dan CNA, Anwar menilai jaminan pasokan energi dari Rusia menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi Malaysia di tengah ketidakpastian global.

Komitmen tersebut juga muncul ketika sejumlah negara berupaya mengamankan sumber energi jangka panjang guna mengantisipasi gejolak pasokan dan harga energi dunia.

phys Wilayah Laut Utara dipenuhi dengan ladang minyak dan gas yang telah habis

Petronas Perluas Investasi di Turkmenistan

Selain bertemu Putin, Anwar juga melakukan kunjungan resmi ke Turkmenistan, yang dikenal sebagai salah satu produsen gas alam terbesar di dunia.

Menurut laporan The Straits Times, pembicaraan dengan pemerintah Turkmenistan membuka peluang kerja sama energi yang lebih luas antara kedua negara, terutama melalui perusahaan energi nasional Malaysia, Petronas.

Dalam kunjungan tersebut, Petronas menandatangani sejumlah perjanjian yang disaksikan langsung oleh Anwar dan Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedov.

Kesepakatan itu mencakup pengembangan dua blok gas besar serta kerja sama studi seismik untuk blok lepas pantai di wilayah utara Turkmenistan.

Petronas menjelaskan bahwa anak usahanya, Petronas Carigali (Turkmenistan) Sdn Bhd, akan memperluas operasinya di Laut Kaspia melalui perjanjian pembagian produksi yang mencakup blok lepas pantai 19 dan 20.

Perjanjian tersebut ditandatangani bersama perusahaan energi milik negara Turkmenistan, Turkmennebit dan Hazarnebit.

Selain itu, Petronas juga menandatangani perjanjian kerja sama untuk studi seismik dua dimensi di blok lepas pantai utara.

Perusahaan energi Malaysia itu telah beroperasi di Turkmenistan selama sekitar 30 tahun. Sejak 1996, Petronas mengembangkan Blok 1 di sektor Turkmenistan di Laut Kaspia melalui skema pembagian produksi.

Perkuat Ketahanan Energi Jangka Panjang

Anwar mengatakan upaya mengamankan pasokan energi masa depan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melindungi kepentingan generasi mendatang sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia menilai perkembangan kerja sama dengan Rusia dan Turkmenistan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi Malaysia selama beberapa dekade ke depan.

Menurut Anwar, pasokan energi yang terjamin tidak hanya penting bagi kebutuhan domestik, tetapi juga dapat mendukung ekspor ke negara-negara mitra yang memiliki permintaan energi tinggi, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Anwar juga menyoroti meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap Malaysia. Menurut dia, stabilitas politik, kejelasan arah ekonomi, dan semangat persatuan nasional telah memperkuat posisi negara tersebut dalam menjalin kerja sama strategis, termasuk di sektor energi.

Melalui komitmen pasokan energi dari Rusia dan perluasan kerja sama Petronas di Turkmenistan, Malaysia berupaya memperkokoh ketahanan energinya sekaligus menjaga ketersediaan pasokan bagi kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor pada masa mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#vladimir-putin #minyak-dan-gas #anwar-ibrahim #pm-malaysia #minyak-rusia #pasokan-energi

https://money.kompas.com/read/2026/06/25/135629826/malaysia-kantongi-jaminan-pasokan-energi-dari-rusia-20-tahun