Menko AHY: Industri Gojek, Grab, dan Maxim Sumbang Rp565 Triliun ke PDB Indonesia

Menko AHY: Industri Gojek, Grab, dan Maxim Sumbang Rp565 Triliun ke PDB Indonesia

Industri ojek online menyumbang Rp565 triliun ke PDB Indonesia, mempekerjakan 3 juta mitra, dan mendukung UMKM serta ekonomi digital, kata Menko AHY.

(Bisnis.Com) 30/06/26 05:04 263227

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi kontribusi industri ride hailing atau ojek online (ojol) yang menyumbang lebih dari Rp565 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Gojek, Grab, dan Maxim menjadi pemain besar dalam industri tersebut saat ini.

AHY mengatakan, berdasarkan survei tahun 2026 yang dilakukan INDEF dan Paramadina Public Policy Institute, industri ojek online secara keseluruhan mempekerjakan hampir 3 juta mitra pengemudi. Selain itu, sektor ini juga menciptakan sekitar 2,6 juta lapangan kerja turunan dalam ekosistem ekonomi digital.

“Dan menyumbang lebih dari Rp565 triliun rupiah luntuk PDB, untuk ekonomi Indonesia. Nah, tentu kita ingin ini bisa kita kawal dan terus ditingkatkan. Setuju?” kata AHY dalam acara Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dia menuturkan pemerintah memiliki kewajiban melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun perekonomian yang semakin maju dan menyejahterakan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu menjalin kedekatan dengan seluruh sektor, termasuk sektor transportasi yang mampu membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

AHY juga menyampaikan apresiasi kepada industri ojol yang dinilai telah menciptakan lapangan kerja, menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Karena ada ojol, karena ada Grab Indonesia, UMKM kita tumbuh dan berkembang di mana-mana. Dan mendorong ekonomi digital,” kata AHY.

Dia menambahkan penggunaan aplikasi transportasi daring turut mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan ekonomi digital.

“Untuk ini semua, terima kasih sekali lagi kepada industri ojol,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, AHY juga mengapresiasi Grab Indonesia yang menargetkan penambahan armada sebanyak 42.000 pada akhir tahun. Dia memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik.

Menurutnya, pemerintah telah memberikan berbagai insentif fiskal, mulai dari pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sesuai tingkat komponen dalam negeri (TKDN), insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), hingga pengurangan atau pembebasan pajak kendaraan bermotor serta bea balik nama kendaraan bermotor.

Selain insentif fiskal, pemerintah juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik agar industri tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kita ingin menarik investor dari mana pun, dari dalam dan luar negeri, membangun industri kendaraan bermotor listrik. Nah ini semua harus dipastikan benar-benar menjadi daya tarik,” kata AHY.

Dia menambahkan pemerintah juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan industri baterai yang memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia, termasuk nikel.

Di sisi lain, pemerintah terus meningkatkan jumlah dan pemerataan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini, keberadaan SPKLU masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi ke depan pemerintah akan memperluas pembangunan fasilitas tersebut di berbagai ruas jalan agar mampu mendukung percepatan pengembangan industri kendaraan listrik secara nasional.

#ojek-online #industri-ojol #kontribusi-pdb #ekonomi-digital #lapangan-kerja-ojol #ride-hailing-indonesia #ahy-ojek-online #gojek-grab-maxim #transportasi-daring #umkm-dan-ojol #ekonomi-indonesia #kend

https://teknologi.bisnis.com/read/20260630/266/1984262/menko-ahy-industri-gojek-grab-dan-maxim-sumbang-rp565-triliun-ke-pdb-indonesia