Komisi VI DPR Tunda Rapat Penyelamatan Industri Baja & Krakatau Steel (KRAS)
Komisi VI DPR RI menunda rapat penyelamatan industri baja nasional, sehingga pembahasan strategis terkait Krakatau Steel dianggap tidak dapat dilanjutkan.
(Bisnis.Com) 10/11/25 14:09 33774
Bisnis.com, JAKARTA — Komisi VI DPR RI menunda rapat kerja terkait dengan evaluasi penyelamatan industri baja nasional pada Senin (10/11/2025).
Komisi VI sebelumnya menjadwalkan rapat kerja dan rapat dengar pendapat (RDP) pada pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan lima pihak, yaitu Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Kepala Badan Standardisasi Nasional, CEO Danantara Indonesia, dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS).
Agenda itu berlangsung guna membahas penyelamatan industri baja, sebagai tindak lanjut RDP dengan Direktur Utama KRAS pada 30 September 2025.
Namun, setelah diskusi berjalan, mayoritas anggota Komisi VI menilai pembahasan tidak dapat dilanjutkan karena pejabat pengambil keputusan utama dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak hadir.
Anggota Komisi VI Herman Khaeron menyampaikan rapat menjadi tidak representatif untuk membahas kebijakan strategis. Menurutnya, kehadiran pejabat setingkat direktur jenderal dan staf ahli tidak cukup untuk menjawab isu fundamental penyelamatan industri baja, termasuk masa depan Krakatau Steel.
“Kalau hanya informatif, tidak akan menghasilkan keputusan terbaik,” ujarnya di sela-sela rapat kerja dan RDP, Senin (10/11/2025).
Wakil Ketua Komisi VI Nurdin Halid juga meminta rapat ditunda hingga Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso hadir. Dia menegaskan persoalan industri baja membutuhkan arah kebijakan jelas dan komitmen lintas kementerian.
Alhasil, Ketua Komisi VI Anggia Ermarini menutup rapat sembari menyampaikan kekecewaannya, mengingat anggota telah hadir. Komisi VI pun menerima penjelasan Kementerian Perindustrian, tetapi rapat resmi ditunda.
“Rapat kami tutup dan akan dijadwalkan ulang untuk pembahasan penyelamatan industri baja nasional,” pungkas Anggia.
RENCANA PENYELAMATAN KRAKATAU STEEL
Sementara itu, dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Danantara Indonesia memastikan pembenahan Krakatau Steel akan terus berjalan guna memperkuat posisi perusahaan sebagai produsen baja nasional yang kompetitif.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyatakan bahwa pembenahan di tubuh Krakatau Steel perlu dilakukan secara menyeluruh guna meningkatkan kinerja operasional, sekaligus menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan bagi perseroan.
“Krakatau Steel akan segera finalisasi. Bongkar habis, tidak pernah untung, tidak pernah bagus, tidak pernah efisien. Dia punya banyak persoalan dari investasi,” ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Padahal, KRAS dinilai memiliki potensi signifikan di industri baja berkat fasilitas produksi yang lengkap dari hulu ke hilir, termasuk unit pengolahan air, pembangkit listrik, dan pelabuhan yang mendukung distribusi skala besar.
“Itu pelabuhan paling dalam di Indonesia. Jadi kapal yang sangat besar bisa sandar. Itu enggak dimiliki bahkan di Indonesia tempat lain,” ucap Rohan.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menuturkan bahwa penyelamatan Krakatau Steel akan dilakukan dalam waktu dekat, mengingat adanya persoalan utang yang membayangi perseroan.
“[Ada] penyelesaian problematika di Krakatau Steel. Ini juga masalah, lihat bukunya dan ini punya problem juga,” pungkas Dony saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/9/2025).
Dalam perkembangan lain, Krakatau Steel juga telah meminta bantuan Danantara untuk menginjeksi modal US$500 juta atau sekitar Rp8,3 triliun. Bantuan ini nantinya berstatus pinjaman alias shareholder loan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Krakatau Steel, Daniel Fitzgerald Liman, mengungkapkan bahwa pengajuan bantuan modal telah dilakukan sejak Juni 2025 dan diharapkan dapat terealisasi sebelum akhir tahun.
“Harapan kami dana segar ini segera cair sebelum Desember 2025, sehingga pada tahun depan kami bisa meningkatkan produktivitas pabrik,” ujar Daniel.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#industri-baja #krakatau-steel #komisi-vi-dpr #rapat-penyelamatan #menteri-perdagangan #menteri-perindustrian #danantara-indonesia #evaluasi-industri-baja #penyelamatan-kras #kebijakan-strategis-baja #n-a