Daya Beli Masyarakat Membayangi Penyerapan Sukuk Tabungan ST015

Daya Beli Masyarakat Membayangi Penyerapan Sukuk Tabungan ST015

Penyerapan Sukuk Tabungan ST015 terhambat daya beli lemah, meski menawarkan kupon mengambang. Investor mungkin beralih ke aset berisiko seperti saham.

(Bisnis.Com) 10/11/25 19:11 34233

Bisnis.com, JAKARTA – Penyerapan produk SBN Ritel seri ST015 disebut-sebut mendapat tantangan dari daya beli masyarakat yang masih lemah pada akhir tahun ini. Adapun, ST015 menarik perhatian dengan menawarkan kupon mengambang saat likuiditas domestik berlimpah.

Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen Putri Nur Astiwi mengatakan ada sejumlah katalis mendorong penyerapan pasar terhadap produk ini, seperti kupon mengambang hingga likuiditas domestik yang positif.

Namun demikian, daya beli masyarakat yang masih lesu dinilai menjadi salah satu tantangan terhadap produk surat utang ritel dari pemerintah kali ini. Belum lagi, ST015 menawarkan tingkat imbal hasil terendah sepanjang penerbitan SBN Ritel 2025.

Berdasarkan catatan Bisnis, sejumlah penerbitan SBN Ritel sebelumnya masih belum mampu mencatatkan penyerapan pasar yang maksimal. Hal itu seiring dengan rendahnya kupon yang ditawarkan produk tersebut.

SBR014 misalnya, saat suku bunga BI sebesar 5,50%, produk ini hanya mampu menyerap Rp14,91 triliun dari target Rp15 triliun. Begitu juga dengan SR023 yang diterbitkan pada saat suku bunga sebesar 5,00%, hanya mampu menyerap Rp18,73 triliun dari target dana terhimpun Rp20 triliun.

“Lesunya daya beli dan konsumsi domestik bisa menjadi tantangan, ditambah bisa jadi minat investor mulai tersegmentasi ke aset lain,” katanya ketika dihubungi Bisnis, Senin (10/11/2025).

Belum lagi, Putri menilai bahwa sifat ST015 yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder juga diprediksi menjadi salah satu penahan laju serapan pasar terhadap produk ini. ST015 memiliki fiturearly redemptionsebesar 50% sebelum periode jatuh tempo masing-masing tenor ST015.

Senada,Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana, menilai bahwa di tengah kondisi makroekonomi domestik yang kian membaik, terdapat potensi alokasi aset investor ke sarana investasi yang lebih memiliki risiko, seperti pasar saham maupun obligasi korporasi.

“Sentimen negatifnya, karena memang kupon ini yang paling kecil, mungkin akan menurunkan sedikit minat sih. Lalu, ekonomi kita kan sudah mulai dikatakan ada perbaikan, jadi mungkin ada investor yang mengalihkan portofolionya ke aset yang berisiko, seperti saham ataucorporate bonds,” katanya, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, potensi tersebut terbuka lantaran euforia pasar saham yang kian positif belakangan. Dia memprediksi, investor akan turut mengalokasikan dananya ke pasar saham untuk mendapatkancapital gainyang lebih besar dibandingkan pada aset minim risiko.

Meskipun begitu, kedua analis sepakat ihwal potensi penyerapan ST015 ke depan. Fikri, misalnya, memprediksi ST015 akan mampu meraup dana segar sekitar Rp15 triliun melalui penerbitan yang berlangsung kurang dari 30 hari ini. Hal ini berarti, Fikri memprediksi penerbitan ST015 akan mencatatkanoversubscribeddari target Rp10 triliun oleh pemerintah.

Pasalnya, fitur imbal hasilfloating with floordinilai mampu memberikan keuntungan bagi investor ritel di tengah ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan. Fikri memprediksi, pada Desember 2025, BI akan memangkas suku bunga. Bahkan, tren penurunan suku bunga diprediksi bakal berlanjut hingga 2027. Dengan begitu, imbal hasil yang ditawarkan ST015 akan menjadi yang terbesar.

“Karena ada ekspektasi penurunan suku bunga BI dan The Fed, sehingga pada saat ada pemangkasan suku bunga. Karena adafloating,saya pikir mungkin ini kupon yang tertinggi dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.

Adapun untuk diketahui, penerbitan ST015 akan berlangsung pada periode 10 November–3 Desember 2025. ST015 memiliki dua tenor, yaitu ST015T2 dan ST015T4. Tenor pendek, dua tahun, memberikan imbal hasil 5,2% dan tenor panjang selama empat tahun, memberikan imbal hasil 5,45% per tahun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#st015 #daya-beli-masyarakat #penyerapan-sukuk-tabungan #kupon-mengambang #likuiditas-domestik #surat-utang-ritel #imbal-hasil-terendah #penerbitan-sbn-ritel #suku-bunga-bi #minat-investor #pasar-sekun

https://market.bisnis.com/read/20251110/92/1927675/daya-beli-masyarakat-membayangi-penyerapan-sukuk-tabungan-st015