Sido Muncul (SIDO) Pacu Ekspor, Bidik Pertumbuhan 15–17% dalam 5 Tahun

Sido Muncul (SIDO) Pacu Ekspor, Bidik Pertumbuhan 15–17% dalam 5 Tahun

Sido Muncul (SIDO) menargetkan k kontribusi ekspor mencapai 15-17% dari total penjualan dalam 3-5 tahun ke depan, dengan fokus pasar Asia dan Afrika.

(Bisnis.Com) 11/11/25 13:36 35053

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) menargetkan kontribusi ekspor terhadap pendapatan perseroan bertumbuh tiap tahunnya. Hal itu seiring dengan realisasi penjualan yang solid di sejumlah negara Asia.

Direktur Sido Muncul Budiyanto, menerangkan bahwa sepanjang sembilan bulan 2025, kontribusi pasar ekspor SIDO terhadap pendapatan sebesar 9,7%. Angka tersebut naik cukup signifikan dibandingkan realisasi tahun penuh 2024 sebesar 6,8%. Realisasi 2024 juga jauh lebih rendah dibandingkan target kontribusi ekspor perseroan pada 2025 sebesar 10% terhadap total pendapatan.

“Kami masih menerobos pasar-pasar ekspor untuk dikembangkan ke arah 15–17% dari total penjualan dalam 3–5 tahun ke depan,” kata Budiyanto dalam acara Investalk BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (11/11/2025).

Adapun untuk saat ini, SIDO telah menjangkau sekitar 30 negara melalui berbagai produk perseroan. Negara-negara tersebut tersebar dari Asia hingga Afrika. Di Malaysia, Sido Muncul berfokus pada ekspor Kuku Bima dan Tolak Angin. Malaysia menyumbang sebesar 4% dari total penjualan ekspor SIDO.

Selain itu, terdapat Filipina dan Nigeria yang menyumbangkan masing-masing 1-2% dari penjualan perseroan. Di Filipina, SIDO fokus pada penjualan Tolak Angin, sementara di Nigeria, produkenergy drinkmenjadi andalan perseroan.

Meskipun begitu, SIDO tidak menutup kemungkinan terhadap pembukaan pasar di negara-negara baru ke depan. Terutama di wilayah Indochina dan Afrika, yang dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi yang solid.

“Di pasar internasional, kami memperluas ke Afrika dan Indochina dengan kemitraan strategis dan pendekatan pemasaran lokal,” kata manajemen SIDO.

Selain berupaya memperluas pasar, SIDO juga berupaya untuk memperkuat penjualan di pasar ekspor melalui penerbitan produk baru yang sesuai dengan negara tujuan. Dengan begitu, SIDO cukup optimis untuk mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga 5% sepanjang 2025.

Adapun sepanjang sembilan bulan 2025,SIDO membukukan pendapatan senilai Rp2,72 triliun, tumbuh 3,89% YoY dibandingkan Rp2,62 triliun pada periode yang sama 2024.

Bertumbuhnya pendapatan SIDO sejalan dengan turut bertumbuhnya sejumlah segmen penjualan perseroan. Pada segmen jamu herbal dan suplemen misalnya, SIDO membukukan pendapatan senilai Rp1,60 triliun, naik 3,92% YoY dari posisi Rp1,54 triliun pada periode Januari–September 2024.

Begitu juga pada segmen makanan dan minuman, yang membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,39% YoY menjadi Rp1,02 triliun per September 2025. Hanya segmen farmasi yang membukukan penyusutan pendapatan sebesar 1,84% YoY menjadi hanya Rp93,53 miliar pada periode yang berakhir September 2025.

Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, SIDO akhirnya mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp818,54 miliar pada periode Januari–September 2025. Torehan laba bersih SIDO naik 5,19% YoY dari Rp778,11 miliar pada periode yang sama 2024.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#sido-muncul #kontribusi-ekspor #target-ekspor #pasar-ekspor #ekspor-asia #ekspor-afrika #ekspor-malaysia #ekspor-filipina #ekspor-nigeria #pertumbuhan-pendapatan #laba-bersih-sido #produk-baru-sido #p

https://market.bisnis.com/read/20251111/192/1927865/sido-muncul-sido-pacu-ekspor-bidik-pertumbuhan-15-17-dalam-5-tahun