Pembentukan KUB: BJTM Suntik Bank Lampung dan Bank Sultra Senilai Total Rp200 Miliar
Bank Jatim (BJTM) menyuntikkan modal ke Bank Lampung dan Bank Sultra untuk pembentukan KUB masing-masing Rp100 miliar.
(Bisnis.Com) 12/11/25 18:32 36707
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mengumumkan penyertaan modal kepada Bank Lampung dan Bank Sulawesi Tenggara (Bank Sultra).
Hal tersebut tertuang dalam keterbukaan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/11/2025), pelimpahan penyertaan modal BJTM kepada Bank Lampung dilaksanakan pada 11 November 2025.
"Bank Jatim telah melakukan pelimpahan penyertaan modal kepada Bank Lampung sebesar Rp100.000.000.000,00 [seratus miliar rupiah]," tulis manajemen Bank Jatim.
Sementara itu, penyertaan modal kepada Bank Sultra dilaksanakan pada 10 November 2025. Untuk Bank Sultra, nominal penyertaan modal sama dengan Bank Lampung, yaitu senilai Rp100 miliar.
Lebih lanjut, manajemen Bank Jatim menyampaikan dampak dari aksi tersebut antara lain adanya penambahan modal pada Bank Sultra dan Bank Lampung serta pencatatan laporan keuangan selanjutnya akan dilakukan konsolidasi.
Sebagai informasi, aksi penyertaan modal itu dilakukan dalam rangka pembentukan kelompok usaha bank (KUB) antara Bank Jatim dengan Bank Lampung dan Bank Sultra, sebagaimana dimaksud dalam POJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Penyertaan modal kepada Bank Lampung telah disetujui pemegang saham dalam RUPST Tahun Buku 2023, sedangkan untuk Bank Sultra pada RUPSLB Tahun 2024. Kedua aksi ini telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebelumnya, Bank Jatim telah melakukan pembelian saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) atau Bank Banten dengan nilai transaksi Rp742,82 juta pada 5 November 2025.
Dalam keterbukaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Jatim menyebutkan pembelian saham Bank Banten dilakukan dalam rangka penyertaan modal pembentukan KUB antara Bank Jatim dengan Bank Banten.
“Disampaikan pada 5 November 2025 Bank Jatim telah melakukan pembelian saham Bank Banten (BEKS),” tulis manajemen Bank Jatim, dikutip Minggu (9/11/2025).
Manajemen Bank Jatim menuturkan pembelian saham BEKS dilakukan di pasar reguler (secondary market) dengan harga Rp27 per saham. Total saham yang dibeli mencapai 275.119 lot atau 27.511.900 lembar senilai Rp742,82 juta.
Akibat transaksi ini, maka Bank Jatim kini menjadi salah satu pemegang saham Bank Banten. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Banten berencana melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 November 2025.
Setidaknya, akan ada dua agenda yang dibahas dalam rapat tersebut. Pertama, persetujuan penetapan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Kedua dan Bank Induk Kelompok Usaha Bank (KUB) Perseroan sesuai dengan amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Kedua, persetujuan atas rencana aksi pemulihan perseroan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Tak hanya itu, BJTM juga melakukan penyuntikan modal kepada Bank NTT senilai Rp100 miliar pada 30 September 2025 dan Bank NTB Syariah pada 15 Agustus 2024 dengan nilai yang sama. Dengan demikian, dalam rangka membentuk KUB, Bank Jatim melakukan penyertaan modal kepada 4 BPD senilai total Rp400 miliar dan pembelian saham Bank Banten senilai Rp742,82 juta.
Kinerja Bank Jatim
Bank Jatim mencatatkan laba bersih periode berjalan tercatat sebesar Rp1,148 triliun hingga kuartal III/2025. Labanya meningkat 23,51% dibandingkan Rp930,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan signifikan pada pendapatan bunga. Pendapatan bunga Bank Jatim hingga September 2025 mencapai Rp7,42 triliun, naik 28,36% dibandingkan Rp5,78 triliun pada kuartal III/2024.
Namun demikian, beban bunga juga ikut naik menjadi Rp2,32 triliun, meningkat 26,52% dari Rp1,83 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih Bank Jatim tumbuh 29,25% menjadi Rp5,1 triliun, dibandingkan Rp3,94 triliun pada September 2024.
Dari sisi kualitas aset, Bank Jatim mencatat beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp1,245 triliun, melonjak 80,64% dari Rp689,73 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, beban lainnya juga meningkat 15,72% menjadi Rp1,337 triliun dibandingkan Rp1,155 triliun di kuartal III/2024.
Meski demikian, pertumbuhan kredit tetap impresif. Total kredit yang diberikan Bank Jatim per September 2025 mencapai Rp80,25 triliun, naik 29,02% dibandingkan Rp62,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan itu, cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan juga naik 66,28% menjadi Rp2,7 triliun, dari sebelumnya Rp1,62 triliun pada September 2024.
#bank-jatim #penyertaan-modal #bank-lampung #bank-sultra #kelompok-usaha-bank #konsolidasi-bank-umum #bursa-efek-indonesia #otoritas-jasa-keuangan #bank-pembangunan-daerah #bank-banten #saham-bank-bant