Menakar Daya Tarik Saham Konsumer dalam Portofolio MI dan Reksa Dana

Menakar Daya Tarik Saham Konsumer dalam Portofolio MI dan Reksa Dana

Manajer investasi tetap selektif terhadap saham konsumer meski IKK naik, fokus pada fundamental dan valuasi emiten, bukan sekadar tren sektoral.

(Bisnis.Com) 12/11/25 18:56 36744

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah membaiknya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2025, manajer investasi (MI) menilai ruang penguatan bagi saham-saham konsumer memang terbuka, tetapi belum cukup untuk mengubah strategi investasi mereka secara signifikan. Sejumlah MI tetap selektif dengan fokus pada emiten berfundamental kuat dan valuasi menarik.

Meskipun begitu, data IKK yang positif, nyatanya tidak serta merta menarik minat manajer investasi (MI) untuk menjadikan saham-saham berbasis konsumer sebagai racikan reksa dana mereka.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto, menegaskan, dalam meracik reksadana saham maupun campuran, Panin tidak sekadar berspekulasi atas data positif yang mendukung sentimen terhadap suatu emiten. Melainkan, Panin lebih memperhatikan harga saham, kinerja fundamental perusahaan, hinggaoutlookperusahaan tersebut.

Dengan begitu, Rudiyanto menegaskan, strategi investasi yang dijalankan oleh Panin lebih melihat kinerja saham per saham, bukan sentimen sektoral suatu perusahaan.

“Terkadang antara outlook makro dan kinerja saham secara spesifik belum tentu sama. Strategi investasi Panin bukan sektoral, tapi lebih ke saham per saham secara individual. Terlepas dari outlook makro, kami lebih memperhatikan valuasi, laba bersih, dan outlook perusahaan ke depan,” tegas Rudiyanto saat dihubungi, Rabu (12/11/2025).

Sementara itu, Chief Investment Officer-Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia Samuel Kesuma, menjelaskan bahwa kendati pihaknya memiliki ketertarikan terhadap emiten konsumer dalam meracik reksadana, tetapi ketertarikan itu didasarkan pada sejumlah stimulus tunai yang digelontorkan oleh pemerintah belakangan, bukan sekadar data konsumen yang membaik.

Selain itu, berbagai kebijakan yang dinilai pro-pertumbuhan dan penurunan suku bunga, diharapkan mampu memperkuat daya beli yang berimbas pada perekonomian nasional.

“Namun, strategi kami tetap selektif, berfokus pada emiten konsumer dengan fundamental solid dan valuasi menarik, bukan sekadar mengikuti tren sektor,” katanya, Rabu (12/11/2025).

Sama seperti Panin, Samuel menegaskan bahwa pihaknya lebih memperhatikan kinerja saham per saham, ketimbang kinerja sektoral dalam meracik reksadana. Terutama yang berkaitan dengan kinerja fundamental emiten.

Terhadap sektor konsumer, Samuel menilai bahwa pelemahan daya beli masih menjadi tantangan yang serius bagi emiten konsumer. Meskipun begitu, asa membaiknya kinerja emiten konsumer dinilai masih terbuka, di tengah berbagai stimulus danoutlookperbaikan ekonomi.

“Pelemahan daya beli memang masih menjadi tantangan, tetapi outlook perbaikan ekonomi dan kebijakan fiskal memberi ruang bagi sektor consumer untuk tetap masuk dalam portofolio reksa dana saham, bersama sektor finansial,” katanya.

Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat IKK pada Oktober 2025 sebesar 121,2, naik 6,2 basis poin (bps) dari posisi 115 pada September 2025. Kenaikan ini mengakhiri penyusutan IKK yang terjadi dalam dua bulan sebelumnya secara beruntun.

Sebagai informasi, IKK menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan. IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga.

IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. Artinya indeks kepercayaan konsumen pada Oktober 2025 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#emiten-konsumer #reksadana-saham #manajer-investasi #indeks-keyakinan-konsumen #strategi-investasi #fundamental-emiten #valuasi-saham #daya-beli-konsumen #outlook-ekonomi #sektor-konsumer #stimulus-tu

https://market.bisnis.com/read/20251112/92/1928336/menakar-daya-tarik-saham-konsumer-dalam-portofolio-mi-dan-reksa-dana