Mendag Budi Bocorkan Cara Dagang di Pasar Tetap Laris

Mendag Budi Bocorkan Cara Dagang di Pasar Tetap Laris

Mendag Budi Santoso dorong pedagang pasar tradisional adopsi omnichannel, gabungkan penjualan luring dan daring, agar tetap relevan di era digital.

(Bisnis.Com) 14/11/25 14:16 39136

Bisnis.com, SURABAYA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pedagang di pasar rakyat untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia menekankan pentingnya penerapan konsep omnichannel, yaitu penjualan yang dilakukan secara luring dan daring secara bersamaan, agar pasar tradisional tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen.

Dirinya menjelaskan bahwa keberadaan pasar fisik masih dibutuhkan oleh sebagian masyarakat yang ingin melihat barang secara langsung sebelum membeli secara daring.

"Omnichannel itu berjualan fisik tetap ada, tapi online juga jalan. Karena apa namanya? Para pembeli itu kadang-kadang juga tetap pingin lihat [barang] secara fisik, pingin lihat barangnya. Nah, itu kita lakukan konsep omnichannel," ungkap Budi saat menghadiri Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) di Pasar Sememi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/11/2025) pagi.

Budi mengatakan bahwa saat ini muncul segmen konsumen yang lebih memilih berbelanja tanpa harus datang langsung ke pasar. Fenomena tersebut membuat sejumlah pasar di berbagai daerah tetap memiliki transaksi aktif meskipun secara fisik tampak sepi.

"Di beberapa tempat, kemarin di Bali juga sudah, di Jakarta, di Tomang itu. Di Tomang itu kelihatannya sepi, tapi transaksinya jalan terus karena yang datang bukan pembeli ya, bukan ibu-ibu rumah tangga atau bapak-bapak, bukan. Yang datang ojek-ojek karena sudah dapat pesanan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Perdagangan telah menggandeng sejumlah pihak, termasuk Google, untuk memberikan pelatihan penggunaan fitur-fitur digital bagi pedagang pasar. Salah satu platform yang didorong untuk dimanfaatkan adalah aplikasi WhatsApp.

"Kemarin kami juga kerja sama dengan dengan Google ya. Nanti akan mengajari. Misalnya, [berjualan] cukup dengan WhatsApp saja. WhatsApp itu banyak fiturnya, nanti akan kita ajari. Jadi, WhatsApp bisa menampilkan beberapa produk terus [pelanggan] bisa pesan dari situ. Walaupun kelihatan pasarnya sepi, tapi transaksinya tetap bertahan karena sebagian sudah pinginnya tidak datang ke pasar, pinginnya secara online," tegasnya.

Budi menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan pemerintah tidak bertujuan menghilangkan fungsi pasar fisik. Menurutnya, toko luring tetap menjadi tempat pengalaman (experience) bagi konsumen, sementara kanal digital memperkuat jangkauan penjualan.

"Jadi ini kemudian teknologi yang nanti akan kita ajarkan. Sehingga walaupun punya toko offline, tapi tetap juga bisa jualan secara online ya. Karena justru yang punya toko offline ini kadang-kadang jadi tempat experience, pengalaman para pedagang. Jadi kita jangan sampai ketinggalan, harus bisa melayani dengan QRIS, juga melayani dengan online. Nanti kita ajari agar pasar tetap hidup," pungkasnya.

#pasar-tradisional #omnichannel #penjualan-luring #penjualan-daring #perilaku-konsumen #pasar-fisik #transaksi-aktif #pelatihan-digital #fitur-whatsapp #transformasi-digital #toko-offline #pengalaman-k

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251114/12/1928717/mendag-budi-bocorkan-cara-dagang-di-pasar-tetap-laris