Uni Eropa Mau Kerek Tarif Impor Baja, Inggris Siapkan Langkah Balasan

Uni Eropa Mau Kerek Tarif Impor Baja, Inggris Siapkan Langkah Balasan

Inggris siapkan langkah balasan atas rencana Uni Eropa naikkan tarif impor baja, yang dinilai berpotensi picu krisis besar di industri baja domestik.

(Bisnis.Com) 18/11/25 07:51 41349

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Inggris tengah menyiapkan langkah balasan terhadap rencana Uni Eropa (UE) menaikkan tarif impor baja, jika Perdana Menteri Keir Starmer gagal mencapai kesepakatan untuk meredam dampaknya.

Menurut sumber yang dikutip dari Bloomberg pada Selasa (18/11/2025), Inggris mempertimbangkan tindakan retaliasi setelah industri logam domestiknya memperingatkan bahwa rencana UE dapat memicu krisis terbesar dalam sejarah sektor tersebut.

Bulan lalu, UE mengumumkan rencana untuk memangkas kuota bebas tarif untuk baja asing hampir setengahnya dan menggandakan tarif menjadi 50% untuk impor di atas batas tersebut.

Sumber tersebut menyebut pemerintah Inggris juga tengah mengkaji percepatan pengganti mekanisme perlindungan baja nasional serta pengetatan kuota impor. Aturan yang berlaku saat ini dijadwalkan berakhir pada Juni.

“Pemerintah ini telah menunjukkan komitmennya terhadap industri baja dengan memastikan akses preferensial ke pasar AS bagi para eksportir. Kami terus mengeksplorasi langkah-langkah perdagangan yang lebih kuat untuk melindungi produsen baja dari praktik tidak adil,” ujar pemerintah Inggris dalam pernyataan tertulisnya.

Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk mengatasi isu kelebihan kapasitas global di sektor baja. Inggris juga terus berkomunikasi dengan UE setelah pengumuman terbaru tersebut.

Meski sumber tidak merinci jenis retaliasi yang sedang dipertimbangkan, setiap eskalasi akan menjadi pergeseran sikap Inggris, yang selama ini berupaya menghindari terseret dalam perang dagang yang dipicu Presiden AS Donald Trump.

Langkah tersebut juga berpotensi memunculkan pertanyaan baru mengenai upaya Starmer memperbaiki hubungan dengan Brussels pasca-Brexit yang sudah berjalan hampir enam tahun.

Seorang pejabat pemerintah Inggris menilai bahwa peningkatan tarif Eropa terhadap baja Inggris akan melanggar semangat kesepakatan pemulihan hubungan yang dicapai pada Mei.

Saat itu, Starmer dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen merilis pernyataan bersama di London yang menegaskan komitmen kedua pihak terhadap perdagangan yang bebas, berkelanjutan, adil, dan terbuka, serta perlindungan rantai pasokan.

Juru bicara Komisi Eropa Olof Gill mengatakan Uni Eropa akan berdiskusi secara konstruktif dengan seluruh mitra perjanjian perdagangan bebas, menjelaskan langkah tersebut beserta implikasinya, dan membahas arah kebijakan ke depan.

Dia menambahkan blok tersebut tetap menekankan perlunya solusi kolektif untuk mengatasi kelebihan kapasitas global.

Starmer diperkirakan akan bertemu para pemimpin Eropa dalam KTT G20 di Afrika Selatan pekan ini. Inggris juga sedang mencari kompromi untuk bergabung dengan dana pertahanan unggulan UE setelah sebelumnya menolak permintaan kontribusi hingga €6,75 miliar (US$7,8 miliar).

Inggris terseret dalam upaya Komisi Eropa melindungi industri bajanya dari kelebihan kapasitas global, sekaligus menghadapi tarif baja global 50% yang diberlakukan Trump. Kebijakan tersebut meningkatkan risiko banjirnya baja murah dari China dan negara Asia lainnya ke pasar Eropa.

Saat ini, UE memiliki mekanisme perlindungan sementara yang mengenakan bea 25% pada sebagian besar impor setelah kuota terpenuhi. Mekanisme itu akan berakhir pada Juni dan UE tengah menyiapkan regulasi permanen sebagai penggantinya.

Inggris sebelumnya mengklaim bahwa kepergiannya dari UE memungkinkannya mendapatkan tarif baja yang lebih baik dari AS, yakni 25%, karena tidak lagi terikat kebijakan perdagangan blok tersebut. Namun, Inggris juga kehilangan perlindungan dagang dari Eropa dan menjadi rentan terhadap perubahan aturan safeguard UE.

Penilaian pemerintah Inggris menunjukkan bahwa aturan baru UE akan memberi dampak signifikan terhadap sisa kecil produksi baja domestik negara tersebut, yang pernah menjadi pelopor industri baja pada abad ke-19.

Eropa merupakan pasar krusial bagi sektor strategis tersebut, dengan lebih dari tiga perempat ekspor baja jadi Inggris tahun lalu dikirim ke UE.

“Ini mungkin krisis terbesar yang pernah dihadapi industri baja Inggris. Pemerintah harus berupaya keras memanfaatkan hubungan dagang kita dengan Uni Eropa untuk mengamankan kuota khusus bagi Inggris atau potensi kehancuran tidak dapat dihindari," ujar Direktur Jenderal UK Steel Gareth Stace pada Oktober lalu.

#uni-eropa #inggris #tarif-impor-baja #inggris-langkah-balasan #keir-starmer #industri-logam #kuota-bebas-tarif #tarif-impor #mekanisme-perlindungan-baja #perdagangan-bebas #kelebihan-kapasitas-global #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251118/620/1929617/uni-eropa-mau-kerek-tarif-impor-baja-inggris-siapkan-langkah-balasan