Premi BCA Life Tumbuh 33,3% saat Industri Terkontraksi Tiga Bulan Beruntun
BCA Life mencatat pertumbuhan premi 33,3% hingga Oktober 2025, mencapai Rp1,73 triliun, meski industri asuransi jiwa terkontraksi tiga bulan berturut-turut.
(Bisnis.Com) 18/11/25 12:17 41695
Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa BCA atau BCA Life mencatatkan pendapatan premi Rp1,73 triliun hingga Oktober 2025.
Presiden Direktur & CEO BCA Life Eva Agrayani menyebut nilai itu tumbuh 33,3% (year on year/YoY), dari posisi Oktober 2024 dengan pendapatan premi Rp1,30 triliun.
Tidak hanya membeberkan data terbaru, Eva turut mengatakan pada semester I/2025, kinerja premi BCA Life juga tumbuh 10% (YoY). Menurutnya, ini mengonfirmasi momentum positif yang terus bertumbuh hingga akhir tahun ini.
“Kenaikan ini menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif serta mencerminkan strategi bisnis yang tepat dalam menjawab kebutuhan proteksi di tengah perlambatan industri asuransi jiwa,” katanya kepadaBisnis, Senin (17/11/2025).
Eva mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan premi BCA Life bisa tetap terjaga di tengah kontraksi industri. Faktor ini adalah adanya sinergi kanal bancassurance yang kuat dengan induk usahanya yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), fokus pada produk-produk proteksi tradisional yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta peningkatan kualitas layanan.
Tidak hanya itu, dia juga mengatakan pengelolaan risiko yang lebih baik juga berdampak pada menurunnya klaim, sehingga turut memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas kinerja premi.
“BCA Life menyiapkan strategi yang berfokus pada penguatan portofolio produk proteksi, pengembangan digitalisasiend-to-end, mulai dari proses penjualan hinggaunderwriting, serta optimalisasi kerja sama dengan seluruh kanal distribusi,” tegasnya.
Selain itu, imbuhnya, BCA Life juga memperluas kegiatan edukasi literasi asuransi untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jiwa dan kesehatan.
Lebih jauh, perempuan yang telah mengemban berbagai posisi strategis lebih dari 30 tahun di BCA ini menyampaikan sepanjang 2025, BCA Life melihat adanya perubahan perilaku nasabah yang semakin mengutamakan produk perlindungan inti, dengan preferensi produk yang sederhana, terjangkau, dan dapat diakses secara digital.
Pergeseran tersebut, dia nilai sejalan dengan portofolio produk proteksi jangka panjang yang menjadi fokus utama perusahaan. Sebab demikian, produk berbasis asuransi tradisional tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan premi BCA Life dan komposisi portofolio korporasi masih relatif stabil dibandingkan tahun lalu.
“Selain itu, lini produk proteksi digital juga menunjukkan peningkatan minat yang cukup signifikan, sejalan dengan pergeseran preferensi nasabah menuju solusi yang lebih praktis dan mudah diakses,” jelasnya.
Untuk akhir tahun nanti, BCA Life memproyeksi pendapatan premi perusahaan tetap dalam posisi positif seiring meningkatnya literasi masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dan jiwa.
“Dengan kombinasi inovasi produk, penguatan distribusi, serta dukungan ekosistem BCA, perusahaan melihat peluang pemulihan bertahap sekaligus potensi pertumbuhan meski industri secara keseluruhan masih menghadapi tekanan,” tutup Eva.
Sebagai informasi, premi asuransi jiwa masih terus terkontraksi selama tiga bulan berturut-turut hingga September 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per September 2025 premi asuransi jiwa mencapai Rp132,85 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyebut nilai itu terkontraksi 2,06%(YoY).
Menilik data OJK, pada bulan sebelumnya atau Agustus 2025, premi asuransi jiwa juga mengalami kontraksi sebesar 1,21% (YoY). Pada periode ini preminya senilai Rp117,51 triliun.
Kontraksi tidak hanya terjadi pada Agustus 2025 dan September 2025, tetapi juga pada Juli 2025 ketika premi asuransi jiwa turun 0,84% (YoY) menjadi Rp103,42 triliun.
#bca-life #premi-bca-life #pertumbuhan-premi #asuransi-jiwa #industri-asuransi #premi-asuransi #bancassurance #produk-proteksi #digitalisasi-asuransi #literasi-asuransi #perlindungan-kesehatan #perlind