Aksi Buyback Bank Pelat Merah Jaga Kepercayaan Pasar

Aksi Buyback Bank Pelat Merah Jaga Kepercayaan Pasar

Bank pelat merah Indonesia melakukan buyback saham untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan mendukung program pemerintah.

(Bisnis.Com) 22/11/25 23:13 46909

Bisnis.com, JAKARTA - DPR RI menilai aksi buyback saham para emiten bank pelat merah sebagai langkah positif meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan nasional serta bagi penyelenggaraan pemerintahan.

Setidaknya ada tiga Himbara yang mengaku siap melakukan buyback, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp1,17 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp1,5 triliun, dan terbesar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp3 triliun.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun melihat bank Himbara pada umumnya memang punya kewajiban tak langsung untuk meningkatkan kepercayaan publik terkait program-program pemerintah, termasuk melalui berbagai aksi korporasi yang dilakukan.

Sebab, sebagai emiten bank dengan kepemilikan negara sebagai pemegang saham mayoritas, sebelumnya bank Himbara ikut terdampak program penugasan pemerintah yang dianggap negatif buat kinerja mereka.

"Maka saya melihat ini kepekaan yang baik dari manajemen Himbara, karena buyback harapannya membuat pemegang saham publik mereka setidaknya lebih confidence, dan juga percaya dengan program pemerintah ke depan," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis, dikutip Sabtu (22/11/2025)

Misbakhun menekankan bahwa bank Himbara punya peran krusial dalam ikut merealisasikan tugas-tugas pembangunan untuk kepentingan masyarakat umum, membantu akselerasi program-program yang menjadi turunan amanat konstitusi, hingga menjadi tangan kanan negara menggenjot perekonomian dari sektor keuangan.

"Sehingga ketika bank Himbara melakukan buyback sebagai respons penurunan harga saham mereka, saya kira ini langkah yang patut, dan saya mengapresiasi berbagai aksi korporasi yang berdampak positif, terutama dalam meningkatkan kepercayaan pasar dan publik secara umum," tutup politisi Golkar itu.

Senada, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menjelaskan buyback dari bank Himbara akan menjadi angin segar buat para investor pasar modal Tanah Air, baik domestik maupun global.

Menurutnya, strategi buyback mencerminkan emiten bank tersebut masih memiliki permodalan kuat. Terlebih, khusus bank Himbara, mereka juga baru mendapat sentimen positif dari guyuran likuiditas simpanan pemerintah Rp200 triliun.

"Jika lihat beberapa waktu terakhir, saham perbankan sedang dalam tekanan yang lumayan, ya, karena kondisi makroekonomi lokal maupun global. Itulah yang mendorong langkah buyback sebagai salah satu aksi untuk memperbaiki kondisi saham yang undervalue," jelas Anggia.

Namun, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun berharap bank Himbara yang siap melakukan buyback tetap mampu menyalurkan likuiditasnya secara baik, menjadi pondasi bagi perekonomian, termasuk menggerakkan ekonomi di akar rumput dengan seluas-luasnya.

Apabila berhasil, maka bank Himbara bisa semakin memberikan efek berganda bagi perekonomian, pertumbuhan lapangan kerja, juga pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor riil dan UMKM.

"Sebagai mitra pengawas, Komisi VI akan terus memperhatikan aksi korporasi bank BUMN, juga kinerja penyaluran kreditnya. Semoga menjadi angin segar buat para pemegang saham dan investor, domestik maupun global, juga meningkatkan kepercayaan terhadap industri perbankan nasional," tambahnya.

#buyback-saham #bank-pelat-merah #kepercayaan-pasar #emiten-bank #bank-himbara #saham-undervalue #aksi-korporasi #kepercayaan-publik #industri-perbankan #bank-mandiri-buyback #bank-negara-indonesia-buy

https://market.bisnis.com/read/20251122/7/1930901/aksi-buyback-bank-pelat-merah-jaga-kepercayaan-pasar