Pertamina Luncurkan Pabrik Bioetanol Berbasis Aren, Produksi 300 Liter per Hari

Pertamina Luncurkan Pabrik Bioetanol Berbasis Aren, Produksi 300 Liter per Hari

Pertamina meluncurkan pabrik bioetanol berbasis aren di Garut, memproduksi 300 liter per hari, mendukung ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan energi fosil.

(Bisnis.Com) 23/11/25 13:45 47206

Bisnis.com,JAKARTA — Pertamina New & Renewable Energy (NRE) meluncurkan proyek percontohan (pilot project) pengembangan bioetanol berbasis aren di Kamojang, Garut, Jawa Barat.
Adapun pabrik bioetanol itu memiliki kapasitas produksi sekitar 300 liter bioetanol per hari dan 300 hingga 500 kilogram gula aren per hari.
CEO Pertamina NRE John Anis menuturkan, inovasi ini memanfaatkan nira aren sebagai bahan baku. Nira aren yang dimanfaatkan berasal dari hutan aren yang dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Baru Bojong, Desa Bojong, Garut.
"Untuk pengembangan bioetanol, Pertamina melakukan riset terhadap berbagai macam tanaman untuk menjadi bahan baku, salah satunya aren. Aren merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi besar untuk dibudidayakan dalam skala besar di Indonesia," kata John melalui keterangan resmi dikutip Minggu (23/11/2025).
Menurutnya, pengembangan aren sebagai bahan baku bioetanol memiliki sejumlah manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Manfaat itu di antaranya mendukung ekonomi lokal dan pembukaan lapangan pekerjaan baru; pemanfaatan lahan marginal karena aren dapat tumbuh di lahan yang kurang produktif; dan menurunkan ketergantungan terhadap energi fosil dan mengurangi impor bahan bakar fosil.
Di samping itu, pemanfaatan aren untuk bioetanol turut berkontribusi pada penurunan emisi melalui pemanfaatannya bahan bakar nabati (BBN). Dalam proyek percontohan ini, Pertamina NRE berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Lebih lanjut, John juga menegaskan bahwa pengembangan bioetanol berbasis aren ini merupakan bagian dari strategi Pertamina NRE dalam mengembangkan bioetanol multi feedstock. Secara paralel, Pertamina NRE juga tengah mengembangkan bioetanol berbasis molases tebu, sorgum, singkong, jagung, hingga limbah pertanian seperti limbah sawit, bagase tebu, batang sorgum, dan jerami padi.
Dia menambahkan bahwa dalam peta jalan bioetanol berbasis aren yang disusun oleh Pertamina, proyek percontohan ini bertujuan untuk menguji produk bioetanol skala laboratorium. Tahap berikutnya adalah pengujian produk bioetanol skala road test, pengujian skala pilot, pengujian skala komersial, dan replikasi dalam skala industri.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, proyek percontohan ini didorong oleh Kementerian Kehutanan dengan pembentukan tim kerja percepatan pengembangan aren. Hal ini dilakukan dalam mendukung swasembada pangan dan energi nasional melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia nomor 440 tahun 2025.
Dia menjelaskan bahwa di situasi geopolitik yang tidak menentu, setiap negara pada akhirnya akan mendahulukan kepentingan domestiknya masing-masing walaupun harus mengorbankan negara lain, termasuk kebutuhan energi di dalam negeri.
"Untuk itu kita sangat perlu menjajaki potensi sumber energi domestik, salah satunya aren sebagai bahan baku BBN. Indonesia memiliki potensi aren yang besar untuk dikembangkan menjadi BBN,” ujar Raja Juli.
Raja Juli menyebut, secara teori untuk 1 hektar lahan aren dapat memproduksi 24.000 etanol per tahun. Kita memiliki sekitar 125 juta hektar yang berpotensi untuk digarap sebagai Perkebunan aren, sehingga berpotensi menghemat biaya impor bahan bakar minyak (BBM).
Dia menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan, pemerintah berencana menanam aren di lahan seluas 1,2 juta hektare, dengan potensi bioetanol 28,8 juta kiloliter per tahun.

#pertamina-bioetanol #pabrik-bioetanol #bioetanol-aren #produksi-bioetanol #bioetanol-pertamina #energi-terbarukan #bioetanol-indonesia #bioetanol-garut #nira-aren #bahan-bakar-nabati #energi-fosil #em

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251123/44/1930961/pertamina-luncurkan-pabrik-bioetanol-berbasis-aren-produksi-300-liter-per-hari