Dukcapil Ingatkan Risiko Keamanan Data Remaja dalam Transaksi Keuangan Digital

Dukcapil Ingatkan Risiko Keamanan Data Remaja dalam Transaksi Keuangan Digital

Ditjen Dukcapil mengingatkan risiko keamanan data remaja dalam transaksi digital. Orangtua harus mengawasi dan edukasi anak agar waspada penipuan siber.

(Bisnis.Com) 26/11/25 14:25 50959

Bisnis.com, JAKARTA — Remaja kini tumbuh dalam lingkungan yang serba instan mulai dari belanja online, top-up game, hingga pembayaran dengan QR. Kemudahan ini memang memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga mendatangkan risiko baru, terutama bagi mereka yang belum sepenuhnya melek tentang pentingnya menjaga privasi digital.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan aktivitas penipuan digital kini melibatkan banyak platform telekomunikasi, aplikasi pesan, hingga layanan finansial yang membuat integrasi data dan koordinasi lintas sektor.

Remaja yang masih minim pengalaman dan kurang memahami pentingnya keamanan digital menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber. Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional, Handayani Ningrum, melarang memamerkan data pribadi ke media sosial karena data pribadi tersebut bisa disalahgunakan oleh orang tidak dikenal.

“Begitu inovasi diluncurkan, pada saat yang sama [orang] yang berusaha untuk melakukan penipuan itu juga lebih mudah. Jadi, ini saya ingatkan tolong jangan sampai anak-anak kita lengah,” kata Handayani dalam acara Peluncuran DANA Premium Mini di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Handayani juga menegaskan bahwa orangtua harus benar-benar mengawasi dan memberikan edukasi pada anak agar hati-hati dalam bertransaksi di ruang digital terutama ketika ada orang tidak dikenal yang mengarahkan untuk aktivasi.

“Jangan sampai anak-anak kita lengah, kita ngasih tahu dulu ke anak jangan sampai ada orang yang nanti melakukan penipuan suruh masuk dan cek ini dan cek itu, jangan sampai kejadian,” tegasnya.

Jika terjadi penipuan, Handayani juga khawatir masyarakat akan menyalahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

“Sebab kalau terjadi [penipuan], karena data awal dari data Dukcapil sebagai kunci badan layanan publik, pasti nanti Dukcapil yang disalahkan dan Dukcapil yang repot untuk klarifikasi. Karena itu yang sangat saya khawatirkan, jangankan dana untuk anak-anak seperti ini, untuk orang dewasa aja banyak penipuan,” tuturnya.

Handayani juga mengingatkan bahwa pihak Dukcapil tidak menghubungi masyarakat secara pribadi untuk melakukan aktivasi dan pembaruan (update) data. Jadi, jika ada yang menghubungi dan mengatasnamakan Dukcapil, maka itu bisa jadi percobaan penipuan.

“Jadi peringatan harus selalu diingatkan dan disampaikan supaya masyarakat jangan jadi korban penipuan,” katanya. (Putri Astrian Surahman)

#keamanan-data-remaja #transaksi-keuangan-digital #risiko-privasi-digital #penipuan-digital #keamanan-digital-remaja #edukasi-keamanan-digital #data-pribadi-media-sosial #penipuan-siber-remaja #pengawa

https://finansial.bisnis.com/read/20251126/55/1931854/dukcapil-ingatkan-risiko-keamanan-data-remaja-dalam-transaksi-keuangan-digital