Dilema Kopdes Merah Putih di Palembang di Tengah Gempuran Pasar Murah
Koperasi Merah Putih di Palembang terancam karena pasar murah pemerintah menawarkan harga lebih rendah, mengurangi minat belanja masyarakat di koperasi.
(Bisnis.Com) 16/10/25 14:34 5649
Bisnis.com, PALEMBANG— Program pasar murah yang dijalankan oleh berbagai instansi pemerintah menimbulkan persaingan dan tantangan bagi keberlangsungan Koperasi Merah Putih.
Padahal koperasi desa/kelurahan itu merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang telah termaktub dalam Inpres 9/2025 dengan tujuan membangun ekonomi dari tingkat desa dan kelurahan.
Ketua Koperasi Merah Putih Sukodadi yang terletak di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Nanang Taat Suyadana mengungkapkan sejak dibentuk dan diamanahkan menyediakan kebutuhan masyarakat, pihaknya tidak pernah mengalami kendala dalam distribusi barang.
Mulai dari beras SPHP yang disalurkan oleh Bulog, Minyakita, serta ketersediaan gas LPG 3 kilogram semua dapat disediakan.
“Bahkan waktu baru-baru (pembukaan) itu penjualan beras untuk di Kelurahan Sukodadi tembus 2 ton dalam satu minggu,” katanya saat ditemui Bisnis, Kamis (16/10/2025).
Namun, hal itu tidak lagi dirasakan saat ini. Kondisi operasional Koperasi Merah Putih yang mengakomodasi sekitar 41 RT itu juga kian tertekan lantaran minat masyarakat yang berbelanja di sana mengalami penurunan.
Menurut Nanang, penyebab hal itu adalah pelaksanaan operasi pasar murah (OPM) yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat. Program itu menyediakan kebutuhan dengan tingkat harga yang lebih rendah dari harga koperasi.
“Sedangkan kita (koperasi) wajib untung. Jadi ini sangat kontradiktif kenapa terjadi persaingan dan tidak berpihak kepada koperasi. Padahal jelas di Inpres itu supaya semuanya satu pintu melalui koperasi,” tegasnya.
Dia menyebutkan perbandingan harga kebutuhan yang tersedia di koperasi seperti beras Rp62.500 per lima kg, sedangkan di pasar murah dibanderol Rp57.000 sampai 58.000 per lima kg.
Kemudian minyak goreng yang dijual Rp15.500 di koperasi hanya dipatok Rp14.700 per liter di kegiatan OPM.
“Jadi selama kegiatan itu (OPM) masih ada, Koperasi Merah Putih bisa mati ini. Jadi tegas kami berharap operasi pasar murah itu harus dihentikan,” kata Nanang,
Saat ini, imbuhnya, Koperasi Merah Putih Sukodadi hanya menyediakan gas LPG 3 kilogram. Sedangkan untuk kebutuhan lain sudah dihentikan sementara waktu.
“Iya, untuk sekarang ini kami stop dulu sejak pertengahan September lalu,” pungkasnya.
#koperasi-merah-putih #pasar-murah #palembang #koperasi-desa #inpres-9-2025 #operasi-pasar-murah #beras-sphp #minyakita #gas-lpg-3-kilogram #harga-koperasi #harga-pasar-murah #persaingan-koperasi #ekon