Pengamat Ungkap Alasan Asuransi Syariah Simpan 43% Investasi di SBSN
Asuransi syariah pilih SBSN untuk investasi karena imbal hasilnya menarik dan aman, meski tantangan dibandingkan dengan investasi konvensional tetap ada.
(Bisnis.Com) 05/12/25 20:27 62681
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat portofolio investasi perusahaan asuransi dan reasuransi syariah didominasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk, mencapai 43,0%.
Menanggapi hal tersebut, praktisi asuransi syariah Erwin Noekman berpendapat SBSN menjadi instrumen investasi yang masih menjadi andalan penghasil cuan bagi industri asuransi.
“Tidak bisa dipungkiri, imbal hasil SBSN masih yang paling attractive dan relatif secured, sehingga untuk kepastian long-term investment masih menjadi andalan penghasil cuan,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip Jumat (5/12/2025).
Dia melanjutkan, hal ini berbeda dengan instrumen saham yang relatif lebih fluktuatif, sehingga jenis ini riskan dan rentan terhadap ketidakpastian kondisi makro ataupun politik.
Meskipun demikian, Erwin menilai instrumen syariah yang tersedia saat ini sudah cukup mumpuni dan likuid. Apabila ada diversifikasi, itu merupakan tindakan wajar bagi para pelaku pasar.
Lebih lanjut, dia menyebut tantangan terbesar yang dihadapi industri asuransi syariah dalam berinvestasi adalah tekanan target hasil investasi yang kerap dibanding-bandingkan dengan investasi konvensional.
“Untuk menyikapinya, manajemen tetap harus taat asas terhadap kesesuaian syariah [sharia governance]. Investasi syariah mengecualikan pabrik rokok, bir, bank konvensional yang notabene paling gacor penghasil cuan,” beber CII Ambassador tersebut.
Sebab demikian, Erwin menilai sukuk masih menjadi instrumen yang memiliki prospek baik dan menarik bagi industri asuransi syariah ke depannya.
“Selain sukuk, investasi dalam bentuk logam mulia masih akan menjanjikan dan kinclong sebagai penghasil cuan, setidaknya sampai delapan tahun ke depan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, OJK menyampaikan sampai dengan Oktober 2025 hasil investasi perusahaan asuransi dan reasuransi syariah mencapai Rp2,73 triliun atau 13,8% dari rata-rata investasi tahun 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono membeberkan portofolio investasi perusahaan asuransi dan reasuransi syariah didominasi oleh SBSN yang mencapai 43,0%.
“Diikuti oleh saham sebesar 19,2%, deposito sebesar 16,6%, reksa dana sebesar 12,1%, dan sukuk korporasi sebesar 8,8%,” katanya dalam lembar jawaban RDK Oktober 2025, dikutip pada Jumat (5/12/2025).
#asuransi-syariah #investasi-syariah #sbsn #sukuk-syariah #ojk #investasi-asuransi #portofolio-investasi #instrumen-syariah #investasi-jangka-panjang #imbal-hasil-sbsn #diversifikasi-investasi #tantang