Kerugian Akibat Bencana Hidrometeorolog di Sumbar Ditaksir Mencapai 1,76 Triliun

Kerugian Akibat Bencana Hidrometeorolog di Sumbar Ditaksir Mencapai 1,76 Triliun

Bencana hidrometeorologi di Sumbar menyebabkan kerugian Rp1,76 triliun, berdampak pada 16 kabupaten, 247.402 jiwa terdampak, dan kerusakan infrastruktur.

(Bisnis.Com) 07/12/25 16:10 63937

Bisnis.com, PADANG — Posko Terpadu Kebencanaan Provinsi Sumatra Barat mencatat dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah sejak (25/11) lalu telah menimbulkan total kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1,76 triliun.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa hingga Minggu (7/12) tercatat 16 kabupaten dan kota serta 50 kecamatan terdampak bencana alam. Kondisi terparah berada di Kabupaten Agam, Kota Padang, Padang Panjang, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Data yang dihimpun berasal dari laporan resmi kabupaten dan kota yang telah diverifikasi oleh instansi terkait. Dengan demikian tingkat akurasinya dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini adalah gambaran situasi terkini yang akan terus diperbarui setiap hari,” katanya, Minggu (7/12/2025).

Dia menjelaskan bahwa jumlah masyarakat terdampak hampir seperempat juta orang, yakni 247.402 jiwa. Di antaranya terdapat korban meninggal dunia 228 orang, hilang 98 orang, luka-luka 112 orang, mengungsi 20.604 orang, dan total masyarakat terdampak 247.402 jiwa.

Arry mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tingginya jumlah korban, terutama di wilayah yang mengalami longsor dan banjir bandang.

“Setiap korban adalah kehilangan besar bagi keluarga dan bagi kita semua. Kami memohon doa untuk para korban dan memohon kekuatan dari Allah SWT agar masyarakat Sumbar diberikan ketabahan dan semangat untuk kembali bangkit,” ucapnya.

Tidak hanya itu, sambung Arry, bencana turut mengakibatkan kerusakan signifikan pada ribuan rumah masyarakat dan ratusan fasilitas publik, mulai dari rumah rusak ringan 3.831 unit, rumah rusak sedang 1.032 unit, rumah rusak berat 1.572 unit, rumah terendam banjir 35.213 unit, dan rumah hanyut atau hilang 735 unit.

Sementara itu, untuk dampak pada pelayanan dasar, dilaporkan rumah ibadah terdampak sebanyak 148 unit, fasilitas kesehatan 66 unit, kantor pemerintahan 28 unit, dan sekolah 338 unit.

“Selain pembukaan kembali akses jalan, pemulihan layanan pendidikan, kesehatan, dan keagamaan yang terganggu juga menjadi prioritas percepatan penanganan oleh pemerintah,” sebutnya.

Sektor ekonomi produktif masyarakat juga mengalami kerusakan luas, terutama pada lahan pertanian, perkebunan, dan perikanan. Sejumlah ruas jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan, sehingga akses menuju lokasi terdampak terkendala dan memengaruhi distribusi bantuan serta mobilitas warga di sejumlah daerah.

Dampak pada sawah juga dirasakan seluas 6.713 hektare, kebun 1.031 hektare, dan kolam ikan 10.486 unit. Kerusakan sarana dan prasarana vital yakni ruas jalan 172 ruas dan jembatan 46 unit.

“Setelah kami hitung, kami perkirakan total kerugian material sementara mencapai Rp1.766.715.469.355,” jelasnya.

Menurutnya, dari total kerugian tersebut juga termasuk kerusakan bangunan rumah masyarakat sebesar Rp451.242.880.850, pelayanan dasar (faskes, rumah ibadah, kantor pemerintah, sekolah) Rp26.944.102.000, sektor sosial ekonomi Rp1.086.951.741.505, dan sarana prasarana Rp201.576.745.

“Jadi angka tersebut masih bersifat sementara, karena sampai saat ini kami masih terus melakukan verifikasi lapangan. Yang lebih penting saat ini adalah memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan layanan, perlindungan, dan bantuan yang tepat serta cepat,” ucapnya.

Dengan kondisi ini, Arry mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam penanganan darurat dan pemulihan jangka menengah, sembari memastikan komunikasi dengan pemerintah pusat tetap lancar agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan cepat dan lancar.

“Pemerintah pusat juga sudah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, baik dalam penanganan darurat maupun saat rehab–rekon nantinya,” tutupnya.

#bencana-hidrometeorologi #kerugian-material-sumbar #dampak-bencana-sumbar #kabupaten-terdampak-sumbar #korban-bencana-sumbar #rumah-rusak-sumbar #fasilitas-publik-rusak #pemulihan-layanan-sumbar #keru

https://sumatra.bisnis.com/read/20251207/533/1934844/kerugian-akibat-bencana-hidrometeorolog-di-sumbar-ditaksir-mencapai-176-triliun