Tahun Kuda Api 2026 Bisa Jadi Waktu Baik untuk Emisi Obligasi Korporasi
Tahun Kuda Api 2026 diprediksi jadi momen tepat untuk emisi obligasi korporasi, didorong kebutuhan refinancing dan ekspansi dengan biaya penerbitan lebih rendah.
(Bisnis.Com) 09/12/25 19:17 66803
Bisnis.com, JAKARTA — Tahun kuda api 2026 diperkirakan menjadi periode yang banyak mengundang penerbitan surat utang korporasi. Adapun, kebutuhan refinancing emiten hingga kebutuhan ekspansi akan mewarnai tujuan emisi obligasi tahun depan.
Mandiri Sekuritas memproyeksikan penerbitan obligasi korporasi masih akan tetap tinggi pada tahun 2026 mendatang. Adapun, pada tahun ini saja realisasi nilai emisi obligasi korporasi sudah mencapai Rp200 triliun.
Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menjelaskan untuk tahun depan, terdapat setidaknya penerbitan senilai Rp160 triliun untuk obligasi korporasi.
“Penerbitan obligasi korporasi masih bisa cukup tinggi. Apa alasannya? Yang pertama untuk refinancing. Tahun 2026 itu ada sekitar Rp160 triliun obligasi korporasi yang jatuh tempo,” ujar Handy dalam Economic and Market Outlook 2026 Mandiri Sekuritas di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Selain itu, lanjut Handy, Mandiri Sekuritas meyakini pertumbuhan ekonomi akan mengalami perbaikan. Mandiri Sekuritas melihat adanya kebutuhan ekspansi dari emiten-emiten yang ada di Indonesia.
Dia melanjutkan selain dari sisi kebutuhan refinancing dan ekspansi, biaya penerbitan obligasi korporasi masih bisa turun dengan tren penurunan suku bunga yang masih berlanjut.
“Ini juga menjadi salah satu pilihan bagi emiten untuk bisa menerbitkan obligasi dengan biaya yang lebih optimal,” ucapnya.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Mandiri Sekuritas meyakini potensi penerbitan obligasi korporasi masih tetap semarak pada 2026.
Sebelumnya, lembaga pemeringkat obligasi PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo juga memproyeksikan penerbitan obligasi korporasi masih akan terus meningkat pada 2026.
Berdasarkan data Pefindo, total penerbitan surat utang korporasi secara keseluruhan hingga kuartal III/2025 mencapai Rp160,1 triliun, tumbuh dibanding Rp94,9 triliun pada periode yang sama di 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#tahun-kuda-api #emisi-obligasi #obligasi-korporasi #penerbitan-obligasi #refinancing-emiten #ekspansi-emiten #suku-bunga-turun #biaya-penerbitan #potensi-penerbitan #pertumbuhan-ekonomi #mandiri-sekur