Gadai Ilegal jadi Tantangan Besar Industri Pergadaian pada 2026
Gadai ilegal jadi tantangan industri pergadaian 2026. Industri positif dengan roadmap 2025-2030.
(Bisnis.Com) 29/12/25 16:14 87498
Bisnis.com, JAKARTA — PT Gadai ValueMax Indonesia menilai usaha gadai ilegal dapat menjadi tantangan yang perlu dihadapi industri pergadaian pada 2026.
Manajer Operasional Gadai ValueMax Ronny Reginaldo mendorong agar para usaha gadai yang belum mendapat izin, segera mengurusnya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Perlu kami ingatkan bahwa usaha pergadaian tanpa izin merupakan perbuatan kriminal dan dapat dipidana. ValueMax mengajak agar dapat mengurus izin kepada OJK,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip Senin (29/12/2025).
Meski demikian, Ronny memandang industri pergadaian di Indonesia menunjukkan tren yang positif pada tahun depan, mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum masuk dalam kategori bankable.
Selain itu, Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025—2030 juga dianggap menjadi faktor yang membuat industri berkembang positif ke depannya. Pasalnya, akan ada penyederhanaan izin usaha, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas inklusi keuangan.
“Hal ini tentu saja menjadi angin segar yang sangat terarah bagi perusahaan, sehingga perusahaan dapat fokus dalam strategi yang lebih agresif di tahun mendatang yang seiring sejalan dengan roadmap OJK,” tuturnya.
Ronny meneruskan, untuk tahun depan target perusahaannya adalah menjangkau dan melayani masyarakat yang masih kesulitan dalam hal keuangan supaya kesejahteraan dapat diraih lebih baik.
Sejauh ini, imbuhnya, Gadai ValueMax telah melakukan berbagai literasi keuangan dengan izin dari pemerintah setempat. Misalnya, di acara resmi pemerintah, pangkalan ojek online, bahkan hingga melakukan coffee gathering.
“Hal ini sangat disambut baik oleh pemerintah setempat karena terbukti meningkatkan geliat ekonomi yang ada di sekitar cabang ValueMax,” sebutnya.
Lebih jauh, Ronny membeberkan pihaknya sedang merancang produk terkait penitipan emas yang bisa langsung mengetahui nilai pinjaman dan apabila dibutuhkan, dapat dicairkan kapan saja.
Sementara itu, ujarnya, Gadai ValueMax telah menggandeng beberapa bank dalam struktur pendanaan. Menurut Ronny, banyak sekali bank yang berminat memberikan pinjaman kepada perusahaannya.
“Banyak sekali bank yang ingin memberikan pinjaman kepada ValueMax karena melihat kekuatan dan semangat dalam melayani Masyarakat. ValueMax jarang sekali melakukan lelang barang jaminan karena kualitas konsumennya pun juga bagus,” tegasnya.
Adapun, berdasarkan data berjalan per Desember 2025 ini Gadai ValueMax Indonesia telah berhasil mendapatkan omzet sebesar Rp500 miliar.
Sebagai informasi, secara keseluruhan industri pergadaian, penyaluran pembiayaan pada Oktober 2025 tumbuh sebesar 38,89% (year on year/YoY) menjadi Rp120,45 triliun.
OJK menyebut bahwa tingkat risiko kredit dalam penyaluran pembiayaan ini terjaga. Adapun, pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar Rp98,74 triliun atau 81,99% dari total pembiayaan yang disalurkan.
#gadai-ilegal #industri-pergadaian #gadai-tanpa-izin #izin-ojk #tren-pergadaian #roadmap-pergadaian #penguatan-pengawasan #inklusi-keuangan #literasi-keuangan #produk-penitipan-emas #pinjaman-bank #lel