Kenaikan Harga Dongkrak Ekspor Karet Sumsel pada 2025
Ekspor karet Sumsel naik 4,6% di 2025 berkat harga global membaik, meski tantangan tarif AS dan bea masuk Afrika-China bisa mengganggu pasar di 2026.
(Bisnis.Com) 08/01/26 15:05 97272
Bisnis.com, PALEMBANG — Kinerja ekspor karet Sumatra Selatan (Sumsel) sepanjang 2025 menunjukkan tren peningkatan seiring membaiknya harga di pasar global.
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K. Eddy mengatakan ekspor karet Sumsel pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 704.520 ton.Volume tersebut meningkat sekitar 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar 673.208 ton.
“Melihat data, ekspor (karet) Sumsel lebih baik dibandingkan tahun lalu, ini sehubungan membaiknya harga di pasaran dunia,” katanya, Rabu (7/1/2026).
Menurut Alex, perbaikan harga karet sepanjang 2025 turut dipengaruhi berbagai isu, seperti banjir yang melanda sejumlah daerah sentra karet, baik di dalam maupun luar negeri.Meski kenaikan harga belum terlalu signifikan, kondisi tersebut setidaknya mampu menahan tekanan harga karet di pasar.
“Dan menguatnya harga juga kita harapkan memberikan tambahan semangat petani karet di Sumsel khususnya dan Indonesia secara umum,” imbuhnya.
Namun demikian, Alex mengakui pada 2026 masih terdapat sejumlah faktor yang berpotensi mengganggu keberlanjutan industri karet, termasuk di Sumsel.
Salah satu kekhawatiran utama adalah kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat serta rencana pembebasan bea masuk karet dari negara-negara Afrika ke China.“Ini akan menjadi isu negatif yang melemahkan pasar,” jelasnya.
Adapun pasar utama ekspor karet Sumsel ke depan diperkirakan masih didominasi Amerika Serikat dengan pangsa sekitar 22%, disusul China, Eropa, India, dan Jepang.
#ekspor-karet #harga-karet #karet-sumsel #ekspor-sumsel #pasar-global #gapkindo-sumsel #volume-ekspor #peningkatan-ekspor #harga-pasar-dunia #petani-karet #industri-karet #tarif-resiprokal #bea-masuk-k