Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid mengungkap terdapat potensi lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) seluas 81.551 hektare (Ha) di Provinsi Aceh.
Nusron menjelaskan lahan eks HGU tersebut berpotensi untuk dapat digunakan dalam mendukung pembangunan Hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.
"Di Aceh ada 52 HGU yang terdampak baik itu jaraknya 1 kilometer maupun hingga 5 kilometer dengan lokasi banjir. Ada 52 HGU yang luasnya 81.551 hektare yang ada di 18 kabupaten kota ini berpotensi bisa menjadi hunian tetap," kata Nusron dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI, Senin (19/1/2026).
Dalam paparan yang disampaikan, lahan seluas 81.551 Ha itu tersebar di dalam 224 kecamatan dan 3.978 desa atau kelurahan.
Terkait statusnya, lahan seluas 80.047 Ha (50 HGU) saat ini dalam tahapan penetapan dan penertiban tanah terlantar. Sedangkan sisanya yakni seluas 1.503 Ha (2 HGU) telah masuk periode Berakhir jangka waktu.
"Jadi artinya seandainya nanti untuk huntap ingin menggunakan eks HGU maupun HGU yang jaraknya 1 km aman, kita sudah siapkan," pungkas Nusron.
Sementara pada kesempatan berbeda, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebelumnya mengungkap terdapat 139.485 unit rumah masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.
Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) menjelaskan bahwa ratusan ribu rumah rusak tersebut tergolong ke dalam empat kategori, yakni rusak ringan, rusak sedang, rusak berat hingga hanyut.
"Jadi total, yang rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, dan hanyut, total 139.485. Data per hari Minggu, 14 Desember 2005, jam 5.00 sore," kata Ara dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Dalam perinciannya, wilayah Aceh menjadi yang paling besar mengalami kerusakan. Di mana, berdasarkan catatannya terdapat 38.553 unit rumah rusak ringan, 22.204 unit rusak sedang, 35.517 unit rusak berat dan 4.295 unit rumah hanyut.
Dengan demikian, total rumah masyarakat wilayah Aceh terdampak bencana banjir hingga longsor tembus 100.569 unit rumah.