Bisnis.com, JAKARTA — Elon Musk menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan mencapai US$852 miliar atau sekitar Rp14.318 triliun.
Melansir Forbes pada Kamis (5/2/2026), capaian tersebut diperoleh Elon Musk setelah perusahaan roket miliknya, SpaceX, mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan dan media sosial miliknya, xAI.
Transaksi gabungan kedua perusahaan tersebut diperkirakan mencapai US$1,25 triliun atau sekitar Rp21.006,25 triliun, yang membuat kekayaan Elon Musk melonjak US$84 miliar atau sekitar Rp1.411,62 triliun menjadi US$852 miliar atau sekitar Rp14.318 triliun.
Sebelum kesepakatan ini, Elon Musk tercatat memiliki sekitar 42% saham SpaceX yang bernilai US$336 miliar atau sekitar Rp5.646 triliun, berdasarkan penawaran tender pada Desember lalu yang menilai perusahaan roket tersebut sebesar US$800 miliar atau sekitar Rp13.444 triliun.
Elon Musk juga memiliki sekitar 49% saham xAI yang bernilai US$122 miliar atau sekitar Rp2.050 triliun, berdasarkan putaran pendanaan swasta yang menilai xAI sebesar US$250 miliar atau sekitar Rp4.201,25 triliun pada awal bulan ini.
Setelah penggabungan, SpaceX dinilai sebesar US$1 triliun atau sekitar Rp16.805 triliun dan xAI tetap di US$250 miliar atau sekitar Rp4.201,25 triliun. Forbes memperkirakan Elon Musk kini memiliki sekitar 43% saham di entitas gabungan tersebut yang bernilai US$542 miliar atau sekitar Rp9.108 triliun.
SpaceX kini menjadi aset paling bernilai milik Elon Musk. Selain itu, Elon Musk masih memiliki sekitar 12% saham Tesla senilai US$178 miliar atau sekitar Rp2.991 triliun serta opsi saham Tesla senilai US$124 miliar atau sekitar Rp2.084 triliun.
Nilai tersebut belum termasuk paket kompensasi saham Tesla yang disetujui pemegang saham pada November lalu. Paket tersebut berpotensi memberikan Elon Musk saham tambahan hingga US$1 triliun atau sekitar Rp16.805 triliun sebelum pajak dan biaya pembukaan saham terbatas, apabila Tesla mampu mencapai target kinerja ambisius dalam 10 tahun ke depan, termasuk meningkatkan kapitalisasi pasar lebih dari delapan kali lipat.
Ini menjadi kali kedua dalam waktu kurang dari setahun Elon Musk menggabungkan dua perusahaannya. Pada Maret lalu, Elon Musk menggabungkan xAI dengan platform media sosial X (sebelumnya Twitter) dalam kesepakatan yang menilai xAI sebesar US$80 miliar atau sekitar Rp1.344,4 triliun dan X sebesar US$33 miliar atau sekitar Rp554,57 triliun.
Peran Elon Musk sebagai pembeli sekaligus penjual dalam transaksi-transaksi ini sempat memunculkan pertanyaan terkait valuasi yang digunakan. Namun dengan seluruh entitas tersebut kini berada di bawah SpaceX yang dikabarkan akan melantai di bursa pada tahun ini, valuasi tersebut akan menghadapi pengujian dari pasar publik.
Dalam empat bulan terakhir, Elon Musk juga mencetak beberapa tonggak kekayaan baru. Pada Oktober, Elon Musk menjadi orang pertama yang memiliki kekayaan US$500 miliar atau sekitar Rp8.402,5 triliun setelah saham Tesla melonjak.
Pada 15 Desember, kekayaan Elon Musk menembus US$600 miliar atau sekitar Rp10.083 triliun setelah investor swasta menilai SpaceX sebesar US$800 miliar atau sekitar Rp13.444 triliun. Empat hari kemudian, kekayaan Elon Musk mencapai US$700 miliar atau sekitar Rp11.763,5 triliun setelah Mahkamah Agung Delaware mengembalikan opsi saham Tesla miliknya.
Saat ini, Elon Musk tercatat lebih kaya US$578 miliar atau sekitar Rp9.713 triliun dibanding orang terkaya kedua di dunia, pendiri Google Larry Page, yang memiliki kekayaan sekitar US$281 miliar atau sekitar Rp4.722,21 triliun.