Bisnis.com, JAKARTA — Empat bank perekonomian rakyat (BPR) dalam grup Kredit Mandiri resmi melakukan konsolidasi melalui penggabungan usaha yang membuat total aset entitas hasil merger menembus Rp1 triliun.
Tiga BPR regional yakni BPR Kredit Mandiri Celebes Sejahtera, BPR Kredit Mandiri Sulawesi Selatan Sejahtera, dan BPR Kredit Mandiri Kalimantan Timur resmi bergabung ke dalam BPR Kredit Mandiri Indonesia.
Komisaris Utama BPR Kredit Mandiri Indonesia Melvin Wangkar mengatakan merger tersebut dilakukan untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
“Penggabungan ini diharapkan membuat perusahaan lebih sehat, efisien, dan mampu melakukan ekspansi bisnis secara berkelanjutan serta bersaing di industri perbankan yang semakin kompetitif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
Setelah merger, total aset BPR Kredit Mandiri Indonesia meningkat menjadi Rp1,039 triliun. Sebelum penggabungan, BPR Kredit Mandiri Indonesia memiliki aset Rp777 miliar.
Tiga BPR yang bergabung masing-masing memiliki aset BPR Kredit Mandiri Celebes Sejahtera Rp193 miliar, BPR Kredit Mandiri Sulawesi Selatan Sejahtera Rp36 miliar, dan BPR Kredit Mandiri Kalimantan Timur Rp33 miliar.
Merger tersebut juga telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-38/D.03/2026 tentang pemberian izin penggabungan tiga BPR tersebut ke dalam BPR Kredit Mandiri Indonesia.
Perseroan menilai langkah tersebut sejalan dengan kebijakan konsolidasi sektor BPR guna memperkuat struktur permodalan dan tata kelola industri perbankan rakyat.
Menurut Melvin, merger tidak hanya memperbesar kapasitas bisnis perusahaan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, khususnya di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.
“Nasabah nantinya bisa menikmati layanan yang lebih cepat dan terintegrasi, jaringan kantor yang lebih luas, serta produk dan layanan yang lebih beragam,” katanya.
Selain itu, penggabungan usaha juga menjadi bagian dari strategi transformasi digital perseroan melalui integrasi sistem operasional dan penguatan teknologi informasi agar layanan menjadi lebih efektif dan efisien.
Ke depan, BPR Kredit Mandiri Indonesia akan fokus memperluas pembiayaan kepada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat ekspansi bisnis di berbagai wilayah potensial.
Dengan struktur permodalan yang lebih solid pascamerger, perseroan optimistis mampu bersaing tidak hanya dengan sesama BPR, tetapi juga bank umum dan lembaga keuangan lainnya.