Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengungkapkan pertumbuhan di industri pembiayaan atau multifinance terganggu akibat melemahnya daya beli masyarakat walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia bertahan di atas 5% pada kuartal III/2025.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno kala menanggapi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2025 yang sebesar 5,04% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
“Dengan pertumbuhan yang 5,04% dan segalanya ya, bicara menyokong pertumbuhan mungkin kita sudah sadar bahwa pertumbuhan multifinance ini sendiri memang terganggu dengan daya beli masyarakat yang turun dan segalanya,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (5/11/2025).
Dengan demikian, lanjutnya, per Agustus 2025 industri pembiayaan hanya mampu bertumbuh di kisaran 1,26% saja. Baginya, angka ini sangat kecil dari yang proyeksinya. Menurutnya, pertumbuhan ini kecil lantaran berkontraksinya pasar otomotif.
“Kendaraan roda empat sendiri sudah mengalami kontraksi minus 11%, roda dua boleh dikatakan minusnya sedikit, tapi hampir tidak ada pertumbuhan. Nah ini yang memang portofolio paling besar kita kan di sana dan ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kita,” bebernya.
Kendati begitu, Direktur Utama Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) ini menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04% seharusnya sudah jauh lebih baik dari pertumbuhan ekonomi di Asean secara menyeluruh.
“Memang semua juga lagi tidak bisa tumbuh, dunia pun memang lagi mengalami kesulitan pertumbuhan, di berbagai negara juga memang sedang berjuang bagaimana menjaga pertumbuhan ekonominya agar bisa tetap tumbuh,” kata Suwandi.
Sebelumnya, Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menjelaskan bahwa produk domestik bruto atau PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal III/2025 mencapai Rp6.060 triliun. Lalu, PDB atas harga konstan mencapai Rp3.444,8 triliun.
"Ditopang oleh aktivitas domestik dan permintaan luar negeri, ekonomi Indonesia kuartal III/2025 tumbuh sebesar 5,04%," ujar Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Pertumbuhan ekonomi ini berada di atas proyeksi analis sebelumnya. Sebelumnya sebanyak 30 ekonom yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan median atau nilai tengah pertumbuhan ekonomi kuartal III /2025 sebesar 5% YoY. Nilai tersebut naik dibandingkan pertumbuhan ekonomi 4,95% YoY periode yang sama tahun lalu, namun melambat dibandingkan 5,12% pada kuartal sebelumnya.