Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melakukan serangkaian upaya untuk meningkatkan kinerja perseroan di masa mendatang, salah satunya dengan fokus pada ‘mainan baru’ yang belum menjadi perhatian bank pelat merah itu.
Salah satu ‘mainan baru’ yang dimaksud Direktur Utama BRI Hery Gunardi yakni bisnis pembiayaan kendaraan bermotor. Hery menyampaikan perseroan akan meningkatkan bisnis pembiayaan kendaraan bermotor dengan memanfaatkan sinergi perusahaan anak.
“Ada mainan baru ya buat BRI selama ini mungkin belum terlalu menjadi perhatian. Kita juga akan meningkatkan bisnis pembiayaan kendaraan bermotor, baik itu mobil dan sepeda motor,” kata Hery dalam konferensi pers Paparan Kinerja Kuartal III/2025, Kamis (30/10/2025).
Hery mengatakan, BRI akan memanfaatkan sinergi perusahaan anak untuk terus mendorong joint financing pada bisnis tersebut, dalam hal ini BRI Finance untuk bahu membahu membangun bisnis auto loan atau kredit kendaraan bermotor bersama BRI.
Selain kredit kendaraan bermotor, mainan baru lainnya yakni layanan bullion. Pegadaian sendiri secara resmi meluncurkan dan mulai menyediakan layanan bullion pada Februari 2025. Layanan ini mencakup pembiayaan emas, tabungan emas, perdagangan, dan deposito untuk nasabah ritel maupun korporat.
Hery menuturkan, layanan bullion merupakan bagian dari strategi diversifikasi layanan sehingga BRI tidak hanya melayani dari sisi mikro tetapi juga tumbuh di ekosistem emas nasional. Bahkan, BRI telah memilih beberapa cabang yang secara karakteristik cocok untuk mendorong bisnis tersebut dan memberikan fitur-fitur khusus untuk nasabah yang ingin membeli, mencicil, gadai, hingga tabungan emas melalui BRImo.
Untuk diketahui, BRI membukukan laba bersih tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp41,23 triliun hingga akhir kuartal III/2025. Nilai tersebut terdiri dari laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp40,78 triliun dan kepentingan non-pengendali senilai Rp453,43 miliar.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya, bank spesialis kredit wong cilik itu mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,36 triliun.
Dilansir dari laporan keuangan yang rilis pada Harian Bisnis Indonesia edisi Kamis (30/10/2025), raihan laba BRI didorong oleh kenaikan pendapatan bunga dan pertumbuhan kredit yang masih solid. Pendapatan bunga BRI tercatat Rp155,16 triliun, naik 3% dari Rp150,63 triliun pada kuartal III/2024.
Meski demikian, beban bunga juga ikut meningkat menjadi Rp44,16 triliun, atau naik 3,25% dibandingkan Rp42,77 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih BRI naik 2,9% dari Rp107,86 triliun menjadi Rp110,99 triliun per September 2025.