Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyalurkan bantuan keuangan bagi provinsi-provinsi terdampak banjir di Sumatra.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepada perwakilan Pemprov Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (9/12/2025).
Para perwakilan Pemprov menerima masing-masing Rp1 miliar. Setelah memberikan bantuan tersebut, Sri Sultan menyampaikan bahwa bantuan ini melengkapi dukungan yang diberikan sebelumnya yang berupa obat-obatan dan perbekalan kesehatan yang telah dikirimkan ke wilayah terdampak.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu percepatan penanganan bencana di tiga provinsi tersebut. Sehari sebelumnya, Pemprov DIY telah mengirimkan 842 kilogram obat-obatan dan perbekalan kesehatan untuk ketiga provinsi terdampak bencana.
“Kemarin kami sudah mengirimkan obat-obatan ke sana. Saat ini kami berikan bantuan keuangan agar dapat membantu menyelesaikan persoalan banjir yang terjadi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/12/2025).
Selain bantuan untuk pemerintah daerah, Pemda DIY juga menyiapkan bantuan bagi mahasiswa asal Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sedang menempuh studi di Yogyakarta.
Sultan menginstruksikan jajaran terkait untuk mengontak kampus-kampus guna memperoleh data mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana.
“Kalau ada datanya, saya mohon untuk bisa kami dapatkan. Karena secara tradisi, Jogja pasti membantu mahasiswa yang kebetulan di tempatnya ada bencana,” katanya.
Sri Sultan turut mengungkapkan bahwa bantuan tersebut berupa bantuan biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari yang biasanya disalurkan selama delapan bulan, berkaca dari pengalaman saat memberi bantuan saat gempa Aceh, NTB, dan Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut dapat diperpanjang jika kondisi belum membaik.
“Tujuannya untuk meringankan beban orang tua mereka, karena pasti kondisinya juga sedang tidak baik. Biasanya selama delapan bulan, tapi nanti kalau masih ada masalah, bisa diteruskan dulu. Ini sudah begitu dari dulu,” jelas Sri Sultan.
Sekretaris Inspektorat Pemprov Sumatra Utara Murdianto menyebut masih terdapat 13 desa yang terisolasi dan sekitar 42.300 warga mengungsi akibat bencana. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan dari Pemda DIY yang dinilai sangat diperlukan dalam masa pemulihan.
“Kami mewakili Pemprov Sumatra Utara mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur (DIY). Kami juga turut berdoa mudah-mudahan Bapak Gubernur (DIY) tetap dalam keadaan sehat, bisa memimpin DIY dengan baik, dan kedepannya bisa bermanfaat bagi Indonesia pada umumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Rahmah Febri Yeni, Inspektur Pembantu III Pemprov Sumatra Barat, mengatakan bahwa kerusakan infrastruktur masih menjadi tantangan utama karena anggarannya yang sudah tidak ada lagi. Ia menyambut baik dan berterima kasih atas dukungan Pemda DIY yang dinilainya dapat membantu mempercepat pemulihan.
“Bantuan ini sangat berarti, karena tidak hanya di daerah-daerah yang terkena bencana, tapi juga banyak juga daerah yang terdampak bencana, misalnya pengiriman bahan pangan menjadi terhambat karena akses yang terputus. Kami juga berterima kasih atas perhatian Pemprov DIY kepada warga Sumbar yang sedang merantau,” ujarnya. (Stefanus Bintang Agni)