Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Gratispol kepada 47.717 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh wilayah hingga akhir Februari 2026.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyatakan angka tersebut merupakan bagian dari target 158.981 penerima dengan total pagu anggaran mencapai Rp1,377 triliun pada tahun ini.
"Kemarin saya datang ke Pondok Pesantren Hidayatullah di Balikpapan. Mereka sangat berterima kasih karena sudah menikmati bantuan Gratispol," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).
Kendati demikian, capaian penyaluran hingga saat ini baru mencapai sekitar 30% dari target keseluruhan.
Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim Dasmiah merinci bahwa penyaluran tahap pertama telah menjangkau 32.768 mahasiswa, terdiri dari 18.296 mahasiswa PTN dan 14.472 mahasiswa PTS.
Dari jumlah tersebut, mahasiswa baru angkatan 2025 mendominasi dengan 20.698 penerima, yaitu 11.356 dari PTN dan 9.342 dari PTS.
"Untuk mahasiswa tingkat atas, yakni semester empat, enam, dan delapan, kami telah menyalurkan kepada 12.070 orang, dengan rincian 6.940 mahasiswa PTN dan 5.130 mahasiswa PTS," terang Dasmiah.
Pada tahap kedua, penyaluran kembali dilakukan kepada 14.949 mahasiswa, mencakup 8.190 mahasiswa PTN dan 6.759 mahasiswa PTS. Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai mekanisme seleksi penerima dan transparansi data yang menjadi dasar penetapan prioritas penyaluran.
Di sisi lain, program Gratispol juga mengalokasikan insentif bagi tenaga pendidik non-aparatur sipil negara.
Pada Maret 2026, Pemprov Kaltim akan menyalurkan bantuan untuk guru PAUD, TK, SD, dan SMP sebesar Rp500.000 per bulan, yang mencakup periode Januari hingga Maret.
Adapun Dasmiah menuturkan tahun lalu tidak kurang dari 23.007 guru non-ASN menerima bantuan serupa.
"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para guru non-ASN yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan di daerah," pungkasnya.