Bisnis.com, SURABAYA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mewanti-wanti kepada seluruh calon petugas haji untuk senantiasa menjaga integritas dan setia terhadap tugasnya selama menjalankan tugas di Tanah Suci.
Gus Irfan sapaan akrabnya menekankan bahwa setiap bentuk penyelewengan dalam pendampingan dan pelayanan terhadap para jemaah haji akan dimintai pertanggungjawaban secara serius.
“Tentu, petugas harus bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan. Petugas harus melaksanakan tugas yang sudah dirincikan oleh tim kami sehingga kalau ada pelanggaran-pelanggaran atau penyelewengan itu harus ada pertanggung jawaban,” ucap Gus Irfan saat membuka Seleksi Petugas Haji Daerah 2026 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1/2026).
Dirinya menyebut, bila petugas haji terbukti melakukan pelanggaran berat saat menjalankan, maka sanksi tegas akan dijatuhkan. Salah satunya adalah tindakan pemulangan petugas kembali ke tanah air sebelum masa tugas berakhir.
“Pertanggung jawaban sudah macam-macam nanti. Kalau perlu nanti dipulangkan pada pada saat kegiatan belum selesai juga bisa,” ucapnya.
Pernyataan itu disampaikan Gus Irfan di hadapan para peserta seleksi petugas haji daerah (PHD) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh penjuru negeri, termasuk di Provinsi Jawa Timur.
“Serentak di seluruh Indonesia. Kita berharap dengan tes ini, kita akan bisa mendapatkan petugas haji daerah yang benar-benar layak dan siap untuk menjadi pelayan bagi para jemaah kita,” ucapnya.
Mengenai kuota petugas haji, tahun ini pemerintah membuka kesempatan bagi ribuan peserta di seluruh Indonesia. Namun, hanya separuh yang akan terpilih sebagai petugas pelayanan umum maupun tenaga kesehatan.
"Di Indonesia ada 1.455 peserta, yang kita ambil sekitar 1.050 orang. Petugas layanan umum dan petugas kesehatan,” tambahnya.
Politikus Gerindra ini mengatakan, fokus utama pemerintah dalam musim haji tahun ini adalah memperkuat kapasitas terhadap petugas maupun fasilitas kesehatan demi menekan angka kejadian yang tidak diinginkan terhadap para jemaah.
Oleh sebab itu, Gus Irfan menyatakan pengisian terhadap posisi petugas medis tidak dapat dilakukan sembarangan dan harus memenuhi kualifikasi tertentu. Bila terdapat kekosongan di tingkat daerah, maka pemerintah pusat harus turun tangan untuk mengisi kekurangan tersebut.
“Karena untuk kesehatan ini tidak bisa sekadar ngisi saja, harus ada keahlian tertentu. Hanya saja [sektor] kesehatan kita lebih kita seriusi supaya tidak ada lagi kejadian-kejadian yang terkait dengan kesehatan bagi jemaah haji kita,” tuturnya.
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada segenap calon petugas haji yang nantinya terpilih untuk bisa menjalankan amanah secara serius demi mewujudkan kelancaran serta kekhusyukan dari 221.000 jemaah yang akan menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
"Oleh sebab itu, tidak ada lagi istilah dari teman-teman itu, nunut melu (ikut-ikutan) haji, enggak ada. Semuanya kita siapkan dengan serius untuk memberikan pelayanan haji kepada para calon-calon jemaah haji kita," pungkasnya.