Bisnis.com, SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan bahwa aktivitas bongkar-muat tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh, imbas kapal yang membawa sebuah kontainer berisi komoditas yang diduga terkontaminasi cengkih radioaktif Cesium-137 (Cs-137) tiba di kawasan pelabuhan tersebut, pada Sabtu (1/11/2025) malam.
Direktur Operasi PT Terminal Petikemas Surabaya, Noor Budiman menjelaskan bahwa saat kapal yang membawa kontainer yang membawa komoditas cengkih yang diduga mengandung zat radioaktif Cs-137 tersebut tiba pada Sabtu (1/11) malam, aktivitas di terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code) tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Bahkan, beber Noor, saat kapal yang membawa sebuah kontainer yang diduga mengandung komoditas cengkih diduga terpapar Cs-137 tersebut berlabuh di terminal TPS, terdapat tiga kapal yang juga bersandar dan melakukan aktivitas bongkar-muat secara normal.
"Jadi pada saat kapal itu sandar, juga sudah ada tiga kapal lain yang berkegiatan sama, bahkan untuk kapal tersebut produktivitasnya lebih cepat dari pada biasanya," ungkap Noor saat konferensi pers di kantor PT TPS, Jalan Mutiara, Krembangan, Surabaya, Selasa (4/11/2025).
Sementara itu, Superintenden Komunikasi Korporat dan Hubungan Investor PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Ardiansyah menerangkan bahwa saat kapal yang membawa kontainer berisi cengkih yang diduga terpapar Cs-137 tersebut berlabuh, jajaran yang berwenang, yakni Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) langsung melakukan pemeriksaan secara intensif di atas kapal, dan dinyatakan aman dalam rangkaian proses bongkar peti kemas di terminal TPS.
"Pada saat kapalnya sandar itu, petugas Bapeten langsung naik untuk memeriksa. Setelah diperiksa, dinyatakan aman, maka dilakukan pembongkaran, dan memang untuk prosedur penanganan IMO kelas 1 dan kelas 7, kelas 1 itu eksplosif bahan peledak, kelas 7 itu bahan radioaktif, itu memang tidak boleh distuck di lapangan penumpukan TPS, terclosing istilahnya," ungkap Ardiansyah.
Ardiansyah pun menjelaskan, kontainer berisi produk cengkih yang diduga terkontaminasi Cesium-137 tersebut kemudian tidak serta-merta ditumpuk di terminal, melainkan langsung dibawa keluar dari area PT. TPS atau truck losing menuju gudang pemilik komoditas tersebut.
"Jadi truknya pemilik barang mengambil, kemudian langsung dibawa keluar. Sebelum dibawa keluar itu sempat diperiksa di X-ray itu, diperiksa lagi oleh Bapeten, dan dinyatakan aman kemudian keluar. Kalau di sini itu kan hanya diperiksa di luarnya saja, dinyatakan aman," pungkas Ardiansyah.