Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memimpin sindikasi pembiayaan senilai Rp5,2 triliun bagi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Dalam transaksi ini, BRI bertindak sebagai original mandated lead arranger & bookrunner sekaligus facility agent.
Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto mengatakan dukungan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan memperkuat sektor riil, termasuk industri kelapa sawit yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
“Kami tidak hanya fokus pada pembiayaan UMKM, tetapi juga sektor besar seperti SSMS melalui solusi terintegrasi BRI One Solutions,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (19/11/2025).
Solusi yang dimaksud mencakup layanan pengelolaan kas digital Qlola, trade finance, hingga dukungan pembiayaan bagi petani plasma melalui KUR. Menurut Agus, SSMS dinilai memiliki kapasitas, teknologi, dan visi yang sejalan dengan transformasi industri global, sehingga berpotensi menjadi pemain sawit kelas dunia.
Pembiayaan sindikasi ini, katanya, mendukung agenda Asta Cita Pemerintah, khususnya hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sawit nasional.
Selain BRI, sejumlah lembaga keuangan turut berpartisipasi, antara lain BNI, Bank Syariah Indonesia, LPEI, Bank Woori Saudara, Maybank Indonesia, KB Bank Indonesia, dan Allo Bank.
Bagi SSMS, fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur pendanaan melalui refinancing pinjaman sebelumnya, sekaligus mendukung akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) guna memperbesar skala usaha.
CEO SSMS Jap Hartono menyampaikan apresiasi atas dukungan perbankan nasional. “Aksi korporasi ini menjadi langkah strategis bagi perseroan untuk memperkuat posisi kami sebagai pelaku usaha perkebunan kelapa sawit. Ini akan membuka peluang baru untuk keberlanjutan dan peningkatan nilai tambah,” ujarnya.
Saat ini SSMS mengelola 23 perkebunan seluas sekitar 115.584 hektar, memiliki delapan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas olah 540 ton per jam, satu KCP 180 ton per hari, dan satu PLTBg berkapasitas 1,5 MW. Akuisisi SML dengan luas lahan 11.046 hektar diproyeksikan memperkuat portofolio bisnis grup.