Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) akan memfokuskan bisnisnya pada segmen consumer banking, usai resmi menyandang status persero.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan kehadiran BSI melengkapi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang sudah ada saat ini.
“Kami bersyukur mendapatkan amanah untuk menjadi BUMN baru. Jadi BSI ini melengkapi Himbara yang sudah ada saat ini,” kata Anggoro dalam Konferensi Pers Kinerja Tahun 2025 BSI secara daring, Jumat (6/2/2026).
Untuk diketahui, status baru ini merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Desember 2025 terkait perubahan Anggaran Dasar Perseroan, yang telah memperoleh persetujuan Kementerian Hukum pada 23 Januari 2026 serta disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Dia menjelaskan, sejauh ini, sejumlah Himbara yang sudah lebih dulu ada memiliki fokus segmennya masing-masing, menyesuaikan kapabilitas perusahaan. Misalnya, Bank Mandiri fokus pada segmen wholesale, BRI pada segmen UMKM, dan BTN yang fokus pada segmen perumahan.
Guna melengkapi bank BUMN yang sudah ada, Anggoro menyebut bahwa perseroan akan memfokuskan bisnisnya pada segmen consumer banking serta islamic ecosystem.
“Kami di bangsa Indonesia tentu saja melengkapi produk-produk layanan di masyarakat dengan memfokuskan diri pada consumer banking. Consumer banking yang juga fokus pada islamic ecosystem,” ungkap Anggoro.
Mengingat BSI telah mengantongi license bullion bank pada Februari tahun lalu, maka bullion banking juga menjadi fokus BSI pada tahun ini.
Khusus untuk islamic ecosystem, Anggoro menjelaskan bahwa pihaknya akan menyasar Muhammadiyah, NU, rumah sakit, sektor pendidikan, hingga IHC. Ini sektor-sektor yang kita fokuskan.
“Jadi inilah ceruk pasar yang menjadi fokus kami di bangsa Indonesia, melengkapi dari Himbara yang saat ini sudah memiliki segmen masing-masing,” tuturnya.
Dia mengharapkan status baru BSI sebagai BUMN baru diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih lengkap kepada masyarakat Indonesia serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.