Bisnis.com, JAKARTA — Uni Eropa memastikan Bulgaria tetap akan bergabung dengan zona euro pada 1 Januari 2026, meskipun negara tersebut tengah menghadapi krisis politik dan gelombang demonstrasi besar yang berujung pada mundurnya pemerintahan Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov.
Dilansir The Sofia Globe, Kamis (18/12/2025), juru bicara Komisi Eropa (European Commission/EC) menyampaikan bahwa seluruh keputusan terkait aksesi euro Bulgaria telah diambil dan tetap berlaku.
“Terlepas dari bagaimana situasi politik berkembang, keputusan tersebut tetap berlaku,” ujar juru bicara EC dalam pengarahan rutin di Brussels, Jumat (12/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah parlemen Bulgaria secara resmi menerima pengunduran diri kabinet Zhelyazkov. Pemerintahan tersebut runtuh di tengah aksi protes massal di Sofia dan sejumlah kota lain, termasuk unjuk rasa warga Bulgaria di luar negeri yang menentang koalisi berkuasa.
Dalam pengarahan tersebut, Komisi Eropa juga menanggapi kekhawatiran terkait kemungkinan penundaan adopsi euro, menyusul klaim Presiden Roumen Radev yang menilai Bulgaria belum siap, serta wacana partai oposisi pro-Rusia Vuzrazhdane untuk menunda aksesi selama satu tahun.
Menurut European Commission (EC), Bulgaria telah memenuhi seluruh kriteria utama yang disyaratkan untuk mengadopsi euro.
Secara teknis, Bulgaria telah mengajukan permintaan laporan konvergensi khusus kepada Komisi Eropa dan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Februari 2025.
Laporan yang dirilis pada 4 Juni 2025 menyatakan Bulgaria siap mengadopsi euro mulai 2026. Selanjutnya, seluruh proses persetujuan di tingkat lembaga Uni Eropa telah rampung pada 8 Juli 2025.
Bulgaria sendiri menjadi anggota Uni Eropa sejak 2007. Dalam perjanjian keanggotaan, disebutkan bahwa Bulgaria wajib mengadopsi euro setelah memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Perjanjian tersebut berstatus traktat internasional yang telah diratifikasi, sehingga menurut konstitusi Bulgaria tidak dapat dibatalkan melalui referendum nasional. Atas dasar itu, parlemen Bulgaria berulang kali menolak usulan referendum terkait Euro.
Kepastian masuknya Bulgaria ke zona euro kontras dengan situasi politik dalam negeri. Dalam beberapa pekan terakhir, Bulgaria diguncang aksi protes besar yang dipelopori generasi muda, menyoroti isu korupsi, pengaruh oligarki, dan arah kebijakan pemerintah. Tekanan publik tersebut menjadi salah satu faktor utama runtuhnya pemerintahan Zhelyazkov.
Bagi Uni Eropa, masuknya Bulgaria ke zona euro menjadi langkah strategis memperkuat integrasi ekonomi di kawasan Eropa Timur.
Sementara itu, bagi Bulgaria, adopsi euro diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor, meskipun tantangan politik dan sosial dalam negeri masih membayangi.
Dengan dinamika politik yang belum sepenuhnya mereda, Bulgaria diperkirakan tetap menjadi perhatian media internasional. Namun, dari sudut pandang Uni Eropa, jalur Bulgaria menuju euro kini telah bersifat final. (Angela Keraf)