Bisnis.com, JAKARTA — PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance mencatat pembiayaan investasi hingga kuartal III/2025 mencapai lebih dari Rp1,4 triliun.
Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengemukakan kontribusi pembiayaan investasi tersebut mencapai 30% terhadap total portofolio perusahaan.
“Berdasarkan data terbaru yang dicatatkan oleh WOM Finance, pembiayaan investasi tercatat sudah mencapai lebih dari Rp1,4 triliun hingga periode saat ini di tahun 2025,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip Selasa (4/11/2025).
Cincin meneruskan produk pembiayaan investasi seperti pinjaman dengan jaminan BPKB mobil, baik jenis passenger ataupun commercial car berkontribusi besar terhadap penyaluran pembiayaan produktif.“Hal ini sesuai dengan fokus WOM Finance dalam mendukung pembiayaan usaha dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ucap dia.
Adapun, lanjutnya, pembiayaan investasi di perusahaannya saat ini banyak diserap oleh sektor perdagangan besar dan eceran, aktivitas jasa usaha, serta sektor pertanian, perhutanan, hingga perikanan. Sebab itu, WOM Finance akan memperluas penetrasi ke sektor-sektor potensial yang memiliki prospek pertumbuhan positif.
Sementara itu, Cincin berpendapat permintaan pembiayaan investasi di industri multifinance saat ini dipengaruhi oleh kondisi perubahan regulasi ekonomi nasional, harga instrumen investasi yang meningkat, dan kebutuhan masyarakat. Kemudian, perkembangan aktivitas ekonomi nasional turut memengaruhi pola permintaan pembiayaan di pasar.
Kendati demikian, dia menegaskan bahwa WOM Finance optimistis pembiayaan investasi akan tumbuh positif meski di tengah keadaan dinamika ekonomi saat ini.
“Perusahaan menargetkan total pembiayaan dari segmen investasi mencapai Rp2 triliun, WOM Finance akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola risiko yang baik,” tutupnya.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan investasi di industri pembiayaan per Juni 2025 mencapai Rp177,33 triliun, tumbuh 8,18% year-on-year (YoY).
Statistik OJK turut mencatat total pembiayaan investasi menempati posisi kedua terbesar setelah pembiayaan multiguna. Namun, per Juni 2025 pembiayaan multiguna turun 3,93% YoY menjadi Rp242,32 triliun.
Di sisi lain, pembiayaan modal kerja menempati posisi ketiga seusai pembiayaan investasi. Per Juni 2025 pembiayaan modal kerja tumbuh 6,36% menjadi Rp51,01 triliun.
Adapun secara keseluruhan, piutang pembiayaan di industri multifinance per Agustus 2025 tumbuh 1,26% secara (year on year/YoY) menjadi Rp505,59 triliun. NPF gross 2,51% dan NPF net sebesar 0,85%. Sementara itu, gearing ratio sebesar 2,17 kali.