Bisnis.com, JAKARTA — PT Amartha Mikro Fintek menilai bulan Ramadan kerap menjadi momentum yang dapat meningkatkan pendapatan bagi sejumlah mitra Amartha.
VP Public Relations Amartha Harumi Supit mengatakan momentum ini khususnya dirasakan di sektor konsumsi dan kerajinan tangan.
“Dari sisi Amartha, kami tetap menerapkan tata kelola serta ketentuan credit scoring dalam proses pendanaan sebagaimana biasanya, yang turut diiringi pendampingan literasi digital dan keuangan,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan tujuan Amartha dalam menyejahterakan dan memajukan para UMKM perempuan di perdesaan secara berkelanjutan.
Menilik laman resmi perusahaan atau PT Amartha Mikro Fintek, sejak 2020 Amartha telah menyalurkan modal usaha lebih dari Rp37 triliun. Adapun, usaha mikro yang diberdayakan mencapai lebih dari 3,6 juta usaha.
Sementara itu, tingkat keberhasilan bayar 90 hari alias TKB90 Amartha sebesar 95,61%. Artinya tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) Amartha sebesar 4,39% atau di bawah ketentuan OJK yang sebesar 5%.
Sebagai informasi, PT Amartha Mikro Fintek adalah salah satu anak usaha yang berada di bawah naungan Amartha Financial Group (Amartha Financial).
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi menilai penyaluran pinjaman fintech P2P lending pada Ramadan 2026 akan lebih moderat dibandingkan tahun-tahun tertentu.
“Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, pola konsumsi musiman, dan likuiditas industri, diperkirakan pertumbuhan berada di kisaran 3%—7% [month to month/MtM], bergantung pada segmentasi pembiayaan dan permintaan masyarakat,” ucapnya kepada Bisnis, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, secara historis penyaluran dana pinjaman daring (pindar) pada periode Ramadan, cenderung didominasi oleh pembiayaan konsumtif, terutama untuk kebutuhan hari raya, belanja rumah tangga, dan kebutuhan keagamaan.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan biasanya pada periode Ramadan, penyaluran pendanaan pindar cenderung menunjukkan peningkatan.
“Secara historis, pada periode Ramadan tahun 2024 [Maret 2024], penyaluran pendanaan tumbuh 8,90% [MtM], sementara periode Ramadan tahun 2025 [Maret 2025] penyaluran pendanaan meningkat 3,80% [MtM],” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, PMV, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban RDK Desember 2025, dikutip pada Selasa (3/2/2026).