Bisnis.com, JAKARTA — Penyakit jantung kerap berkembang secara perlahan dengan gejala awal yang samar dan sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa.
Salah satu kondisi yang kerap luput disadari adalah kardiomiopati hipertrofik atau hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Kondisi ini merupakan penyakit jantung genetik yang menyebabkan otot jantung menebal, terutama pada bilik kiri.
Mengutip dari Mayo Clinic, penebalan otot jantung ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, aliran darah dan oksigen bisa berkurang, terutama saat tubuh beraktivitas.
HCM diperkirakan dialami oleh sekitar satu dari 500 orang dewasa di dunia. Namun, banyak penderitanya tidak menyadari kondisi ini karena gejalanya ringan atau muncul secara tidak konsisten.
Tidak ada satu gejala khas yang selalu muncul pada setiap orang dengan HCM. Gejalanya bisa muncul di usia berapa pun dan terkadang memburuk tanpa pemicu yang jelas.
Karena itu, mengenali tanda-tanda HCM dalam kehidupan sehari-hari menjadi penting. Deteksi lebih awal dapat membantu mencegah komplikasi serius, termasuk gangguan irama jantung.
Mengutip dari Healthline, berikut tanda kardiomiopati hipertrofik yang bisa muncul dalam aktivitas sehari-hari:
- Mudah sesak napas saat beraktivitas ringan
Penderita HCM sering merasa cepat kehabisan napas saat melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan, membersihkan rumah, atau bekerja. Hal ini terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah secara optimal.
- Daya tahan tubuh menurun saat berolahraga
Aktivitas fisik yang dulu terasa ringan bisa menjadi lebih berat dari biasanya. Pada beberapa orang, keluhan ini hanya muncul saat berolahraga.
- Pusing atau terasa melayang saat berdiri atau beraktivitas
Rasa pusing setelah berdiri atau bergerak bisa menandakan gangguan aliran darah. Pada HCM, kondisi ini dapat disertai rasa hampir pingsan.
- Mudah lelah dan kekurangan energi
Rasa lelah yang tidak wajar dan tidak membaik meski sudah beristirahat bisa menjadi tanda HCM. Kondisi ini dapat membatasi aktivitas harian secara signifikan.
- Denyut jantung terasa berdebar atau tidak teratur
Sensasi jantung berdebar, bergetar, atau berdetak tidak teratur dapat muncul sesekali. Jika sering terjadi atau disertai pusing dan nyeri dada, kondisi ini perlu diperiksakan.
- Nyeri dada, terutama saat aktivitas fisik
Sebagian penderita HCM mengalami nyeri dada saat berolahraga atau beraktivitas berat. Nyeri ini berkaitan dengan kebutuhan oksigen jantung yang meningkat.
HCM tidak selalu menimbulkan gejala yang mencolok, sehingga sinyal-sinyal kecil dari tubuh sering kali menjadi petunjuk awal untuk menjaga kesehatan jantung.
Meski dapat berkaitan dengan kondisi lain, perubahan yang muncul tiba-tiba atau semakin sering sebaiknya tidak diabaikan dan perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis.