Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun diketahui bahwa otak berubah seiring bertambahnya usia, sebuah studi baru-baru ini yang menganalisis lebih dari 3.000 pemindaian otak menemukan bahwa masalah metabolisme memengaruhi otak melalui jalur biologis yang berbeda dari penuaan.
Para peneliti menemukan bahwa kedua sumbu tersebut beroperasi secara independen satu sama lain, artinya seseorang dapat relatif muda namun mengalami perubahan otak yang terkait dengan kesehatan metabolisme yang buruk. Perubahan ini, yang didorong oleh faktor metabolisme, juga terkait dengan kinerja kognitif di dunia nyata.
Melansir medicalxpress, orang dengan kesehatan metabolisme yang lebih buruk umumnya lebih kesulitan dengan tugas-tugas yang membutuhkan fleksibilitas kognitif, atau kemampuan untuk beralih antara tuntutan yang bersaing. Hubungan ini paling kuat pada perempuan.
Sumbu penuaan memengaruhi otak dengan mengikis integritas strukturalnya. Ini termasuk penipisan lapisan luar otak dan disfungsi vaskular, yang memperlambat aliran darah melalui pembuluh darah otak. Sumbu metabolisme bekerja secara berbeda. Alih-alih satu pendorong utama, terdapat banyak faktor, termasuk berat badan, tekanan darah, dan kolesterol, yang semuanya bekerja bersama-sama.
Efek bersama mereka adalah penurunan perfusi serebral, yaitu, lebih sedikit darah yang benar-benar mencapai otak.
Temuan ini dipublikasikan di PLOS Biology.
Otak dan tubuh sangat terhubung. Namun, ketika para ilmuwan mempelajari penuaan, kedua komponen tersebut diperiksa secara terpisah, yang menyebabkan gambaran yang tidak lengkap tentang proses biologis yang terlibat.
Ketidaksesuaian ini menonjol ketika mempertimbangkan bahwa penanda klinis rutin seperti BMI, tekanan darah, lipid darah, dan pengukuran terkait glukosa mudah dikumpulkan, namun masih belum jelas seberapa baik mereka mencerminkan kesehatan otak. Sebaliknya, teknik MRI canggih dapat secara langsung menangkap struktur otak, konektivitas, dan aliran darah secara detail, tetapi teknik ini sebagian besar masih belum diterapkan dalam perawatan klinis rutin.
Para peneliti menemukan bahwa kesehatan otak dibentuk bukan hanya oleh penuaan, tetapi oleh dua "sumbu" yang terpisah dan independen: satu terkait dengan penuaan itu sendiri dan yang lainnya terkait dengan kesehatan metabolisme. Pola ini terlihat pada pria dan wanita. Penuaan memengaruhi berbagai wilayah otak, sedangkan kesehatan metabolisme yang buruk terutama menargetkan suplai darah ke otak.
Para peneliti mencatat bahwa sifat independen dari kedua sumbu tersebut menjadikan kesehatan metabolisme sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Meskipun seseorang tidak dapat menghentikan penuaan, orang dapat mengelola berat badan, kolesterol, dan tekanan darah mereka untuk melindungi suplai darah ke otak dan, pada gilirannya, kesehatannya.
Penelitian di masa mendatang menggunakan panel biomarker yang lebih luas mungkin dapat membantu mengungkap hubungan yang lebih dalam antara tubuh dan otak di luar metabolisme. Sampai saat itu, temuan ini memperjelas bahwa kesehatan metabolisme bukan hanya tentang jantung atau diabetes, karena secara langsung terkait dengan aliran darah otak dan kognisi. Sebagai faktor yang dapat dimodifikasi, hal ini layak mendapat tempat yang lebih sentral dalam pesan kesehatan masyarakat tentang kesehatan otak.