Bisnis.com, MALANG — Konsumsi produk LPG di Jatim naik 4,2% pada periode Nataru 2025/2026. Adapun konsumsi bahan bakar minyak (BBM/gasoline) dan avtur cenderung sama, dan gasoil justru turun karena berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan Pertamina Patra Niaga resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) 2025/2026 pada pekan lalu, Sabtu (11/1/2026). Tim telah menjaga pasokan energi dengan aman pada masa Natal dan Tahun Baru, mulai dari arus pergi hingga arus balik.
“Pada masa arus pergi dan arus balik, perjalanan masyarakat Jatim terpantau aman dan lancar,” ujarnya dikutip, Rabu (21/1/2026).
Adapun angka kecelakaan turun dibanding tahun sebelumnya berdasar data yang dilansir Polda Jatim. Selain pengaturan lalu lintas yang patut diapresiasi, sejumlah peran pendukung seperti sarana beristirahat dan ketersediaan energi memegang peranan penting dalam berkurangnya risiko kecelakaan.
Dia mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran layanan energi selama masa Satgas.
“Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders, baik dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media. Apresiasi yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang turut mendukung kelancaran operasional selama masa Satgas,” ujar Yudha.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan ketersediaan stok BBM, LPG, dan Avtur selama masa Satgas terjaga dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari 8 hingga 15 hari tergantung produk dan wilayah.
Selama masa Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan kesiapan infrastruktur distribusi di Jatim melalui pengoperasian 6 Terminal BBM (Fuel dan Integrated Terminal), 1010 SPBU, 33 SPBUN, 961 Agen LPG, dan 5 Aviation Fuel Terminal. Operasional ini dikendalikan melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam penuh.
“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama untuk wilayah-wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat senantiasa terpenuhi,” ucapnya. (K24)