#30 tag 24jam
Barantin lepas ekspor 459 ton durian beku ke China
Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor 459 ton durian beku ke China senilai Rp42,5 miliar dari Palu, ... [367] url asal
#barantin #sahat-manaor-panggabean #ekspor-durian #ekspor-pangan #durian-beku #china
Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor 459 ton durian beku ke China senilai Rp42,5 miliar dari Palu, Sulawesi Tengah.
Kepala Barantin Sahat M. Panggabean mengatakan ekspor tersebut merupakan hasil proses panjang pembukaan akses pasar setelah penandatanganan protokol ekspor durian beku Indonesia–China pada 25 Mei 2025.
“Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak, mulai dari petani hingga pemerintah,” kata Sahat berdasarkan keterangannya, Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan, hingga kini tercatat sebanyak 151 kontainer durian telah dikirim ke China dengan nilai ekonomi mencapai Rp377,5 miliar.
Sebelumnya, ekspor durian Indonesia ke China belum dilakukan secara langsung dan harus melalui negara perantara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia sebelum akhirnya masuk ke pasar tujuan.
Menurut Sahat, Ekspor langsung ke China memangkas waktu logistik dari sebelumnya sekitar 56 hari menjadi 22–26 hari, sekaligus menurunkan biaya distribusi hingga dua kali lipat sehingga meningkatkan arus kas pelaku usaha.
Ia menegaskan, pihaknya terus menjamin kualitas dan keamanan pangan produk ekspor melalui pemenuhan standar internasional untuk menjaga kepercayaan pasar global.
Sementara itu, Kepala Karantina Sulawesi Tengah Alfian menyebut pada periode Januari–April 2026, ekspor durian beku ke China telah mencapai 4.077 ton berdasarkan data sistem Best Trust.
“Ekspor langsung ke China selain memangkas biaya logistik, juga memberikan peluang keuntungan besar karena harga durian di sana 5–7 kali lebih tinggi dibandingkan harga lokal,” ungkapnya.
Alfian menjelaskan, Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah utama ekspor karena tujuh dari delapan rumah kemas durian beku yang telah memenuhi syarat ekspor berada di wilayah tersebut.
Berdasarkan data pemerintah daerah, Sulawesi Tengah memiliki sekitar 3,7 juta pohon durian dengan produksi mencapai 95.140 ton pada 2025, yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, terutama Poso dan Parigi Moutong.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan ekspor langsung tersebut juga memperkuat posisi daerah sebagai sentra durian nasional yang mampu menembus pasar global.
“Keberhasilan ini menegaskan durian asal Sulawesi Tengah sebagai representasi daerah menuju raja durian dunia,” ucap Anwar.
Pemerintah menilai permintaan durian di China yang mencapai sekitar 8 miliar dolar AS per tahun menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan devisa melalui ekspor komoditas hortikultura unggulan.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Kemendag: Ekspor Perdana Durian Beku RI ke China Tembus Rp2,08 Miliar
Ekspor perdana durian beku Indonesia ke China mencapai Rp2,08 miliar, menandai diterimanya standar kualitas hortikultura RI di pasar global. [518] url asal
#ekspor-durian #durian-beku #durian-beku-indonesia #ekspor-durian-china #durian-indonesia #pasar-durian-china #produk-hortikultura-indonesia #standar-kualitas-hortikultura #durian-kering #pasta-durian
(Bisnis.Com - Ekonomi) 16/01/26 23:11
v/105588/
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat ekspor perdana durian beku asal Indonesia berhasil menembus pasar China dengan nilai mencapai US$123,84 ribu atau setara Rp2,08 miliar.
Adapun, sebanyak 23 ton durian beku produksi PT Amerta Nadi Agro Cemerlang dari Sulawesi Tengah itu tiba di Pelabuhan Qinzhou, China, pada Selasa (6/1/2026).
Atase Perdagangan RI Beijing Budi Hansyah menyebut bahwa keberhasilan ekspor durian beku ini menjadi bukti diterimanya standar kualitas hortikultura Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk hortikultura berkualitas tinggi di pasar internasional.
“Ekspor langsung ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar global. Durian beku yang dikirimkan telah memenuhi berbagai standar yang ditetapkan otoritas China mulai dari keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, hingga persyaratan mutu produk,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (16/1/2026).
Budi menambahkan, masuknya durian beku Indonesia ke pasar Negeri Tirai Bambu itu telah memperoleh persetujuan Badan Karantina Indonesia (Barantin) serta diproses sesuai ketentuan kepabeanan dan melalui pengawasan karantina yang berlaku di China.
“Hal ini menegaskan kepercayaan otoritas China terhadap sistem karantina serta jaminan mutu produk pertanian Indonesia,” jelasnya.
Durian beku asal Indonesia tersebut selanjutnya akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering, durian kering beku, hingga pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di China.
Lebih lanjut, Budi menyebut Kemendag terus mendorong pelaku usaha nasional mengembangkan produk olahan bernilai tambah, seiring tingginya minat pasar China terhadap varian seperti durian kering dan pasta durian untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Di samping itu, sambung dia, Kemendag juga akan terus memfasilitasi promosi dan penguatan jejaring bisnis agar semakin banyak produk unggulan Indonesia mampu bersaing di pasar China.
Budi menyatakan Kemendag terbuka untuk berdiskusi, berbagi informasi, serta menghubungkan pelaku usaha, sekaligus mengundang mitra China untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk membangun hubungan yang kuat dan meningkatkan nilai perdagangan kedua negara.
Menurut Budi, kehadiran durian beku Indonesia di pasar China juga mendukung pengembangan Pusat Perdagangan Buah China—Asean yang berlokasi di Qinzhou. Pelabuhan ini merupakan simpul logistik utama Asia Tenggara yang didukung layanan kepabeanan cepat serta fasilitas pemeriksaan dan pengujian terintegrasi.
Menurutnya, dukungan infrastruktur Pelabuhan Qinzhou, kawasan berikat, serta jaringan logistik laut dan kereta barang yang menjangkau wilayah pedalaman China mampu memperkuat daya saing produk hortikultura bernilai tambah Indonesia.
“Memperkuat ekspor melalui pelabuhan Qinzhou tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok produk hortikultura dari Asia Tenggara, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar ke berbagai wilayah strategis di China,” tuturnya.
Untuk diketahui, Pelabuhan Qinzhou merupakan gerbang internasional Koridor Baru Darat—Laut Barat yang pada 2025 mengoperasikan 44 rute pelayaran ke negara-negara Asean.
Pada 2026, seiring dibukanya proyek Terusan Pinglu, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi jalur laut paling strategis bagi wilayah barat daya China dan berpotensi menurunkan biaya logistik produk pertanian dari Indonesia dan Asean hingga 30%.
Adapun pada Januari—November 2025, total perdagangan Indonesia—China tercatat mencapai US$138,34 miliar atau tumbuh 12,52% secara tahunan. Kemendag mencatat ekspor Indonesia ke China pada periode tersebut mencapai US$60,30 miliar, sementara total perdagangan kedua negara pada 2024 tercatat sebesar US$136,59 miliar.
RI ekspor perdana durian beku ke Tiongkok senilai Rp2,08 miliar
Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Beijing melaporkan Indonesia berhasil melakukan ekspor perdana durian beku ke ... [497] url asal
#kemendag #ekspor-durian-beku #ekspor-durian #indonesia-tiongkok
ini mengingat besarnya potensi pasar di Tiongkok yang menunjukkan minat tinggi terhadap varian produk seperti durian kering hingga pasta durian
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Beijing melaporkan Indonesia berhasil melakukan ekspor perdana durian beku ke Tiongkok sebanyak 23 ton dengan nilai 123,84 ribu dolar AS atau setara Rp2,08 miliar.
Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, Atdag Beijing Budi Hansyah mengatakan produk durian beku tersebut merupakan produksi dari PT Amerta Nadi Agro Cemerlang asal Sulawesi Tengah.
Ia menyampaikan ekspor durian beku ini menjadi bukti nyata diterimanya standar kualitas hortikultura Indonesia di pasar global.
Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisinya sebagai pemasok produk hortikultura berkualitas tinggi di pasar internasional.
"Ekspor langsung ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar global. Durian beku yang dikirimkan telah memenuhi berbagai standar yang ditetapkan otoritas Tiongkok mulai dari keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, hingga persyaratan mutu produk,” ujar Budi.
Budi menambahkan, masuknya durian beku Indonesia ke pasar Tiongkok telah memperoleh persetujuan Badan Karantina RI serta diproses sesuai ketentuan kepabeanan dan melalui pengawasan karantina yang berlaku di Tiongkok.
Durian beku Indonesia ini akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering, durian kering beku, dan pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Tiongkok.
Melihat besarnya potensi durian olahan di pasar
Tiongkok, Budi pun mengajak para pelaku usaha di tanah air untuk menjajaki peluang ekspor durian bernilai tambah ke Tiongkok.
"Kemendag terus memotivasi para pelaku usaha di tanah air untuk merambah produk olahan bernilai tambah. Hal ini mengingat besarnya potensi pasar di Tiongkok yang menunjukkan minat tinggi terhadap varian produk seperti durian kering hingga pasta durian," jelas Budi.
Budi menegaskan Kemendag terus memfasilitasi promosi dan penguatan jejaring bisnis agar lebih banyak produk unggulan Indonesia dapat bersaing di pasar Tiongkok.
Menurut Budi, kehadiran durian beku Indonesia di Tiongkok turut mendukung pengembangan Pusat
Perdagangan Buah Tiongkok-ASEAN yang terletak di Qinzhou.
Pelabuhan ini adalah simpul logistik utama bagi kawasan Asia Tenggara yang didukung layanan kepabeanan cepat serta fasilitas pemeriksaan dan pengujian terintegrasi.
Sejalan dengan itu, dukungan infrastruktur pelabuhan Qinzhou, kawasan berikatnya, serta jaringan logistik laut dan kereta barangnya yang menjangkau wilayah pedalaman Tiongkok akan bermanfaat memperkuat daya saing produk hortikultura bernilai tambah Indonesia.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, produk Indonesia dapat menjangkau pasar Tiongkok secara lebih cepat dan kompetitif. Sementara itu, untuk durian beku Indonesia, distribusinya akan semakin luas dan efisien.
"Memperkuat ekspor melalui pelabuhan Qinzhou tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok produk hortikultura dari Asia Tenggara, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar ke berbagai wilayah strategis di Tiongkok," ujar Budi
Pada Januari-November 2025, total perdagangan Indonesia dengan Tiongkok tercatat sebesar 138,34 dolar AS miliar atau meningkat 12,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor Indonesia ke Tiongkok pada periode Januari-November 2025 tercatat sebesar 60,30 miliar dolar AS. Sementara itu, pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai 136,59 miliar dolar AS.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Ekspor Durian Asia Tenggara 2025: Dominasi Thailand, Vietnam Melaju, RI Mulai Masuk
Sepanjang 2025, durian kembali menjadi komoditas hortikultura bernilai tinggi di Asia Tenggara. [1,067] url asal
#durian #indepth #durian-beku #ekspor-durian #durian-musang-king #durian-vietnam #eksportir-durian
(Kompas.com - Money) 15/01/26 09:19
v/104012/
JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang 2025, durian kembali menjadi komoditas hortikultura bernilai tinggi di Asia Tenggara.
Perdagangan lintas negara di kawasan ini menunjukkan dinamika yang beragam, ada negara yang mencatat kenaikan volume ekspor, ada yang membukukan lonjakan nilai perdagangan, sementara sebagian lainnya justru menghadapi penurunan produksi.
Di tengah pergeseran itu, pasar China tetap menjadi tujuan utama ekspor durian Asia Tenggara, sekaligus penentu arah kebijakan produksi dan standar mutu di tingkat hulu.
PEXELS/JOHN ESCUDERO Ilustrasi durian, buah durian.
Thailand: volume besar, nilai tertekan
Thailand masih menempati posisi utama sebagai eksportir durian di Asia Tenggara. Sepanjang 2025, negara ini melaporkan volume ekspor durian mencapai sekitar 982.000 ton.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, di sisi lain, nilai ekspor justru mengalami penurunan dan tercatat sekitar 125,9 miliar baht.
Sejumlah laporan media Thailand menyebutkan bahwa penurunan nilai ekspor ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan tekanan standar mutu dari negara tujuan, terutama China.
Beberapa kontainer durian Thailand sempat mengalami penolakan di pelabuhan tujuan akibat persoalan dokumen dan hasil uji residu kimia.
Direktur Jenderal Departemen Promosi Perdagangan Internasional (DITP) Thailand Sunanta Kangvalkulkij mengatakan bahwa perbaikan sistem logistik lintas batas menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga arus ekspor tetap lancar.
"Youyiguan adalah perlintasan perbatasan darat tersibuk untuk durian Thailand di China," ujar Kangvalkulkij.
PEXELS/TOM FISK Ilustrasi durian. Durian Parigi Moutong, primadona baru pasar ekspor InternasionalYouyiguan adalah Pos Lintas Batas Persahabatan (Friendship Pass) antara China dan Vietnam yang menjadi jalur utama durian Thailand masuk ke China.
Ia menjelaskan, peningkatan efisiensi pemeriksaan, digitalisasi dokumen, serta percepatan uji laboratorium di perbatasan membantu menjaga volume ekspor tetap tinggi meskipun tekanan harga masih terasa di tingkat petani dan eksportir.
Vietnam: lonjakan nilai ekspor hingga miliaran dolar AS
Berbeda dengan Thailand, Vietnam justru mencatat lonjakan signifikan dari sisi nilai ekspor. Sepanjang 2025, pendapatan ekspor durian Vietnam diperkirakan mendekati 4 miliar dollar AS.
Angka ini menempatkan durian sebagai salah satu komoditas hortikultura utama Vietnam.
Data yang dikutip media pemerintah Vietnam menyebutkan bahwa hingga akhir November 2025, Vietnam telah mengekspor sekitar 885.000 ton durian ke China dengan nilai lebih dari 3,2 miliar dollar AS.
Selain China, durian Vietnam juga diekspor ke Hong Kong, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, pemerintah Vietnam mengakui masih adanya tantangan struktural. Produksi durian sebagian besar berasal dari kebun skala kecil dengan tingkat standardisasi yang belum merata.
Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Lingkungan Provinsi Dak Lak Dang Thi Thuy menyatakan bahwa kepatuhan terhadap standar teknis masih menjadi pekerjaan rumah besar.
“Area produksi masih terfragmentasi, dan kepatuhan terhadap persyaratan residu pestisida dan ketelusuran masih belum konsisten,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari VietnamPlus.
Pelaku usaha Vietnam juga mendorong diversifikasi produk.
Le Minh Tam, seorang eksportir durian, mengatakan bahwa ketergantungan pada durian segar membuat industri rentan terhadap perubahan kebijakan di negara tujuan. Menurut dia, pengembangan produk olahan dan durian beku menjadi salah satu strategi yang mulai dipertimbangkan serius pada 2025.
KOMPAS.com/YUHARRANI AISYAH Bunga durian musang king sudah mekar di Tana Durian Klaten, nantinya akan tumbuh menjadi buah.Malaysia: mengandalkan durian premium
Malaysia mengambil jalur berbeda dalam perdagangan durian. Negara ini lebih menekankan ekspor varietas premium, terutama Musang King, yang menyasar segmen pasar menengah atas di China.
Sepanjang 2025, Malaysia memperluas akses ekspor durian segar ke China, melengkapi ekspor durian beku dan produk olahan yang sudah lebih dulu masuk.
Data yang dikutip kantor berita Bernama menunjukkan bahwa secara kumulatif sejak 2018 hingga 2025, Malaysia telah mengekspor puluhan ribu ton durian dan produk turunannya ke China dengan nilai mencapai miliaran ringgit.
Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi menyebut durian sebagai bagian dari strategi ekonomi yang lebih luas.
“Diplomasi durian bukan sekadar diplomasi, ini adalah bisnis durian. Kita perlu bekerja sama dengan para pengusaha China untuk lebih mengembangkan perkebunan Musang King di Malaysia, dan kita juga harus bersama-sama memperkuat industri hilir,” kata Zahid, seperti dikutip dari Bernama.
Pernyataan tersebut mencerminkan fokus Malaysia pada penguatan rantai nilai, mulai dari budidaya hingga industri hilir, untuk mempertahankan posisi di segmen premium.
Filipina: ekspor turun akibat produksi melemah
Kondisi berbeda terjadi di Filipina. Sepanjang 2025, ekspor durian negara ini justru mengalami penurunan tajam.
Presiden Asosiasi Eksportir Durian Filipina (DEAP) Larry Miculob mengatakan bahwa ekspor durian Filipina ke China pada 2025 hanya sekitar 5 juta kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan periode puncak beberapa tahun sebelumnya.
PIXABAY/CO DINH Ilustrasi durian, buah durian.“Ini (2025) bukan tahun yang baik untuk kami, bukan karena pasar, tapi karena produksi,” tutur Miculob, dikutip dari MindaNews.
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem dan penurunan produktivitas pohon durian menjadi faktor utama merosotnya pasokan ekspor.
Dalam kondisi tersebut, pangsa pasar Filipina di China tetap kecil, bahkan disebut masih di bawah 1 persen, tertinggal dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Indonesia: langkah awal ekspor lewat durian beku
Indonesia mulai menapaki pasar ekspor durian secara lebih konkret pada akhir 2025.
Badan Karantina (Barantin) melaporkan pelepasan ekspor perdana durian beku ke China sebanyak 48 ton pada 15 Desember 2025.
Kepala Barantin Sahat M Panggabean dalam rilis resminya menyebut bahwa pengiriman ini menjadi bagian dari upaya membuka akses pasar dan membangun kepercayaan buyer internasional terhadap durian Indonesia.
Ekspor durian beku dipilih sebagai tahap awal karena dinilai lebih mudah memenuhi persyaratan karantina dan standar keamanan pangan dibandingkan durian segar.
“Diterimanya durian beku Indonesia di Tiongkok membuktikan bahwa sistem karantina nasional telah diakui dan dipercaya mampu menjamin standar kesehatan dan mutu produk sesuai persyaratan internasional,” tutur Sahat.
Langkah ini sekaligus menandai masuknya Indonesia ke peta perdagangan durian Asia Tenggara, meskipun skalanya masih relatif kecil dibandingkan negara tetangga.
Pasar China dan pengetatan standar
Hampir seluruh laporan dari negara-negara Asia Tenggara menempatkan China sebagai pasar utama durian pada 2025.
Namun, ketergantungan tinggi terhadap satu pasar ini juga diiringi dengan pengetatan standar teknis.
SHUTTERSTOCK/MR.ARTHID VONGSAWAN Ilustrasi durianVietnam dan Thailand sama-sama melaporkan adanya pemeriksaan ketat terkait residu pestisida dan ketelusuran asal produk pada awal 2025.
Pengetatan tersebut sempat memperlambat arus ekspor, sebelum akhirnya kembali normal setelah eksportir menyesuaikan prosedur dan sertifikasi.
Di sisi lain, beberapa negara mulai melirik diversifikasi pasar, meskipun porsinya masih terbatas.
Durian beku dan produk olahan dilaporkan mulai masuk ke pasar Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan volume yang belum sebesar ekspor ke China.
Sepanjang 2025, dinamika ekspor durian Asia Tenggara memperlihatkan bagaimana komoditas ini tidak lagi sekadar hasil pertanian, tetapi telah menjadi bagian dari strategi perdagangan, diplomasi ekonomi, dan penguatan industri pangan di kawasan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Durian beku Indonesia resmi masuk pasar China
Produk durian beku asal Indonesia resmi masuk dan didistribusikan langsung ke pasar China melalui Pelabuhan Qinzhou.Pengiriman perdana dilepas Kepala Badan ... [366] url asal
#badan-karantina-indonesia #durian-beku #ekspor-durian #china #barantin
Jakarta (ANTARA) - Produk durian beku asal Indonesia resmi masuk dan didistribusikan langsung ke pasar China melalui Pelabuhan Qinzhou.
Pengiriman perdana dilepas Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada 15 Desember 2025 lalu dan tiba di Pelabuhan Qinzhou pada 6 Januari 2026, setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan kepabeanan dan standar karantina.
“Diterimanya durian beku Indonesia di China membuktikan bahwa sistem karantina nasional telah diakui dan dipercaya mampu menjamin standar kesehatan dan mutu produk sesuai persyaratan internasional,” kata Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Barantin menyebutkan pengiriman perdana durian beku Indonesia ke China tersebut memiliki volume sekitar 48 ton.
Ia menjelaskan penerimaan durian beku tersebut merupakan implementasi protokol karantina ekspor durian beku yang telah disepakati secara resmi antara otoritas Indonesia dan China melalui konsultasi teknis dan kerja sama bilateral dalam beberapa tahun terakhir.
Kepercayaan pasar China, lanjut Sahat, dibangun melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh dari hulu hingga hilir, mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman, guna memastikan aspek keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, dan mutu produk.
Penerimaan perdana durian beku Indonesia tersebut juga mendukung pengembangan Pusat Perdagangan Buah China-ASEAN sebagai simpul logistik utama perdagangan buah kawasan Asia Tenggara dengan fasilitas kepabeanan dan pemeriksaan terintegrasi.
Pada 2025, Pelabuhan Qinzhou mengoperasikan 44 rute pelayaran ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari Koridor Baru Darat—Laut Barat China.
Sementara itu, dengan dibukanya Terusan Pinglu pada 2026, Pelabuhan Qinzhou diproyeksikan menjadi jalur laut strategis wilayah barat daya China yang mampu menurunkan biaya logistik produk pertanian ASEAN hingga 30 persen.
Sahat mengatakan peran karantina tidak hanya terbatas pada pengendalian risiko organisme pengganggu tumbuhan karantina, tetapi juga berperan mendukung ekspor nasional dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.
Ia menambahkan capaian ekspor durian beku tersebut menjadi pijakan untuk memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia lainnya.
“Capaian ini menjadi pijakan untuk memperluas ekspor produk pertanian Indonesia lainnya, dengan dukungan sistem karantina yang kuat dan kerja sama internasional yang berkelanjutan,” kata Sahat.
Kegiatan penerimaan perdana durian beku Indonesia di Qinzhou turut dihadiri Konselor Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di China, perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia, Wakil Wali Kota Qinzhou, serta pejabat kawasan industri China–Malaysia Qinzhou.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Durian beku Indonesia resmi beredar di pasar China
Durian beku asal Indonesia semakin meramaikan pasar di China dengan kedatangan 23 ton produk tersebut di pelabuhan Qinzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang di ... [524] url asal
Beijing (ANTARA) - Durian beku asal Indonesia semakin meramaikan pasar di China dengan kedatangan 23 ton produk tersebut di pelabuhan Qinzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang di Tiongkok bagian selatan pada Selasa (6/1).
"Kedatangan kontainer durian beku ini menandai dimulainya distribusi langsung durian beku Indonesia ke pasar China melalui jalur transportasi laut, sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama perdagangan pertanian antara Indonesia dan China," kata Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing Budihansyah dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Beijing, Rabu.
Kontainer itu berangkat dari Jakarta pada 26 Desember dan setelah tiba di Pelabuhan Qinzhou, durian beku tersebut diproses sesuai dengan ketentuan kepabeanan dan pengawasan karantina yang berlaku di China sesuai kesepakatan resmi antara antara Otoritas Kepabeanan Tiongkok (GACC) dan Badan Karantina Indonesia pada Mei tahun lalu.
Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam pengiriman durian beku adalah aspek ketertelusuran (traceability).
Durian beku itu kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk bernilai tambah antara lain durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering beku (freeze-dried) dan pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di China.
"Ekspor ini mencerminkan kepercayaan otoritas China terhadap sistem karantina dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia. Melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh, durian beku Indonesia dipastikan memenuhi standar keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, dan kualitas produk sesuai dengan persyaratan pasar China," tambah Budihansyah.
Budihansyah pun mengundang lebih banyak mitra bisnis dari Indonesia maupun China untuk ikut dalam pasar durian di Tiongkok.
Terlebih dengan dibukanya Terusan Pinglu secara resmi, Pelabuhan Qinzhou diproyeksikan menjadi jalur akses laut strategis di wilayah barat daya China sehingga dapat menurunkan biaya logistik produk pertanian dari Asia Tenggara termasuk Indonesia hingga 30 persen.
Durian beku (Durio zibethinus) yang dapat diekspor sesuai protokol karantina adalah yang berupa daging buah durian (pulp), durian pasta (puree), dan buah durian utuh (whole durian) dari buah durian segar dan matang yang ditanam di Indonesia.
Setelah diproses menjadi "pulp", "puree" atau "whole durian", selanjutnya durian dibekukan pada suhu -30°C atau lebih rendah menggunakan proses pembekuan cepat (Quick freezing process) yang sesuai dan dipertahankan pada suhu inti -18°C atau lebih rendah.
Durian beku yang diekspor harus dipilih secara manual untuk menghilangkan buah yang busuk dan rusak serta memastikan buah bebas dari benda asing.
Dari sertifikasi Badan Karantina Indonesia (Barantin) tercatat bahwa pada periode Januari hingga November 2025 Indonesia mengekspor komoditas durian sebanyak 10.162 ton dengan berbagai variasi produk seperti dalam bentuk daging durian, pasta serta durian utuh.
Lima negara tujuan ekspor durian Indonesia yaitu Thailand sebanyak 6.003 ton, Cina 2.574 ton, Malaysia 1.532 ton, Hong Kong 15 ton dan Jerman 6 ton.
Impor durian China sendiri mencapai rekor 6,99 miliar dolar AS pada 2024, menurut data bea cukai China.
Sekitar 57 persen dari impor tersebut berasal dari Thailand, sementara Vietnam menyumbang 38 persen. Kamboja, Malaysia, dan Filipina mengirimkan volume yang lebih kecil.
Lebih dari 90 persen seluruh ekspor durian di dunia masuk ke pasar China karena durian kerap menjadi hadiah dalam acara-acara formal seperti pernikahan.
Satu buah durian dengan berat 6 kg dapat dijual hingga 200 yuan (28 dolar AS) di Tiongkok.
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Rebutan Pasar China: Peta Persaingan Ekspor Durian Asia Tenggara 2025
Pada 2025, peta persaingan ekspor durian Asia Tenggara kian padat. [1,172] url asal
#durian #musang-king #indepth #durian-beku #ekspor-durian #durian-thailand #ekspor-durian-vietnam
(Kompas.com - Money) 31/12/25 16:22
v/89874/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pada 2025, peta persaingan ekspor durian Asia Tenggara kian padat.
Thailand, pemain lama yang identik dengan durian ekspor, masih berusaha menjaga dominasi, tetapi Vietnam semakin agresif mengejar dengan volume besar, rantai pasok yang kian rapi, dan keunggulan logistik menuju China.
Di sisi lain, Malaysia bergerak di jalur berbeda, yaitu membangun narasi durian premium seperti Musang King, setelah akses ekspor durian segar ke China terbuka.
PEXELS/JOHN ESCUDERO Ilustrasi durian, buah durian.Indonesia pun mulai menapaki babak baru, ketika durian beku perdana dikirim langsung ke pasar China pada penghujung 2025. Ini menandai pintu yang selama ini lebih dulu dibuka Thailand dan Vietnam.
Di balik persaingan itu, satu pasar menjadi medan utama, China. Ketika permintaan di sana naik, negara-negara produsen berlomba memperkuat protokol karantina, sertifikasi kebun, hingga pengujian residu.
Ketika aturan mengetat, negara yang paling cepat menyesuaikan akan menang tempo.
Vietnam menekan gas: rekor September dan dorongan hingga akhir tahun
Salah satu penanda kompetisi 2025 adalah lonjakan nilai ekspor durian Vietnam pada kuartal III 2025. Data bea cukai Vietnam yang menunjukkan September 2025 menjadi bulan rekor.
Vietnam Investment Review melaporkan, pada September 2025 saja, nilai ekspor durian Vietnam mencapai 972 juta dollar AS, naik sekitar 45 persen dibanding setahun sebelumnya. Dari angka itu, ekspor ke China disebut mencapai 960 juta dollar AS, naik 52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Untuk akumulasi sembilan bulan pertama 2025, nilai ekspor durian Vietnam mendekati 2,8 miliar dollar AS.
PIXABAY/CO DINH Ilustrasi durian, buah durian.Menjelang penghujung tahun, tren itu belum mereda. The Star menulis, nilai ekspor durian Vietnam pada 10 bulan pertama 2025 menembus lebih dari 3,33 miliar dollar AS, mengacu pada data kepabeanan.
Bagi Vietnam, keunggulan bukan hanya angka, melainkan juga harga dan jarak tempuh.
"Secara rata-rata, setiap ton ekspor durian Vietnam mencapai 3.696 dollar AS, 15 persen lebih rendah dibandingkan durian Thailand," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Buah dan Sayur Vietnam Dang Phuc Nguyen, dikutip dari VietnamPlus.
Durian Vietnam bisa masuk lebih cepat ke China, terutama lewat jalur darat, sehingga bersaing ketika musim panen negara lain menyusut.
Thailand bertahan di tengah standar ketat: isu residu, tes lab, dan penyaringan ekspor
Thailand masih menjadi rujukan utama durian ekspor Asia Tenggara, tetapi 2025 memperlihatkan tekanan yang lebih kentara dari sisi regulasi dan kualitas.
Pemberitaan di Thailand pada awal 2025 menyorot dinamika pengujian residu, termasuk kewajiban sertifikat uji tertentu untuk masuk China.
Khaosod English mewartakan dampak aturan uji (yang membuat kontainer tertahan/ditolak) serta ketatnya pemeriksaan di pintu masuk China.
China secara acak menginspeksi lebih dari 50 persen pengiriman durian dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia, di mana prosesnya memakan waktu hingga sepekan.
Di sisi lain, The Nation Thailand pada Januari 2025 melaporkan pemerintah Thailand menyiapkan pengujian dan pengiriman hasil uji kepada otoritas China.
Direktur Jenderal Departemen Pertanian Thailand Rapeepat Chansriwong dikutip mengatakan pihaknya mengumpulkan sampel dan menyerahkan hasil uji kepada China, sembari menyebut GACC mengizinkan ekspor durian Thailand dalam pengiriman tertentu setelah proses itu.
PIXABAY/najibzamri Ilustrasi durian.Dinamika ini penting karena memengaruhi biaya, waktu, dan kepastian pasokan. Ketika pemeriksaan makin ketat, eksportir harus menanggung biaya lab dan risiko keterlambatan.
Dalam persaingan dengan Vietnam, yang menonjolkan kecepatan pengiriman, faktor hari menjadi berarti.
Malaysia: mengejar peluang “durian segar” dan menguatkan segmen premium
Malaysia memasang strategi berbeda, tidak selalu bersaing di volume, melainkan membangun posisi sebagai pemasok durian premium.
Meski begitu, Malaysia juga mengejar peningkatan pangsa pasar China sejak akses durian segar terbuka.
FreshPlaza melaporkan, Malaysia mengirim durian segar ke China pada 2024 dan mencatat nilai pengiriman 24,8 juta ringgit pada periode Agustus–Desember, mengutip data Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan Malaysia.
Pada empat bulan pertama 2025, pangsa Malaysia di pasar durian China meningkat 10 kali lipat.
Jalur Malaysia ini membuat persaingan makin bertingkat:
- Thailand–Vietnam beradu di pasokan besar dan ketepatan standar
- Malaysia memperkuat diferensiasi varietas premium dan “fresh slot” untuk pasar tertentu.
Namun, strategi premium pun menuntut konsistensi mutu dan kepatuhan protokol. Ketika China mengetatkan standar residu, pemasok premium pun tetap harus mematuhi prosedur yang sama ketatnya.
Indonesia: mulai masuk langsung ke China lewat durian beku
Jika Thailand dan Vietnam sudah lama “bermain” di China, Indonesia pada 2025 mulai membuka jalur yang lebih nyata, terutama lewat durian beku. Titik pentingnya terjadi pada Desember 2025 ketika ekspor perdana dilakukan.
SHUTTERSTOCK/CATHERINESCARLETT Ilustrasi durian.Indonesia melakukan pengiriman pertama durian beku yang tiba di pasar China, mengutip pejabat Bea Cukai di Fuzhou.
Dikutip dari Antara, staf bea cukai Fuzhou Zheng Miaoqian menyampaikan, kedatangan durian beku Indonesia akan mendorong kerja sama lebih dalam pada rantai industri buah tropis dan perdagangan.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat bahwa Januari–November 2025, Indonesia mengekspor 10.162 ton durian dalam berbagai bentuk.
Destinasi utamanya yakni Thailand (6.003 ton), China (2.574 ton), Malaysia (1.532 ton), serta tujuan lain termasuk Hong Kong dan Jerman.
Di level kebijakan/operasional ekspor perdana, rilis resmi Barantin juga menuliskan rincian tujuan ekspor durian Indonesia dengan angka yang sejalan, serta menandai momen pelepasan ekspor perdana durian beku ke China.
Di ranah industri, Indonesia dan General Administration of Customs of China (GACC) menandatangani protokol ekspor durian beku pada 25 Mei 2025.
"Hingga kini delapan perusahaan dinyatakan lolos verifikasi untuk mengekspor durian beku ke China," tutur Sekretaris Jenderal Asosiasi Perhimpunan Pengusaha Durian Indonesia (Apdurin) Aditya Pradewo, dikutip dari Kontan.
Masuknya Indonesia, meski masih pada tahap awal, membuat kompetisi kian ramai.
Di saat yang sama, Indonesia harus membangun “mesin” yang sama, yakni kebun teregistrasi, rumah kemas, rantai dingin, hingga kepatuhan residu dan keamanan pangan.
China sebagai “penentu ritme”: standar karantina, residu, dan waktu
Satu benang merah yang menghubungkan Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia adalah ketergantungan pada ketentuan impor China.
Ketika China mengetatkan pengujian, semua negara terdampak, tetapi dampaknya tidak seragam.
Dok. Unsplash/Jonny Clow Ilustrasi buah durianThailand menghadapi tekanan pada proses pengujian dan inspeksi yang dapat menahan kontainer dan mengganggu momentum penjualan musiman.
Vietnam memanfaatkan keunggulan jarak dan jalur darat untuk mempercepat pengiriman, sambil menekan harga rata-rata per ton dibanding Thailand.
Malaysia membangun narasi premium, tetapi tetap membutuhkan kepastian standar agar durian segar tidak terpental oleh prosedur karantina.
Indonesia baru mulai masuk. Artinya, tahap awal adalah membuktikan konsistensi volume, kualitas, dan sistem sertifikasi agar jalur langsung bisa berulang, bukan sekali jalan.
Persaingan 2025: bukan sekadar siapa paling banyak, tetapi siapa paling “siap”
Persaingan ekspor durian Asia Tenggara pada 2025 memperlihatkan pergeseran, dari adu panen menjadi adu sistem.
Vietnam menunjukkan bagaimana data bea cukai bisa melonjak ketika protokol ekspor dan logistik bekerja, terutama saat permintaan China menguat pada kuartal III 2025.
Indonesia menunjukkan bagaimana satu protokol dan verifikasi perusahaan menjadi pintu masuk, meski volume masih kecil dibanding raksasa kawasan.
Sementara itu, Thailand menunjukkan bagaimana dominasi pun harus terus dipertahankan dengan adaptasi standar, karena pengetatan aturan dapat menguji rantai pasok dari kebun sampai pelabuhan.
Pada akhirnya, 2025 menegaskan satu hal: durian kini bukan hanya komoditas buah, melainkan komoditas yang ditentukan oleh kombinasi akses pasar, kepatuhan teknis, kecepatan logistik, dan ketahanan rantai dingin.
Dan di Asia Tenggara, semua pemain utama sedang berlomba memperkuat empat faktor itu, dengan China sebagai pengatur tempo.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Bogor perluas pasar hortikultura lewat ekspor durian beku ke Tiongkok
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memperluas pasar komoditas hortikultura melalui ekspor perdana seberat 48 ton durian beku ke Tiongkok dengan nilai ... [235] url asal
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memperluas pasar komoditas hortikultura melalui ekspor perdana seberat 48 ton durian beku ke Tiongkok dengan nilai mencapai Rp5,1 miliar.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Selasa, menyatakan ekspor durian beku ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membuka akses pasar internasional bagi komoditas hortikultura unggulan daerah.
“Ekspor perdana ini menjadi pintu masuk bagi Kabupaten Bogor untuk memperluas pasar produk pertanian, khususnya durian, agar tidak hanya bergantung pada pasar lokal,” ujar Rudy.
Ia menegaskan Pemkab Bogor berkomitmen mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ekosistem industri durian, termasuk pelibatan tenaga kerja lokal serta peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, selama ini durian lokal Bogor masih banyak dipasarkan secara langsung kepada konsumen, sehingga ekspor diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing petani.
“Melalui ekspor ini, kami berharap kualitas durian petani meningkat dan pangsa pasarnya semakin luas hingga ke pasar internasional,” katanya.
Pelepasan ekspor durian beku tersebut telah dilakukan oleh Bupati Rudy bersama Ketua Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean dan Anggota Komisi V DPR RI Marlyn Maisarah di fasilitas PT Zarafa Ridho Lestari, Desa Sukahati, Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Senin (15/12).
Pada kesempatan itu Ketua Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean mengatakan keberhasilan ekspor durian ke Tiongkok merupakan hasil proses panjang yang melibatkan kerja sama lintas kementerian serta pendekatan diplomasi yang intensif.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Barantin paparkan syarat ekspor durian beku ke China
Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyatakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha untuk mengekspor durian beku ke China, menyusul ... [463] url asal
Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyatakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha untuk mengekspor durian beku ke China, menyusul diberlakukannya protokol ekspor durian beku antara Indonesia dan General Administration of Customs of China (GACC).
Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin Drama Panca Putra, dalam keterangan di Jakarta, Senin, menyampaikan aspek ketertelusuran (traceability) rumah pengemasan durian beku menjadi aspek penting melalui implementasi Peraturan Barantin No. 15 Tahun 2024 tentang Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) dan sarana pendukungnya.
Hingga kini, tercatat delapan rumah pengemasan durian beku telah memenuhi syarat sebagai IKT, terdiri atas tujuh di Sulawesi Tengah dan satu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Seluruhnya telah teregistrasi dalam sistem China Import Food Enterprise Registration,” kata Drama.
Drama menyampaikan durian beku (Durio zibethinus) yang dapat diekspor sesuai protokol karantina mencakup daging buah (pulp), pasta (puree), dan buah utuh (whole durian).
Produk tersebut harus berasal dari buah segar dan matang yang ditanam di Indonesia, kemudian dibekukan pada suhu -30°C atau lebih rendah dengan proses pembekuan cepat (quick freezing process) dan dipertahankan pada suhu inti -18°C atau lebih rendah.
Selain itu, durian beku wajib dipilih secara manual untuk memastikan bebas dari buah busuk, rusak, maupun benda asing.
Eksportir juga harus memiliki kebun durian atau bermitra dengan petani yang telah mendapat registrasi GAP dari Dinas Pertanian Provinsi, memiliki rumah kemas yang terdaftar di Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Bapanas, serta ditetapkan sebagai fasilitas ekspor atau IKT oleh Barantin.
Barantin akan melakukan pemeriksaan fasilitas produksi, pemrosesan, dan penyimpanan sebelum merekomendasikan perusahaan yang memenuhi syarat kepada GACC.
Produk hanya dapat diekspor ke China apabila perusahaan telah diregistrasi oleh GACC.
Drama menekankan bahwa titik kritis dalam ekspor durian beku adalah penerapan sanitasi higienis melalui SOP di IKT, guna memastikan produk terbebas dari cemaran kimia, biologi, maupun logam berat.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Aditya Pradewo menyambut antusias peluang ekspor langsung ke China. Ia menilai pasar durian di negara tersebut mencapai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp128 triliun per tahun.
Dengan varietas unggulan seperti Bawor, Super Tembaga, dan Namlung, ia memprediksi Indonesia bisa merebut 5–10 persen pangsa pasar, dengan potensi devisa Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.
Aditya menambahkan, ekspor langsung ke China memangkas biaya logistik sekaligus memberikan keuntungan besar bagi petani dan eksportir, mengingat harga durian di China tercatat 5–7 kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga lokal.
Sementara itu, salah satu pelaku usaha durian Muchlido Apriliast mengungkapkan sebelum adanya protokol ekspor durian beku, pengiriman ke China dilakukan melalui Thailand dengan biaya ekspedisi sekitar 8.000 dolar AS per kontainer.
Kini, dengan ekspor langsung, biaya hanya berkisar 10.000–11.000 dolar AS per kontainer, sehingga pelaku usaha dapat menghemat hingga 8.000 dolar AS per kontainer.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
Indonesia ekspor perdana 48 ton durian beku ke China
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melepas ekspor perdana durian beku sebanyak 48 ton ke China dari Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.Saat ... [354] url asal
Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melepas ekspor perdana durian beku sebanyak 48 ton ke China dari Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Saat melakukan pelepasan ekspor, Kepala Barantin Sahat M Panggabean menyampaikan ekspor perdana durian beku senilai Rp5,1 miliar tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan protokol ekspor durian beku asal Indonesia tujuan China pada 25 Mei lalu antara Barantin dan General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC).
“Ini adalah realisasi ekspor perdana durian beku ke China, yang merupakan wujud dari rangkaian proses panjang yang memakan waktu yang cukup lama,” kata Sahat dalam siaran pers Barantin.
Durian beku yang diolah di Jawa Barat itu akan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Qingdao, China.
Selama ini, ekspor durian Indonesia ke China dilakukan tidak secara langsung, melainkan melalui negara tetangga yang kemudian mengolah dan mengemas ulang sebelum masuk ke pasar China.
Inisiatif komunikasi government to government (G to G) dengan GACC membuka jalan bagi Indonesia untuk mengekspor langsung produk durian beku.
Barantin mencatat, sepanjang Januari–November 2025, Indonesia mengekspor 10.162 ton durian dalam berbagai bentuk, mulai dari daging durian, pasta, hingga durian utuh. Lima negara tujuan utama adalah Thailand (6.003 ton), China (2.574 ton), Malaysia (1.532 ton), Hong Kong (15 ton), dan Jerman (6 ton).
Selain itu, ekspor juga menjangkau Jepang, Taiwan, Arab Saudi, Republik Ceko, Belanda, Kanada, Amerika Serikat, dan Norwegia.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Aditya Pradewo menyambut antusias peluang ekspor langsung ke China. Menurutnya, pasar durian di China mencapai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp128 triliun per tahun.
Menurutnya, dengan varietas unggulan seperti Bawor, Super Tembaga, dan Namlung, Indonesia diyakini dapat merebut 5–10 persen pangsa pasar. Jika target tersebut tercapai, potensi devisa yang masuk berkisar Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.
Aditya menambahkan ekspor langsung ke China tidak hanya memangkas biaya logistik, tetapi juga memberikan keuntungan besar bagi petani dan eksportir. Harga durian di China tercatat 5–7 kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga lokal, sehingga membuka peluang ekonomi yang signifikan.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56