Bisnis.com, JAKARTA — Anak muda saat ini sering mendengarkan musik terlalu keras melalui earphone dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Kebiasaan ini perlu diatur agar tidak menimbulkan risiko gangguan pendengaran dan masalah kesehatan jangka panjang.
Dokter Spesialis THT-KL dr. Fikri Mirza Putranto, Sp.THT(K) menjelaskan bahwa ada batas aman dalam mendengarkan musik menggunakan personal listening device. Dia menekankan konsep 60-60 sebagai panduan sederhana bagi masyarakat.
“Kalau kita kampanye 60-60, artinya 60 persen dari volume maksimum dan maksimal digunakan selama 60 menit. Kalau bisa lebih rendah volumenya, tentu lebih baik,” ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, mendengarkan musik dengan volume terlalu tinggi dan dalam waktu lama dapat merusak fungsi pendengaran. Karena itu, penggunaan earphone perlu dibatasi agar kesehatan telinga tetap terjaga.
Berikut anjuran penggunaan earphone yang aman menurut dr. Fikri untuk menjaga kesehatan pendengaran:
- Gunakan volume maksimal 60% dari volume perangkat.
- Batasi pemakaian maksimal 60 menit, lalu beristirahat.
- Hindari mendengarkan musik di tempat yang terlalu bising atau di dalam kamar yang sepi.
- Gunakan teknologi active noise cancelling agar tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi.
Dr. Fikri menjelaskan bahwa mendengarkan musik di kamar justru berpotensi membuat seseorang menaikkan volume karena mencoba menutup suara lingkungan. Kondisi ini membuat telinga menerima paparan suara lebih besar dari yang dibutuhkan.
Kebiasaan menggunakan earphone secara terus-menerus juga dapat menurunkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Hal ini beresiko menimbulkan kecelakaan karena seseorang menjadi terlalu fokus pada musik yang didengar.
“Kalau terlalu larut dalam musik, kesadaran terhadap lingkungan bisa menurun. Bahkan saat berkendara atau berjalan di jalan raya, seseorang bisa tidak sadar terhadap situasi sekitar,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa kebiasaan mendengarkan musik sejak usia muda dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan mental. Anak-anak yang terlalu sering menggunakan perangkat audio cenderung kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Selain itu, penggunaan earphone dan gadget secara berlebihan pada anak juga dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Banyak kasus siswa mengalami penurunan fokus akibat terlalu sering menggunakan ponsel dan mendengarkan musik.
Dia menekankan bahwa edukasi mengenai safe listening perlu dimulai sejak dini. Orang tua disarankan membatasi screen time dan penggunaan perangkat audio pada anak.
Langkah sederhana ini diharapkan mampu mencegah gangguan pendengaran sejak dini sehingga kualitas hidup dan produktivitas generasi muda tetap terjaga.