Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung optimistis mampu memacu laju pertumbuhan ekonomi 2026 melalui penguatan indikator makro dan akselerasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan daerahnya tengah berada dalam jalur cepat pemulihan ekonomi, dengan target jangka panjang mencapai pertumbuhan nasional 8% pada 2029.
Dia menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Bandung seperti sebelum masa pandemi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Bandung diproyeksikan konsisten di atas angka 5%. Selain itu, tren positif terlihat dari penurunan angka kemiskinan, perbaikan rasio gini (tingkat ketimpangan), serta berkurangnya angka pengangguran terbuka.
Proyeksi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga memperkuat fondasi ekonomi kota.
"Dilihat dari angka makro, tampaknya Kota Bandung berada di jalur fast track menuju pemulihan ekonomi pasca-Covid-19. Saya menyampaikan ucapan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang telah menunjang kerja luar biasa di satu bulan pertama tahun 2026. Prospeknya baik, tetapi tantangan selalu ada di depan kita," kata Farhan.
Meski menunjukkan grafik naik, Farhan mengingatkan jajarannya untuk tidak berpuas diri. Pasalnya, pertumbuhan saat ini yang berada di angka 5,3% masih terpaut jarak dari angka pertumbuhan sebelum pandemi yang sempat menyentuh 7,6%.
Pemkot Bandung berkomitmen mengejar selisih pertumbuhan sebesar 2% hingga 3% tersebut guna menyelaraskan visi dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Masih ada sekitar 2 sampai 3% lagi yang harus kita kejar agar kita bisa berada dalam fast track pertumbuhan ekonomi. Targetnya, pada 2029 kita bisa berkontribusi memenuhi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu pertumbuhan ekonomi 8%," tegasnya.
Selain mengejar angka pertumbuhan, Wali Kota Bandung itu menggarisbawahi pentingnya aspek pemerataan. Dia menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berdampak signifikan jika tidak dibarengi dengan penurunan kesenjangan sosial di masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak ada artinya tanpa kesetaraan. Kesenjangan kesejahteraan masih terasa betul," kata Farhan.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung akan memperkuat kebijakan yang berfokus pada pengurangan angka kemiskinan secara struktural, penciptaan lapangan kerja baru melalui berbagai sektor industri dan kreatif, penguatan daya beli masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Untuk itu, Farhan mengajak seluruh perangkat daerah untuk menjaga konsistensi dan kolaborasi agar setiap program kerja memberikan dampak langsung bagi warga.
"Ini momentum kebangkitan. Kita sudah berada di jalur yang benar, tetapi perjuangan belum selesai," pungkasnya.