Bisnis.com, MAJALENGKA - Arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menunjukkan tren penguatan menjelang akhir 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka mencatat jumlah wisman yang datang pada Desember 2025 mencapai 210 kunjungan, meningkat 16,02 persen dibandingkan November 2025 yang tercatat sebanyak 181 kunjungan.
Peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata dan jasa pendukung, di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka mengoptimalkan peran Bandara Kertajati sebagai pintu masuk internasional.
Momentum libur akhir tahun serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) disebut menjadi faktor utama yang mendorong naiknya mobilitas lintas negara.
Kepala BPS Kabupaten Majalengka, Joni Kasmuri, mengatakan tren kenaikan kunjungan wisman pada Desember mencerminkan mulai pulihnya arus perjalanan internasional melalui Kertajati setelah sempat melemah pada pertengahan tahun.
“Secara bulanan, Desember 2025 mengalami peningkatan kunjungan wisman. Hal ini sejalan dengan pola musiman, di mana akhir tahun biasanya diikuti lonjakan aktivitas perjalanan internasional,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Secara kumulatif sepanjang 2025, kunjungan wisman melalui Bandara Kertajati menunjukkan pola fluktuatif. Puncak kunjungan terjadi pada Juni 2025 dengan total 513 kunjungan.
Setelah itu, jumlah wisman mengalami penurunan bertahap pada periode Juli hingga Oktober 2025. Titik terendah tercatat pada Oktober 2025 dengan 151 kunjungan. Memasuki November dan Desember, tren kembali bergerak naik, menandakan adanya perbaikan arus kedatangan menjelang tutup tahun.
Dari sisi kebangsaan, data BPS menunjukkan kalau wisman asal Singapura masih mendominasi kunjungan pada Desember 2025. Dari total 210 kunjungan, sebanyak 174 kunjungan berasal dari Singapura, melonjak 112,20% dibandingkan November 2025 yang tercatat 82 kunjungan. Lonjakan ini sekaligus menegaskan kuatnya pasar Asia Tenggara terhadap akses penerbangan melalui Bandara Kertajati.
Selain Singapura, kunjungan wisman asal Malaysia juga mencatat pertumbuhan paling tajam. Jumlah kunjungan meningkat dari 3 kunjungan pada November 2025 menjadi 22 kunjungan pada Desember 2025, atau tumbuh sebesar 633,33 persen. Sementara itu, kunjungan dari Amerika Serikat naik dari 1 menjadi 4 kunjungan, dan wisatawan asal Australia meningkat dari 1 menjadi 2 kunjungan.
Namun demikian, tidak semua negara menunjukkan tren positif. Beberapa kebangsaan seperti Jepang, Tiongkok, dan India, yang masih tercatat berkunjung pada November 2025, tidak mencatatkan kunjungan pada Desember 2025. Kunjungan dari negara lain seperti Filipina, Inggris, serta sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah juga relatif kecil atau nihil.
Menurut Joni, struktur kebangsaan wisman ini mengindikasikan bahwa peningkatan kunjungan pada akhir 2025 masih sangat bergantung pada pasar regional.
“Kenaikan wisman Desember 2025 terutama didorong oleh kawasan Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Malaysia. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan untuk memperluas pasar ke kawasan lain,” katanya.
Ia menambahkan, optimalisasi konektivitas penerbangan internasional serta penguatan promosi destinasi lokal menjadi kunci agar Bandara Kertajati dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Majalengka.
“Jika arus wisman terus meningkat dan semakin beragam, dampaknya akan terasa pada sektor akomodasi, transportasi, hingga UMKM lokal,” ujar Joni.