Bisnis.com, MAKKAH — Jemaah haji gelombang 2 tiba di Makkah, Arab Saudi setelah penerbangan panjang dengan kondisi sudah berihram. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau agar para jemaah haji beristirahat dengan maksimal sebelum melaksanakan umrah wajib.
Kepala Sektor Daerah Kerja (Daker) 5 Makkah PPIH Arab Saudi, Muh. Ikhsan, menilai bahwa jemaah haji gelombang kedua menghadapi tantangan fisik yang lebih berat karena harus langsung menuju Makkah usai penerbangan panjang dari Tanah Air. Sementara itu, jemaah gelombang pertama terbang ke Madinah terlebih dahulu dan memiliki waktu istirahat lebih lama.
Terlebih, jemaah gelombang kedua khususnya dari embarkasi dengan layanan fast track seperti Solo (SOC), Surabaya (SUB), dan sebagian wilayah lain, sudah bergerak menuju bandara sekitar lima jam sebelum keberangkatan. Mereka melalui perjalanan dengan durasi lebih lama dan bisa menyebabkan kelelahan.
"Tantangannya sebenarnya lebih besar, lebih berat yang gelombang kedua ini. Dengan kondisi mereka harus langsung berpakaian ihram," ujar Ikhsan saat diwawancarai Tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Makkah, Kamis (7/5/2026).
Oleh karena itu, PPIH menyiapkan pola penanganan berbeda bagi jemaah gelombang kedua untuk mengurangi risiko kelelahan menjelang pelaksanaan umrah wajib.
Ikhsan mengatakan petugas telah berkoordinasi dengan seluruh petugas kloter sejak sebelum keberangkatan agar jemaah memanfaatkan waktu di embarkasi maupun di pesawat untuk beristirahat.
"Kami sudah komunikasi dengan seluruh petugas kloter untuk memastikan jemaah itu banyak istirahat. Ketika tiba di bandara embarkasi, kemudian di pesawat itu betul-betul digunakan untuk istirahat," katanya.
Selain menjaga stamina, jemaah juga diminta menjaga kondisi pakaian ihram karena sejak dari embarkasi sudah diwajibkan mengenakan ihram meski belum mengambil miqat. Setibanya di Makkah, PPIH juga memberikan waktu istirahat lebih panjang sebelum jemaah menjalankan rangkaian ibadah.
Petugas kesehatan turut disiagakan untuk melakukan pemantauan khusus terhadap jemaah yang baru tiba dari Jeddah.
"Yang kedua, kami langsung koordinasi dengan tim kesehatan untuk memantau khusus yang langsung landing dari Jeddah untuk memastikan kondisi jemaah," ujar Ikhsan.
Menurutnya, pemantauan dilakukan bersama petugas kloter dan ketua rombongan untuk memastikan kondisi jemaah di setiap kamar hotel tetap terpantau.
Jemaah haji Indonesia gelombang kedua mulai tiba di Jeddah sejak Kamis (7/5/2026) dan langsung diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalani umrah wajib serta persiapan menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ichsan Marsha menjelaskan bahwa berdasarkan data hingga Rabu (6/5/2026) atau memasuki hari ke-17 operasional penyelenggaraan ibadah haji, sebanyak 103.690 jemaah dan 1.064 petugas yang tergabung dalam 367 kelompok terbang (kloter) telah berangkat ke Arab Saudi.
Sebanyak 100.125 jemaah haji dan 1.028 petugas yang tergabung dalam 258 kloter sudah mendarat di Madinah. Dari jumlah tersebut, 42.340 jemaah dan 436 petugas yang tergabung dalam 109 kloter sudah berpindah dan tiba di Makkah.