Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan barang konsumsi, Kino Indonesia merayakan ulang tahun ke-26 tahun.
Berawal dari perusahaan kecil, kini Kino sebagai perusahaan lokal berhasil menembus pasar global dengan menghadirkan lebih dari 30 merek ternama di Indonesia dan berbagai negara.
Adapun beberapa produknya mencakup kategori perawatan tubuh, makanan, minuman, produk rumah tangga, kesehatan dan kebugaran, hingga perawatan hewan peliharaan.
Kino juga tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada nilai dan dampak positif yang dihadirkan bagi masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif perusahaan dan komunikasi merek, Kino juga terus membangun kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan untuk saling berbagi kebaikan dalam meningkatkan kesejahteraan konsumen, mendukung komunitas, serta berkontribusi dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Pendiri Kino
Di balik 26 tahun berdirinya Kino, ada andil dari tangan pengusaha Harry Sanusi, yang kini menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Kino Indonesia Tbk.
Pria kelahiran Pontianak tersebut memperoleh gelar Sarjana Farmasi dari Universitas Pancasila, Jakarta pada tahun 1991.
Selepas kuliah, pada 1991, Harry memulai perusahaan pertamanya, dengan nama PT Dutalestari Sentratama dengan bermodalkan Rp300 juta.
Kala itu, lewat pengalamannya sebagai sarjana farmasi, dia memasarkan produk larutan penyegar "Cap Kaki Tiga", yang kini sudah berganti nama menjadi "Cap Badak" dan menjadi produk legendaris dari Kino.
Pada 1997 Harry memperluas jangkauan bisnisnya, terjun ke industri permen dan mendirikan PT Kinosentra Industrindo. Produk awal dari perusahaan tersebut adalah permen kopi yang saat ini bahkan sering tayang di berbagai drama Korea, ya, Kopiko.
Selanjutnya, pada tahun berikutnya, perusahaannya mulai memproduksi berbagai produk minuman energi dan minuman serbuk. Produknya juga kemudian tak hanya dipasarkan secara lokal, tapi juga diekspor.
Kemudian, pada 1999, Harry melebarkan sayapnya, mendirikan perusahaan PT Kinocare Era Kosmetindo dan memasarkan berbagai produk kebutuhan rumah tangga, seperti pembersih wajah "Ovale", parfum seperti cologne gel "Eskulin" dan "B&B", produk perawatan rambut "Ellips", sampai sabun cuci piring khusus produk bayi "Sleek".
Perusahaan tersebut juga kemudian menghadirkan kembali produk larutan penyegar yang mengawali bisnis Harry Sanusi, yakni Larutan Penyegar Cap Badak.
Pada 2014, perusahaan tersebut mengganti nama menjadi PT Kino Indonesia, dan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2015.
Harry sendiri diangkat sebagai Presiden Komisaris berdasarkan untuk periode 2022 - 2024. Beliau merupakan pendiri Perseroan yang juga menjabat berbagai posisi di Grup Kino sejak tahun 1999.
Beliau merupakan Direktur Perseroan periode 8 Februari 1999-14 Agustus 2002 dan Presiden Direktur dari 14 Agustus 2002-15 Juni 2022.
Sampai dengan 2020, mengutip Forbes kekayaan Harry Sanusi mencapai US$470 juta atau setara dengan Rp6,8 triliun.