Bisnis.com,Muara Enim — PT Medco E&P Indonesia mengklaim mampu menekan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 55.000 ton CO2e per tahun di South Sumatra Block. Angka tersebut setara dengan emisi 12.000 mobil per tahun.
VP Operation Onshore Medco E&P Irfan Eka Wardhana menuturkan, pengurangan emisi GRK itu mencakup fuel gas optimization, flare gas utilization, penonaktifan Enclosed Ground Flare di Keramasan, serta pemanfaatan gas buang menjadi sales gas di Lapangan Matra.
"Jadi tahun 2025 ini saja, sejauh ini kita sudah menurunkan hampir 55.000 ton CO2e per tahun, di mana kalau setaranya, ini ilustrasi ya, jadi setara dengan emisi 12.000 mobil lah setahun," ucap Irfan dalam media visit di Stasiun Soka Medco E&P, Sumatera Selatan dikutip Senin (10/10/2025).
Dia pun mengatakan bahwa flare yang masih tampak di area operasi disebut hanya berfungsi sebagai sistem pengaman, bukan lagi pembakaran besar yang menghasilkan emisi signifikan.
"Flare untuk keamanan, safety. Jadi kalau misalnya ada kelainan di operasi di sumur, dia akan mengamankan dengan membakar, bukan venting ke lingkungan. Nah itu yang kami jaga," ucapnya.
Sebagai informasi, South Sumatra Block beroperasi sejak 1988. Blok ini memiliki 139 sumur migas aktif. Jumlah itu terdiri atas 108 sumur produksi dan 31 sumur water injection.
Irfan mengatakan, saat ini produksi gas pada blok tersebut berada di level 60-65 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka tersebut melampaui rata-rata realisasi pada 2024, yakni 53,62 MMSCFD.
Pihaknya pun optimis dapat menjaga produksi gas di South Sumatra Block pada level 65 MMSCFD hingga akhir 2025 ini.
"Alhamdulillah ternyata bisa, dan kita akan bertahan [hingga akhir tahun] di sekitar ini ya, 65 juta, 60 juta sampai 65 juta [standar kaki kubik per hari]," ucap Irfan.
Dia menjelaskan, South Sumatra Block merupakan salah satu tulang punggung pasokan gas domestik bagi industri strategis Indonesia.
Irfan menyebut, dari awal pengembangannya pada 1990-an hingga kini, South Sumatra Block terus menopang kebutuhan energi Sumatera Selatan. Dia merinci, per 2024 blok ini mencatat produksi minyak sebesar 2.320 barel per hari (BOPD) dan gas 53,62 MMSCFD.
Adapun pasokan energi tersebut menopang kebutuhan PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), serta masyarakat di Sumatera Selatan.
“Medco E&P beroperasi dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan yang tinggi untuk memastikan pasokan energi nasional tetap andal. Kami akan terus mendukung agenda Pemerintah dalam menjaga ketahanan energi melalui operasi yang aman dan efisien,” ujar Irfan.
Dia menambahkan bahwa untuk menjaga keberlanjutan produksi, Medco E&P tengah mengembangkan dua proyek utama yakni Flamboyan Rengas dan Arung Nowera. Kedua proyek pengeboran sumur itu digagas guna mempertahankan tingkat produksi migas di wilayah kerja yang meliputi tujuh kabupaten di Sumatera Selatan.