Bisnis.com, BANDUNG – Gedebage Jazz Festival International 2026 sukses menyuguhkan pengalaman musikal kelas dunia yang memadukan kualitas pertunjukan, kenyamanan lokasi, serta keberagaman musisi dalam satu panggung megah.
Perhelatan yang digelar selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 27-28 Juni 2026 ini menjadi ruang pertemuan strategis bagi para penikmat musik dari berbagai kalangan.
Berlokasi di Sawarga Courtyard, Summarecon Mall Bandung, festival ini menyajikan atmosfer pertunjukan terbuka dengan dukungan tata panggung dan sistem suara mutakhir.
Selain konser musik, penyelenggara juga menghadirkan berbagai aktivasi pendukung seperti tenant kuliner, area foto, hingga ruang interaksi yang memperkuat ekosistem kreatif di kawasan tersebut.
Rangkaian penampilan pada hari pertama dibuka oleh kolaborasi unik antara Saung Angklung Udjo dengan Barry Likumahuwa The Rhythm Service. Perpaduan instrumen tradisional Sunda dengan sentuhan jazz modern berhasil menarik perhatian penonton sejak awal acara.
Memasuki malam hari, suasana kian hidup saat Julian Chan dan Andrea Cui bersama KLCBS Project membawakan komposisi jazz yang elegan.
Puncak nuansa jazz klasik terasa ketika Bandung Jazz Orchestra tampil bersama Syaharani. Membawakan lagu "New York, New York" sebagai pembuka, aransemen megah yang dipadukan dengan karakter vokal khas Syaharani sukses memukau pengunjung.
Dalam kesempatan tersebut, Syaharani menekankan bahwa jazz tetap relevan bagi generasi muda.
"Ini pertama kalinya saya tampil di Gedebage International Jazz Festival dan berkolaborasi dengan Bandung Jazz Orchestra. Sebagian besar dari mereka masih kuliah, bahkan ada juga yang masih SMA. Itu membuat saya semakin yakin bahwa lagu-lagu standar jazz. Saya sangat senang ada Gedebage Jazz Festival yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk terus berkembang. Harapan saya, festival ini bisa semakin besar hingga menjadi kebanggaan Kota Bandung," ujar Syaharani.
Eksplorasi musik berlanjut dengan kehadiran Indra Lesmana & Sydney Reunion. Kolaborasi jazz fusion ini mempertemukan Indra Lesmana dengan tiga musisi asal Australia, yakni Steve Hunter (bass), Dale Barlow (saksofon), dan Andy Gander (drum).
Melalui improvisasi dan groove yang kuat, mereka menghadirkan warna internasional yang kental dalam festival ini.
Indra Lesmana mengapresiasi pertumbuhan pesat festival ini yang telah bertransformasi menjadi ajang internasional dalam kurun waktu tiga tahun. Ia menilai dukungan infrastruktur menjadi kunci utama keberlanjutan acara ini.
"Saya melihat itu terjadi karena semangat yang luar biasa dari Summarecon yang tidak hanya ingin membangun kawasan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk perkembangan seni, budaya, dan komunitas. Saya yakin Gedebage Jazz Festival akan terus berkembang karena fondasi dan infrastrukturnya sudah sangat mendukung," ujar Indra Lesmana.
Sebagai penutup hari pertama, Dewa 19 featuring Virzha hadir memberikan warna berbeda yang menjadi magnet antusiasme massa. Kawasan Sawarga Courtyard berubah menjadi lautan suara saat penonton menyanyikan lagu-lagu hits lintas generasi di tengah tata visual yang megah.
Penyelenggaraan Gedebage Jazz Festival International 2026 tidak hanya menonjolkan aspek hiburan, tetapi juga menegaskan kesiapan infrastruktur pendukung di kawasan Summarecon Mall Bandung dalam mengakomodasi perhelatan skala besar.
Dengan akses yang mudah dan fasilitas yang lengkap, festival ini kian memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata musik unggulan di Kota Bandung.