#30 tag 24jam
Gedebage Jazz Festival International 2026 Hadirkan Indra Lesmana hingga Sydney Reunion
Gedebage Jazz Festival International 2026 di Bandung, 25-28 Juni, hadirkan kolaborasi musisi lokal dan internasional, ciptakan ruang pertukaran budaya dan kreativitas. [1,054] url asal
#gedebage-jazz-festival #summarecon-mall-bandung #indra-lesmana #saung-angklung-udjo
(Bisnis.Com - Terbaru) 26/06/26 20:58
v/261244/
Bisnis.com, BANDUNG – Setelah sukses menjadi salah satu festival musik tahunan di Kota Bandung sejak 2024, Gedebage Jazz Festival kini bertransformasi menjadi Gedebage Jazz Festival International 2026, sebuah festival musik jazz berskala internasional yang akan berlangsung pada 25–28 Juni 2026 di Summarecon Mall Bandung (Summaba).
Festival ini akan berlangsung di tiga area, yaitu Sawarga Courtyard sebagai panggung utama, Atrium Ciunik, dan Downtown Walk.
Selama empat hari penyelenggaraan, para pecinta musik jazz akan disuguhkan sebuah perayaan musik, budaya, dan kreativitas.
Mengusung tema "Jazz, People, and Harmony", Gedebage Jazz Festival (GJF) International 2026 ingin menghadirkan festival yang tidak hanya merayakan musik jazz, tetapi juga membangun kebersamaan, mempererat koneksi antar penonton, serta menciptakan harmoni antara musisi dan audiens.
Melalui tema ini, festival diharapkan menghadirkan pengalaman yang hangat, intim, dan penuh energi positif bagi setiap pengunjung.
Center Director Summarecon Mall Bandung Juni Hadi Hasan mengatakan GJF International 2026 merupakan bagian dari komitmen Summarecon Mall Bandung untuk menghadirkan ‘experience concept’ yang lebih dari sekadar pusat perbelanjaan.
"Kami ingin menjadikan Summarecon Mall Bandung sebagai lifestyle destination yang menjadi ruang bertemunya komunitas, kreativitas, hiburan, dan budaya bagi masyarakat dan pengunjung. Gedebage Jazz Festival menjadi salah satu signature event yang tumbuh seiring dengan perkembangan Bandung Timur sekaligus memperkuat posisi Gedebage sebagai pusat aktivitas kreatif baru di Kota Bandung," ujar Juni dalam keterangan pers, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan festival di Sawarga Courtyard menjadi salah satu keunggulan yang membedakan pengalaman menikmati musik di GJF International 2026.
"Dengan konsep ruang terbuka yang luas, nyaman, dan terintegrasi dengan area retail serta kuliner, Sawarga Courtyard memungkinkan pengunjung menikmati festival musik dalam suasana yang lebih dekat, hangat, dan berkesan. Kami ingin menunjukkan bahwa Summarecon Mall Bandung memiliki venue dan infrastruktur yang mampu menjadi tuan rumah event musik berskala nasional maupun internasional," tambahnya.
Festival ini akan diramaikan oleh beragam musisi dari berbagai generasi dan spektrum musik, mulai dari jazz legend dan maestro, contemporary and crossover jazz artist, hingga cultural performer.
Beberapa nama yang akan tampil, antara lain Indra Lesmana & Sydney Reunion, Andrea Cui & Julian Chan ft. KLCBS Project, Jazzbois, Takahiro Miyazaki x TRIO B.A.E, Syaharani ft. Bandung Jazz Orchestra, Barry Likumahuwa and The Rhythm Service, Krakatau Reunion, Tribute to January Christy by Erwin Gutawa, Dewa 19 ft. Virzha, Maliq & D'Essentials, dan masih banyak penampilan musisi lainnya.
GJF International 2026 menjadikan kolaborasi lintas negara sebagai salah satu identitas utamanya. Penampilan dari musisi luar negeri dan Indonesia ini akan menciptakan ruang pertukaran gagasan, kreativitas, dan budaya dari berbagai latar belakang.
Konsep tersebut diwujudkan melalui sederet penampilan eksklusif, mulai dari Takahiro Miyazaki x TRIO B.A.E yang mempertemukan karakter jazz Jepang dan Indonesia, hingga harmoni vokal lintas negara dari Andrea Cui (Singapura) dan Julian Chan (Malaysia) bersama KLCBS Project.
Kehadiran Jazzbois, Trio jazz-hip hop asal Hungaria juga menjadi penampilan perdananya di Indonesia melalui panggung GJF International.
Semangat kolaborasi yang kental dengan unsur budaya hadir melalui penampilan Saung Angklung Udjo x Barry Likumahuwa and The Rhythm Service yang memadukan kekayaan musik etnis Sunda dengan sentuhan jazz modern.
Kolaborasi ini menghadirkan pertemuan antara tradisi dan inovasi dalam satu panggung, sekaligus upaya untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan cara yang unik.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah debut perdana Sydney Reunion & Indra Lesmana di Indonesia. Proyek yang mempertemukan kembali Indra Lesmana dengan para sahabat musikalnya dari Australia setelah puluhan tahun ini akan tampil untuk pertama kalinya di hadapan publik Indonesia.
"Saya senang sekali bisa kembali hadir di Gedebage Jazz Festival. Menurut saya, luar biasa karena dalam usia yang baru tiga tahun festival ini sudah berkembang menjadi sebuah international jazz festival. Saya melihat itu terjadi karena semangat yang luar biasa dari Summarecon yang tidak hanya ingin membangun kawasan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk perkembangan seni, budaya, dan komunitas. Saya yakin Gedebage Jazz Festival akan terus berkembang karena fondasi dan infrastrukturnya sudah sangat mendukung," ujar Indra Lesmana.
Tampil untuk pertama kalinya di Gedebage International Jazz Festival, menariknya Syaharani akan berkolaborasi dengan Bandung Jazz Orchestra yang akan mewakili kolaborasi dengan generasi muda.
"Ini pertama kalinya saya tampil di Gedebage International Jazz Festival dan berkolaborasi dengan Bandung Jazz Orchestra. Sebagian besar dari mereka masih kuliah, bahkan ada juga yang masih SMA. Itu membuat saya semakin yakin bahwa lagu-lagu standar jazz bukanlah sesuatu yang kuno atau ditinggalkan, justru bisa terus dipelajari dan digali oleh generasi muda. Saya sangat senang ada Gedebage Jazz Festival yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk terus berkembang. Harapan saya, festival ini bisa semakin besar hingga menjadi kebanggaan Kota Bandung,” ungkap Syaharani.
Music Market, Live Jazz Corner, hingga Masterclass
Tak hanya menghadirkan festival musik, GJF International 2026 juga menawarkan berbagai program pendukung yang dapat memperkaya pengalaman pengunjung selama penyelenggaraan.
Salah satu program unggulannya adalah Masterclass bersama Indra Lesmana & Sydney Reunion yang berlangsung pada 26 Juni 2026 di Exhibition Hall.
Acara ini memberikan kesempatan bagi musisi muda, pelajar musik, hingga penikmat jazz untuk belajar langsung dari para maestro mulai dari proses kreatif, teknik bermusik, hingga pengalaman berkarir di industri musik internasional.
Kehadiran Music Market yang berlangsung di Atrium Ciunik serta koridor Geulis dan Ageung menjadi ruang temu bagi pelaku industri musik, komunitas, dan pengunjung.
Kehadiran berbagai brand seperti Yamaha, Tiup Tiup Music Store, Tiga Negeri Music House, Brass Jakarta, Ivan Guitar Studio, koleksi khas dari Saung Angklung Udjo hingga Official Merchandise Gedebage Jazz Festival dan Indra Lesmana dapat ditemukan disini.
Sementara itu, Live Jazz Corner di The Downtown Walk dan Atrium Ciunik menghadirkan suasana festival yang lebih dekat dan inklusif melalui penampilan komunitas, sekolah musik, student showcase, serta jazz jam session yang dapat dinikmati secara gratis.
Program ini turut dimeriahkan oleh Bandung Jazz Orchestra, KLCBS Project, Venche Music School, UPI Symphonic Band, Hajarbleh Big Band, Galaxy Big Band, hingga Gang Brass x ICM, sebagai wujud komitmen GJF International 2026 dalam mendukung pertumbuhan musisi lokal dan talenta muda, memperluas jangkauan musik jazz kepada masyarakat, serta mendorong regenerasi yang berkelanjutan di industri musik jazz hingga memperkuat Bandung sebagai destinasi festival dan pariwisata berbasis musik.
Untuk menikmati rangkaian special show di Sawarga Courtyard, pengunjung dapat memilih berbagai kategori tiket yang tersedia, mulai dari Festival Pass seharga Rp250.000, Daily Pass mulai dari Rp400.000, hingga 2 Day Pass mulai dari Rp640.000.
Bagi pengunjung yang menginginkan pengalaman menonton yang lebih eksklusif, tersedia pula kategori Jazz Front Row mulai dari Rp2.000.000. Tiket dapat diperoleh melalui Loket.com maupun booth penjualan resmi yang berlokasi di The Downtown Walk Summarecon Mall Bandung.
Menikmati Gedebage Jazz Festival International 2026 di Summarecon Mall Bandung
Festival ini menciptakan harmoni antara musisi dan audiens. [1,111] url asal
#summarecon-mall-bandung #gedebage-jazz-festival-2026 #ruang-terbuka #lintas-negara #kekayaan-budaya-indonesia #musisi-muda
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Setelah sukses menjadi salah satu festival musik tahunan yang berkembang di Kota Bandung sejak 2024, Gedebage Jazz Festival kini bertransformasi menjadi Gedebage Jazz Festival International 2026.
Ini festival musik jazz berskala internasional yang berlangsung pada 25-28 Juni 2026 di Summarecon Mall Bandung (SUMMABA).
Festival ini berlangsung di tiga area, yaitu Sawarga Courtyard sebagai panggung utama, Atrium Ciunik, dan Downtown Walk. Selama empat hari penyelenggaraan, para pecinta musik jazz disuguhi perayaan musik, budaya, dan kreativitas.
Mengusung tema "Jazz, People and Harmony", Gedebage Jazz Festival International 2026 ingin menghadirkan festival yang tidak hanya merayakan musik jazz, juga membangun kebersamaan, mempererat koneksi antar penonton, serta menciptakan harmoni antara musisi dan audiens.
Melalui tema ini, festival diharapkan menghadirkan pengalaman yang hangat, intim, dan penuh energi positif bagi setiap pengunjung.
Juni Hadi Hasan, Center Director Summarecon Mall Bandung, mengatakan GJF International 2026 merupakan bagian dari komitmen Summarecon Mall Bandung menghadirkan ‘experience concept’ yang lebih dari sekadar pusat perbelanjaan.
"Kami ingin menjadikan Summarecon Mall Bandung sebagai lifestyle destination yang menjadi ruang bertemunya komunitas, kreativitas, hiburan, dan budaya bagi masyarakat dan pengunjung,’’ ujar Juni dalam keterangan Jumat (26/6/2026).
Gedebage Jazz Festival, menurut dia, menjadi salah satu signature event yang tumbuh seiring perkembangan Bandung Timur sekaligus memperkuat posisi Gedebage sebagai pusat aktivitas kreatif baru di Kota Bandung.
Ia menuturkan, penyelenggaraan festival di Sawarga Courtyard menjadi salah satu keunggulan yang membedakan pengalaman menikmati musik di GJF International 2026.
Dengan konsep ruang terbuka yang luas, nyaman, dan terintegrasi dengan area retail serta kuliner, Sawarga Courtyard memungkinkan pengunjung menikmati festival musik dalam suasana lebih dekat, hangat, dan berkesan.
‘’Kami ingin menunjukkan, Summarecon Mall Bandung memiliki venue dan infrastruktur yang mampu menjadi tuan rumah event musik berskala nasional maupun internasional," katanya menegaskan.
Festival ini diramaikan beragam musisi dari berbagai generasi dan spektrum musik, mulai dari jazz legend dan maestro, contemporary & crossover jazz artist, hingga cultural performer.
Beberapa nama yang akan tampil antara lain Indra Lesmana & Sydney Reunion, Andrea Cui & Julian Chan ft. KLCBS Project, Jazzbois, Takahiro Miyazaki x TRIO B.A.E, Syaharani ft Bandung Jazz Orchestra, Barry Likumahuwa and The Rhythm Service, Krakatau Reunion, Tribute to January Christy by Erwin Gutawa, Dewa 19 ft Virzha, Maliq & D'Essentials, dan masih banyak penampilan musisi lainnya.
Penampilan Perdana di GJF International 2026
Gedebage Jazz Festival International 2026 menjadikan kolaborasi lintas negara sebagai salah satu identitas utamanya. Penampilan dari musisi luar negeri dan Indonesia ini akan menciptakan ruang pertukaran gagasan, kreativitas dan budaya dari berbagai latar belakang.
Konsep tersebut diwujudkan melalui sederet penampilan eksklusif, mulai dari Takahiro Miyazaki x TRIO B.A.E yang mempertemukan karakter jazz Jepang dan Indonesia, hingga harmoni vokal lintas negara dari Andrea Cui (Singapura) dan Julian Chan (Malaysia) bersama KLCBS Project.
Kehadiran Jazzbois, Trio jazz-hip hop asal Hungaria juga menjadi penampilan perdananya di Indonesia melalui panggung GJF International.
Semangat kolaborasi yang kental dengan unsur budaya hadir melalui penampilan Saung Angklung Udjo x Barry Likumahuwa and The Rhythm Service yang memadukan kekayaan musik etnis Sunda dengan sentuhan jazz modern.
Kolaborasi ini menghadirkan pertemuan antara tradisi dan inovasi dalam satu panggung, sekaligus upaya untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan cara yang unik.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah debut perdana Sydney Reunion & Indra Lesmana di Indonesia. Proyek yang mempertemukan kembali Indra Lesmana dengan para sahabat musikalnya dari Australia setelah puluhan tahun ini akan tampil untuk pertama kalinya di hadapan publik Indonesia.
"Saya senang sekali bisa kembali hadir di Gedebage Jazz Festival. Menurut saya, luar biasa karena dalam usia yang baru tiga tahun festival ini sudah berkembang menjadi sebuah international jazz festival,’’ kata Indra Lesmana.
Ia melihat, itu terjadi karena semangat yang luar biasa dari Summarecon yang tidak hanya ingin membangun kawasan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk perkembangan seni, budaya, dan komunitas.
‘’Saya yakin Gedebage Jazz Festival akan terus berkembang karena fondasi dan infrastrukturnya sudah sangat mendukung," ujarnya.
Tampil untuk pertama kalinya di Gedebage International Jazz Festival, menariknya Syaharani akan berkolaborasi dengan Bandung Jazz Orchestra yang akan mewakili kolaborasi dengan generasi muda.
"Ini pertama kalinya saya tampil di Gedebage International Jazz Festival dan berkolaborasi dengan Bandung Jazz Orchestra. Sebagian besar dari mereka masih kuliah, bahkan ada juga yang masih SMA,’’ katanya.
Ini membuatnya semakin yakin lagu-lagu standar jazz bukanlah sesuatu yang kuno atau ditinggalkan, justru bisa terus dipelajari dan digali oleh generasi muda.
‘’Saya sangat senang ada Gedebage Jazz Festival yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk terus berkembang. Harapan saya, festival ini bisa semakin besar hingga menjadi kebanggaan Kota Bandung.” ungkap Syaharani.
Music Market, Live Jazz Corner, Hingga Masterclass
Tak hanya menghadirkan festival musik, Gedebage Jazz Festival International 2026 menawarkan berbagai program pendukung yang dapat memperkaya pengalaman pengunjung selama penyelenggaraan.
Salah satu program unggulannya, Masterclass bersama Indra Lesmana & Sydney Reunion yang berlangsung 26 Juni 2026 di Exhibition Hall.
Acara ini memberikan kesempatan bagi musisi muda, pelajar musik, hingga penikmat jazz untuk belajar langsung dari para maestro mulai dari proses kreatif, teknik bermusik, hingga pengalaman berkarir di industri musik internasional.
Kehadiran Music Market yang berlangsung di Atrium Ciunik serta koridor Geulis dan Ageung menjadi ruang temu bagi pelaku industri musik, komunitas, dan pengunjung.
Kehadiran berbagai brand seperti Yamaha, Tiup Tiup Music Store, Tiga Negeri Music House, Brass Jakarta, Ivan Guitar Studio, koleksi khas dari Saung Angklung Udjo hingga Official Merchandise Gedebage Jazz Festival dan Indra Lesmana dapat ditemukan disini.
Sementara itu, Live Jazz Corner di The Downtown Walk dan Atrium Ciunik menghadirkan suasana festival yang lebih dekat dan inklusif melalui penampilan komunitas, sekolah musik, student showcase, serta jazz jam session yang dapat dinikmati secara gratis.
Program ini turut dimeriahkan oleh Bandung Jazz Orchestra, KLCBS Project, Venche Music School, UPI Symphonic Band, Hajarbleh Big Band, Galaxy Big Band, hingga Gang Brass x ICM, sebagai wujud komitmen GJF International 2026 dalam mendukung pertumbuhan musisi lokal dan talenta muda, memperluas jangkauan musik jazz kepada masyarakat, serta mendorong regenerasi yang berkelanjutan di industri musik jazz hingga memperkuat Bandung sebagai destinasi festival dan pariwisata berbasis musik.
Untuk menikmati rangkaian Special Show di Sawarga Courtyard, pengunjung dapat memilih berbagai kategori tiket yang tersedia, mulai dari Festival Pass seharga Rp 250 ribu, Daily Pass mulai dari Rp 400 ribu, hingga 2 Day Pass mulai dari Rp 640 ribu.
Bagi pengunjung yang menginginkan pengalaman menonton lebih eksklusif, tersedia pula kategori Jazz Front Row mulai dari Rp 2 juta. Tiket dapat diperoleh melalui Loket.com maupun booth penjualan resmi di The Downtown Walk Summarecon Mall Bandung.
Didukung aksesibilitas yang semakin baik, pengunjung dapat menggunakan Kereta Cepat Whoosh dengan tujuan Stasiun Tegalluar Summarecon, yang dilanjutkan dengan layanan shuttle bus dari dan menuju Summarecon Mall Bandung.
Sementara Exit tol Gedebage KM 149 akan membuat perjalanan menuju festival menjadi lebih mudah dan nyaman. Informasi lainnya dapat mengakses website www.summareconmallbandung.com dan akun instagram.com/summareconmall.bandung.
Gelar WIITEX 2026, Jabar Tawarkan Kopi, Teh dan Kakao Premium ke Pasar Global
Disperindag Jabar menggelar WIITEX 2026 untuk mendorong ekspor teh, kopi, dan kakao melalui business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli dari 11 negara. [421] url asal
#wiitex-2026 #disperindag-jabar #ekspor-jabar #kopi #teh #kakao #business-matching #summarecon-mall-bandung #perdagangan-internasional #trade-expo-indonesia #umkm #mesir #arab-saudi #jerman #jawa-barat
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/06/26 11:14
v/245727/
Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar) akan menggelar West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 dengan tema The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future.
Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani mengatakan acara perdana ini mengusung penguatan produk unggulan Jabar yakni teh, kopi, dan kakao agar semakin berkibar di kancah global.
"Ini merupakan pameran perdana yang kami selenggarakan. The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future menjadi tema karena tiga produk ini memiliki kualitas premium dan juga mempunyai daya saing luar biasa dalam perdagangan global atau ekspor dari Jabar," tuturnya, Rabu (10/6/2026).
WIITEX akan berlangsung pada 12-14 Juni 2026 di area Summarecon Mall Bandung. Sejumlah kegiatan akan mengisi WIITEX, seperti business matching yang mempertemukan pelaku usaha dan pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Sebanyak 42 pembeli dari 11 negara akan hadir, di antaranya dari Malaysia, Thailand, Filipina, Pakistan, Amerika Serikat, Mesir, hingga Arab Saudi. Ada juga yang hadir secara daring, seperti pengusaha dari Jerman.
"Kegiatan ini tentunya akan membuka pasar global produk teh, kopi, dan kakao dari Jabar. Akan tercipta kolaborasi dan kerja sama bagi 72 komunitas pelaku usaha yang hadir dalam 19 booth setelah kami kurasi sebelumnya," tambah Nining.
Talkshow dan pelatihan singkat terkait ekspor, workshop produk, hingga pelepasan ekspor kopi sebanyak dua kontainer menuju Mesir akan berlangsung di area WIITEX. Pengunjung juga dapat menikmati sajian kopi dan teh sambil menikmati cerita sejarah produk teh dan kopi khas Jabar.
Nining menyebutkan pada 2025 ekspor kakao Jabar mencapai 72 juta ton senilai US$680 juta. Sementara ekspor kopi mencapai 5,3 juta ton dengan nilai US$33,8 juta. Adapun ekspor teh mencapai sekitar 21 juta ton senilai US$33 juta.
Analis Perdagangan Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Perkebunan pada Ditjen PEN Kemendag RI, Irman Adi Purwanto Moefthi, menambahkan pemerintah pusat sangat mendukung kegiatan WIITEX karena akan paralel dengan kegiatan Trade Expo Indonesia pada Oktober mendatang.
"Sebagai informasi, pada Trade Expo Indonesia tahun lalu kita mendapatkan transaksi lebih dari US$20 miliar, yang tentunya juga diharapkan pada 2026 ini akan semakin meningkat," tuturnya.
Bahkan, akan ada paviliun khusus untuk produk perkebunan teh, kakao, dan kopi pada Trade Expo Indonesia Oktober mendatang.
"Tentunya juga diharapkan nanti dengan kehadiran para pembeli dari luar negeri akan semakin menambah tujuan ekspor yang bukan hanya ke Malaysia, tetapi ke banyak negara lainnya. Negara-negara seperti wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah, seperti Mesir, bukan hanya tertarik pada kopi, tetapi sebenarnya teh juga sangat potensial untuk dipasarkan di sana," ujarnya.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56