Sepanjang 2025, TOOL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 59,26 miliar, turun 36,64 persen dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp 93,53 miliar. [457] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten distributor tas koper dan peralatan rumah tangga PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja pada 2026 setelah pendapatan dan laba perseroan tertekan sepanjang tahun lalu.
Direktur Utama PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk, Ronald Hartono Tan, mengatakan perseroan akan terus berfokus pada peningkatan penjualan, terutama pada segmen koper pintar (smart luggage) Airwheel dan produk perkakas yang menjadi salah satu lini usaha unggulan perusahaan.
Untuk mendukung target tersebut, TOOL berencana memperluas jangkauan pasar, meningkatkan eksposur merek melalui berbagai kegiatan promosi, serta memperkuat kerja sama dengan mitra usaha.
DOK. Airwheel Factory Koper listrik Airwheel.
Di saat yang sama, perusahaan tetap menjaga efisiensi operasional dan pengendalian biaya guna menopang profitabilitas.
"Seluruh inisiatif tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan efisiensi operasional dan pengendalian biaya," ujar Ronald dalam siaran pers Paparan Publik, Senin (15/6/2026).
Sebagai informasi, TOOL memiliki tiga kategori produk utama yang mencakup tas koper, perkakas, dan peralatan rumah tangga.
Perseroan menilai penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi sepanjang 2025. Kondisi tersebut membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja sehingga berdampak pada permintaan produk dan pendapatan perusahaan.
Sepanjang 2025, TOOL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 59,26 miliar, turun 36,64 persen dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp 93,53 miliar.
Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya penjualan pada seluruh segmen usaha, mulai dari tas koper, perkakas, hingga perabotan rumah tangga.
Sejalan dengan itu, laba bruto perseroan turun 39,37 persen menjadi Rp 24,26 miliar dari sebelumnya Rp 40,01 miliar.
Meski demikian, perusahaan masih mampu membukukan laba bruto yang menunjukkan kegiatan usaha inti tetap menghasilkan nilai tambah.
Dari sisi bottom line, TOOL mencatat rugi bersih sebesar Rp 6,99 miliar pada 2025. Capaian tersebut berbanding terbalik dengan kinerja 2024 ketika perseroan masih membukukan laba bersih Rp 937 juta.
Untuk mendorong pertumbuhan, Ronald mengungkapkan perseroan mengandalkan strategi perluasan distribusi melalui kerja sama dengan department store.
Langkah tersebut telah dilakukan sejak 2024 dengan membuka tiga counter Airwheel di pusat perbelanjaan besar Jakarta, yakni di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Plaza Senayan.
Selain itu, perseroan juga memiliki toko Airwheel di Sedayu City, Kelapa Gading.
Ekspansi kemudian berlanjut pada 2025 dengan memperluas jangkauan ke Jawa Timur. Pada Januari 2025, TOOL membuka counter Airwheel di SOGO Pakuwon Mall Surabaya.
Selanjutnya, pada Maret 2025, perseroan membuka toko Airwheel di Galaxy Mall 3 Surabaya.
Ekspansi Airwheel juga berlanjut ke Bandung. Pada Agustus 2025, perseroan membuka counter Airwheel di SOGO Paris Van Java Mall Bandung.
Manajemen berharap perluasan jaringan distribusi dan penguatan merek Airwheel dapat meningkatkan penjualan sekaligus menjadi motor pemulihan kinerja perseroan pada 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten distributor koper dan peralatan rumah tangga PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) menyiapkan strategi untuk meningkatkan penjualan pada 2026. Salah satunya melalui kerja sama dengan Grup MAP untuk memperluas pasar koper Airwheel.
Direktur Utama TOOL Ronald Hartono Tan, mengatakan perseroan akan terus berfokus pada peningkatan penjualan, terutama pada segmen koper pintar (smart luggage) Airwheel dan produk perkakas yang menjadi salah satu lini usaha unggulan perseroan.
“Untuk mendorong pertumbuhan, perseroan mengandalkan strategi perluasan distribusi melalui kerja sama dengan department store. Kami optimistis dapat meningkatkan kinerja pada 2026 dibandingkan dengan 2025,” ujarnya dalam Paparan Publik, Senin (15/6/2026).
TOOL memperluas kerja sama dengan mitra strategis seperti Grup MAP. Dengan demikian, produk koper Airwheel dapat masuk ke outlet SOGO dan Seibu.
Langkah ekspansi telah dilakukan sejak 2024 dengan membuka tiga counter Airwheel di pusat perbelanjaan besar Jakarta, yakni di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Plaza Senayan. Perseroan juga memiliki toko Airwheel di Sedayu City, Kelapa Gading.
Ekspansi kemudian berlanjut pada 2025 dengan memperluas jangkauan ke Jawa Timur. Pada Januari 2025, TOOL membuka counter Airwheel di SOGO Pakuwon Mall Surabaya, disusul pembukaan toko Airwheel di Galaxy Mall 3 Surabaya pada Maret 2025. Selanjutnya, pada Agustus 2025, perseroan membuka counter Airwheel di SOGO Paris Van Java Mall Bandung.
Manajemen berharap perluasan jaringan distribusi dan penguatan merek Airwheel dapat meningkatkan penjualan sekaligus menjadi motor pemulihan kinerja perseroan pada 2026.
Selain itu, TOOL berencana meningkatkan eksposur merek melalui berbagai kegiatan promosi, serta memperkuat kerja sama dengan mitra usaha. Di saat yang sama, perusahaan tetap menjaga efisiensi operasional dan pengendalian biaya guna menopang profitabilitas.
"Seluruh inisiatif tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan efisiensi operasional dan pengendalian biaya," ujar Ronald.
Sebagai informasi, Rohartindo Nusantara Luas memiliki tiga kategori produk utama yang mencakup tas koper, perkakas, dan peralatan rumah tangga.
Perseroan menilai penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi sepanjang 2025. Kondisi tersebut membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja sehingga berdampak pada permintaan produk dan pendapatan perusahaan.
Di sisi lain, manajemen TOOL mencermati pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan biaya pengadaan produk. Hal itu berimbas kepada peningkatan harga jual kepada konsumen.
Sepanjang 2025, TOOL mencatatkan pendapatan sebesar Rp59,26 miliar, turun 36,64% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp93,53 miliar. Penurunan tersebut dipicu melemahnya penjualan pada seluruh segmen usaha, mulai dari tas koper, perkakas, hingga perabotan rumah tangga.
Sejalan dengan itu, laba bruto perseroan turun 39,37% menjadi Rp24,26 miliar dari sebelumnya Rp40,01 miliar. Meski demikian, perusahaan masih mampu membukukan laba bruto yang menunjukkan kegiatan usaha inti tetap menghasilkan nilai tambah.
Dari sisi bottom line, TOOL mencatat rugi bersih sebesar Rp6,99 miliar pada 2025, berbanding terbalik dengan laba bersih Rp937 juta pada 2024.
Victorinox, brand asal Swiss yang didirikan pada 1884 oleh Karl Elsener, terkenal dengan Swiss Army Knife dan produk berkualitas tinggi lainnya. [1,065] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Victorinox, brand ikonik asal Swiss yang dikenal secara global sebagai Maker of the Original Swiss Army Knife™, kini sudah berusia 142 tahun sejak didirikan pada 1884 silam.
Meski sudah berusia lebih dari seratus tahun, brand ini bisa bersaing di tengah banyaknya brand-brand baru bermunculan.
Didirikan pada tahun 1884 oleh Karl Elsener di Ibach, Switzerland, Victorinox telah lebih dari 140 tahun menghadirkan produk-produk yang dikenal melalui precision, functionality, dan enduring quality.
Berlandaskan nilai kekeluargaan yang kuat, Victorinox berkembang dari sebuah workshop pembuat pisau kecil menjadi simbol global dari Swiss craftsmanship dan reliability.
Dipandu oleh filosofi “design follows function,” Victorinox terus menghadirkan solusi yang thoughtfully engineered untuk membantu setiap individu agar selalu siap menghadapi berbagai situasi sehari-hari, dengan memadukan heritage dan innovation untuk modern lifestyles.
Mulai dari Original Swiss Army Knife™ hingga premium luggage dan backpacks, Victorinox terus menerapkan pendekatan Swiss-engineered yang sama dalam menciptakan produk-produk yang dirancang untuk mendukung perjalanan sehari-hari maupun travel journeys.
Victorinox memiliki berbagai hero products. Salah satu produk ikoniknya, Swiss Army Knife™ melalui seri Huntsman, menghadirkan 15 fungsi praktis dalam desain compact dan durable yang dibuat menggunakan high-quality martensitic stainless steel, menjadikannya multifunctional tool yang ideal untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas outdoor.
Di kategori travel gear, koleksi Spectra 3.0 menampilkan keahlian Victorinox dalam desain luggage modern. Dibuat dari recycled polycarbonate, koleksi ini dilengkapi dengan front-opening compartment serta self-expandable system yang mampu menambah kapasitas hingga 40%, menghadirkan kombinasi sustainability dan performance dalam satu desain yang inovatif.
Kemudian, Architecture Urban2 Collection hadir sebagai rangkaian backpack yang dirancang khusus untuk urban professionals. Koleksi ini menawarkan 360° protection, optimized storage, serta antimicrobial lining dengan teknologi SILVADUR™, menjadikannya pilihan ideal untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan modern city life.
Histori bisnis Victorinox
Victorinox munucl saat pendirinya Karl Elsener, membuka bengkel pembuat pisaunya pada tahun 1884 di Ibach, Swiss. Saat itu dia tidak menyangka bahwa Pisau Tentara Swiss™ yang akan segera ia ciptakan akan menjadi ikon kesiapan global, tidak hanya masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, tetapi bahkan ke luar angkasa.
Saat ini, Victorinox adalah perusahaan global dengan lima kategori produk: Pisau Tentara Swiss™ & Peralatan, Pisau Rumah Tangga dan Profesional, Jam Tangan, dan Perlengkapan Perjalanan.
Berikut adalah tonggak penting dalam sejarah perusahaan
1884: Karl Elsener I membuka bengkel pembuat pisau di Ibach-Schwyz. Ibunya, Victoria, aktif mendukung usahanya.
1891: Karl Elsener I mendirikan Asosiasi Pembuat Pisau Utama Swiss dan mengirimkan pasokan pisau tentara utama pertama ke Angkatan Darat Swiss. Asosiasi ini masih ada hingga saat ini.
1897: "Pisau Perwira dan Olahraga Swiss Asli" dipatenkan. Pisau ini dikenal di seluruh dunia saat ini sebagai "Pisau Tentara Swiss™" asli.
1909 : Untuk mengenang ibunya, Karl Elsener I memilih nama depan ibunya, Victoria, sebagai nama merek, dan mendaftarkan lambang Salib & Perisai sebagai merek dagang. Saat ini, merek dagang tersebut terdaftar di lebih dari 120 negara.
1918: Carl Elsener II mengambil alih manajemen bengkel.
1921: Penemuan baja tahan karat (Inox) merupakan perkembangan yang sangat signifikan bagi industri peralatan makan. Gabungan dua kata "Inox" dan "Victoria" menghasilkan nama perusahaan dan merek saat ini – Victorinox.
1950: Carl Elsener III mengambil alih manajemen perusahaan.
1993: Victorinox membuka anak perusahaan penjualan pertamanya di Jepang.
1999: Masuk pasar untuk "Perlengkapan Perjalanan" dengan Grup TRG Amerika sebagai pemegang lisensi.
2000: Pendirian Victorinox Foundation yang memegang 90% saham Victorinox AG. Sisa 10% dimiliki oleh yayasan nirlaba Carl dan Elise Elsener-Gut.
2001: Peluncuran lini pakaian di AS dan pembukaan toko Victorinox pertama di Soho, New York.
2005: Akuisisi produsen pisau dan jam tangan Swiss yang sudah lama berdiri, Wenger SA di Delémont. Victorinox masih mengoperasikan merek Wenger, yang terutama berfokus pada jam tangan dan perlengkapan perjalanan.
2007: Carl Elsener IV mengambil alih manajemen perusahaan dan memperluas Victorinox sebagai merek multi-produk global. Pendirian Victorinox Swiss Army Fragrance AG.
2008: Pembukaan toko utama Victorinox pertama di Eropa di London.
2013: Integrasi bisnis pisau Wenger ke dalam merek Victorinox.
2014: Akuisisi bisnis perlengkapan perjalanan dari pemegang lisensi sebelumnya dan pembentukan unit bisnis baru Victorinox Travel Gear AG. Pembukaan toko unggulan di jantung kota Zurich.
2017: Produksi "Pisau Tentara Swiss Asli™" ke-500 juta. Penghentian produksi Pakaian untuk fokus pada kategori produk inti.
2020: Pembukaan pusat distribusi Eropa baru di Seewen, Swiss. Akuisisi Zena Swiss AG, produsen pengupas ekonomis tradisional Swiss. Pembukaan Toko waralaba Victorinox Eropa pertama di Wina.
Bisnis Victorinox di Indonesia
Victorinox resmi berekspansi ke pasar ritel Indonesia melalui pembukaan pengalaman ritel imersif pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada November 2025.
Ekspansi ini dilanjutkan dengan pembukaan pop-up store serta Experience Hub di Kota Kasablanka, Jakarta pada Mei 2026 menandai milestone terbarunya di Indonesia.
Bersama LUXASIA Indonesia, pembukaan terbaru ini mencerminkan komitmen Victorinox untuk terus memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui konsep retail yang lebih immersive dan experience-led, menghadirkan pengalaman yang melampaui aktivitas berbelanja konvensional.
Victorinox Experience Hub di Kota Kasablanka dibuat sebagai sebuah immersive experience hub yang dirancang lebih dari sekadar retail destination. Ruang ini mengajak pengunjung untuk mengenal Victorinox lebih dekat melalui storytelling, interaction, dan hands-on discovery experience.
Perjalanan dimulai dari area Victorinox Brand Wall, di mana pengunjung dapat menelusuri asal-usul brand, berbagai milestone penting, hingga cerita di balik nama Victorinox yang berasal dari nama ibu pendirinya, Karl Elsener, yaitu Victoria, yang dipadukan dengan kata “Inox” sebagai simbol stainless steel.
Pengalaman ini kemudian berlanjut melalui curated showcase yang menampilkan berbagai kolaborasi terdahulu serta koleksi limited-edition Swiss Army Knife™, hingga travel gear lifestyle wall yang menghadirkan koleksi travel dan everyday carry Victorinox dalam konteks yang lebih aspirational dan lifestyle-driven.
Pengunjung juga dapat menikmati interactive product demonstration untuk merasakan secara langsung craftsmanship, material quality, dan functionality dari setiap produk Victorinox. Melengkapi pengalaman tersebut, guests turut diajak meninggalkan personal mark mereka pada instalasi bertema Jakarta-inspired landscape, The Jakarta Skyline, menciptakan pengalaman brand interaction yang lebih personal dan memorable.
Melalui Experience Hub ini, Victorinox merefleksikan gaya hidup urban yang terus bergerak cepat, sekaligus memposisikan produk- produknya sebagai solusi yang practical namun tetap refined untuk berbagai kebutuhan daily urban living dan travel.
“Lifestyle market di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh generasi konsumen baru yang semakin menghargai functionality dan design dalam produk yang mereka pilih. Mereka tidak hanya mencari produk yang memiliki purpose, tetapi juga produk yang dapat merepresentasikan identitas serta mendukung gaya hidup sehari-hari mereka. Victorinox hadir secara natural di ruang ini dengan menghadirkan solusi yang memadukan heritage, quality, dan relevance untuk modern living,” ujar Lia Amelia, Country Manager, LUXASIA Indonesia.
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham membukukan penurunan harga secara signifikan dan masuk daftar top losers sepanjang sepekan perdagangan periode 4 hingga 8 Mei 2026. Saham PBSA, ELPI hingga INCO masuk daftar tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama sepekan perdagangan, saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA) memimpin pelemahan dengan anjlok 26,09% atau 300 poin ke level Rp850 per saham. Disusul PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) yang ambles 24,45% atau 465 poin ke posisi Rp1.445 per saham.
Selanjutnya diperingkat ke-3 saham paling boncos ada emiten nikel PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang terkoreksi 20,80% ke posisi Rp5.425 per saham. Diikuti saham SDMU yang melemah 20,63% ke posisi Rp100 per saham.
Berikutnya, ada saham TOOL yang terkoreksi 119% ke level Rp81 per saham. Disusul saham ASLI milik yang turun 18,92% ke posisi Rp300 per saham.
Berturut-turut, posisi top losers selanjutnya, yaitu DSSA turun 18,89%, AADI melemah 18,75%, saham ASDM terkoreksi 18,70% dan terakhir ada saham LCKM yang melemah 18,66% ke posisi Rp109 per lembar.
10 Saham Paling Boncos Sepekan:
Kode Saham
Last Week
This Week
Change
% Change
PBSA
1.150
850
-300
-26,09%
ELPI
1.910
1.445
-465
-24,35%
INCO
6.850
5.425
-1.425
-20,80%
SDMU
126
100
-26
-20,63%
TOOL
100
81
-19
-19,00%
ASLI
370
300
-70
-18,92%
DSSA
1.615
1.310
-305
-18,89%
AADI
11.600
9.425
-2.175
-18,75%
ASDM
615
500
-115
-18,70%
LCKM
134
109
-25
-18,66%
Seiring melemahnya saham-saham tersebut, IHSG justru parkir di zona hijau dengan menguat 0,18% ke level 6.969,39 sepanjang perdagangan pekan ini, 4 hingga 8 Mei 2026. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Bursa juga tercatat naik menjadi Rp23,06 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan IHSG selama sepekan ditutup mengalami penguatan 0,18% ke posisi 6.969,39 dari 6.956,80 pada pekan sebelumnya.
Adapun, kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,19% menjadi Rp12.406 triliun dari Rp12.382 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara rata-rata volume transaksi harian Bursa terpantau mengalami lonjakan 23,57% menjadi 45,86 miliar lembar dari 37,11 miliar lembar pada penutupan pekan lalu. Adapun, rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga turut mengalami penguatan.
"Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 26,14% menjadi Rp23,06 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar dikutip Sabtu (9/5/2026).
Menutup pekan ini, tepatnya pada Jumat (8/5/2026), investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp11,42 triliun dan sepanjang tahun 2025 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp37,61 triliun.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Deretan saham top gainer hari ini dipimpin oleh PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) dengan kenaikan harga 34,68 persen di harga Rp167 per unit. [384] url asal
IDXChannel—Simak 10 saham top gainer pada perdagangan Rabu, 29 April 2026. Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di level 7.101, menguat 0,41 persen atau tumbuh 28,83 poin dengan transaksi di pasar reguler sebesar Rp14,28 triliun.
Deretan saham top gainer hari ini dipimpin oleh PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) dengan kenaikan harga 34,68 persen di harga Rp167 per unit. Disusul oleh PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) yang menguat 34,29 persen di harga Rp94 per saham.
Pada urutan ketiga ada PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang menguat sebesar 24,89 persen di harga Rp2.960 per saham. Lalu pada posisi keempat, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) dengan kenaikan harga sebesar 19,60 persen.
BAPA ditutup di harga Rp238 per saham sore ini. Kemudian di posisi kelima ada PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) yang menguat 19,05 persen di harga Rp125 per unit.
Berikut ini adalah 10 saham top gainer pada perdagangan Rabu, 29 April 2026:
PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) +34,68 persen
PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) +34,29 persen
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) +24,89 persen
PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) +19,60 persen.
PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) +19,05 persen
Sedangkan 10 top loser pada perdagangan hari ini adalah saham DEFI, LMPI, KJEN, PPRE, LCKM, NAIK, SDMU, PTMP, PADA, dan UDNG. Sepuluh saham ini ditutup menurun dalam rentang 9,86 persen sampai dengan 14,87 persen.
Sementara deretan top value masih dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi Rp1,05 triliun. Disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan transaksi senilai Rp898 miliar.
Pada urutan ketiga adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan nilai transaksi Rp576 miliar. Diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan transaksi senilai Rp555 miliar. Posisi kelima ditempati oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai transaksi Rp443 miliar.
Dari lima saham top value hari ini, BBCA dan PTRO ditutup parkir di area merah. Itulah informasi singkat tentang 10 saham top gainer pada perdagangan Rabu, 29 April 2026.
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke 8.184,06 pada Kamis (30/10/2025). Sejumlah saham dengan kapitalisasi jumbo turut menguat, antara lain DSSA, BMRI, dan BBRI.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat sebesar 0,22% atau 17,84 poin menuju 8.184,06. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada level terendahnya 8.145,60 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 8.231,88.
Tercatat, sebanyak 346 saham naik, 308 saham turun, dan 158 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp14.957 triliun.
Saham dengan kapitalisasi jumbo yang menguat dipimpin PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 6,14% menjadi Rp86.400. Adapun, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 3,23% ke Rp4.800 per saham.
Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) turut menguat 6,10% menjadi Rp870 per saham, sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membukukan kenaikan sebesar 0,51% ke level Rp3.910 per saham.
Sebaliknya, saham PT Astra International Tbk. (ASSI) mencatat penurunan sebesar 3,09% menjadi Rp6.275, dan saham milik Toto Sugiri yakni PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) melemah 2,84% ke level Rp258.000 per saham.
Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni saham PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) yang naik 25% ke Rp370, disusul PT Indonesia Tobacco Tbk. (ITIC) dengan pertumbuhan mencapai 24,74% menjadi Rp474 per saham.
Di sisi lain, posisi saham paling boncos atau top losers ditempati oleh PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) yang terkoreksi 11,76% menjadi Rp60, sedangkan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (WAPO) melorot 10,33%.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG sempat ditutup flat ke level 8.172,85 pada sesi pertama perdagangan hari ini.
Secara teknikal, histogram negative MACD terlihat mulai menyempit diikuti dengan Indikator Stochastic RSI menunjukkan potensi terjadinya golden cross.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.150–8.200 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujarnya dalam riset.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56