Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan pembangunan 2.603 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Pulau Sumatra dapat tuntas dalam waktu dekat.
Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan bahwa proses konstruksi fisik di lapangan saat ini tengah berjalan. Dia menargetkan, pengerjaannya dapat rampung dalam waktu 5 bulan pasca dimulainya proyek pada Desember 2025.
"Semoga bulan Mei mungkin sudah jadi sebagian besar itu, baik di Aceh, Sumatra Barat, maupun Sumatra Utara. Saya ambil inisiatif sudah memulai sejak 20 Desember, nanti mudah-mudahan Bapak-Ibu bisa saya undang bulan Mei untuk bisa menghadiri peresmian ribuan rumah yang dibangun," ujar Maruarar dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/1/2026).
Secara terperinci, total hunian tetap yang tengah dibangun mencapai 2.603 unit rumah mengandalkan skema pembiayaan campuran, termasuk mengoptimalkan dana corporate social responsibility (CSR) dari berbagai yayasan dan mitra swasta.
Maruarar menekankan bahwa pelibatan sektor swasta menjadi kunci agar pembangunan tidak melulu bergantung pada birokrasi anggaran negara yang memakan waktu.
Adapun, lokasi pembangunan huntap tersebut tersebar di wilayah Sumatra Utara, mencakup Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Selain di Sumatra Utara, pergerakan alat berat dan material bangunan juga dilaporkan mulai masif di wilayah Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Barat, pemerintah menjadwalkan proses konstruksi akan dimulai dalam waktu dekat.
"Mohon doanya supaya bisa mungkin 5 bulan ini selesai," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkap terdapat 139.485 unit rumah masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.
Mengacu data Kementerian PKP, wilayah Aceh menjadi yang paling besar mengalami kerusakan. Di mana, berdasarkan catatannya terdapat 38.553 unit rumah rusak ringan, 22.204 unit rusak sedang, 35.517 unit rusak berat dan 4.295 unit rumah hanyut.
Dengan demikian, total rumah masyarakat wilayah Aceh terdampak bencana banjir hingga longsor tembus 100.569 unit rumah. Kemudian, terdapat 29.766 unit rumah terdampak bencana di Sumatra Utara. Perinciannya, 19.936 unit rusak ringan, 4.304 unit rusak sedang, 4.351 unit rusak berat dan 1.135 unit hanyut.
Terakhir, total rumah terdampak wilayah Sumatra Barat mencapai 9.150 unit. Di antaranya 5.634 unit rusak ringan, 1.174 unit rusak sedang, 1.577 unit rusak berat dan 765 unit dinyatakan hanyut.