Bisnis.com, PALEMBANG — Perayaan Imlek atau Tahun Baru bagi etnis Tionghoa selalu menghadirkan nuansa berbeda di Kota Palembang dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Keistimewaan ini tak lepas dari jejak sejarah komunitas Tionghoa yang begitu kuat di Kota Pempek. Sejak era perdagangan maritim hingga masa Kesultanan Palembang Darussalam, etnis Tionghoa telah menetap dan hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.
Proses akulturasi yang berlangsung selama ratusan tahun itulah yang membuat perayaan Imlek di Palembang terasa lebih kental dan hangat, dengan sentuhan budaya Melayu yang tetap terjaga.
Sebagai kota multietnis dengan sejarah panjang komunitas Tionghoa, Palembang memiliki sejumlah titik yang identik dengan perayaan Imlek.
Simak tempat wisata perayaan Imlek di kota ini:
1. Kelenteng Chandra Nadi (Soei Goeat Kiong)
Kelenteng ini menjadi pusat perayaan Imlek dan Cap Go Meh sekaligus merupakan kelenteng tertua di Kota Palembang. Berlokasi di kawasan 10 Ulu, bangunannya menampilkan arsitektur Tiongkok klasik yang khas dan selalu dipadati umat yang berdoa menjelang pergantian tahun.
Suasana Imlek semakin terasa saat halaman kelenteng dihiasi lampion merah, lilin raksasa, serta ornamen shio tahun berjalan.
Menariknya, kemeriahan di tempat ini tidak hanya menarik umat yang beribadah, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menyaksikan momen perayaan secara langsung.
2. Pulau Kemaro
Pulau kecil di tengah Sungai Musi ini menjadi ikon akulturasi budaya Tionghoa dan Palembang.
Saat Imlek maupun Cap Go Meh, kawasan ini ramai dikunjungi, baik oleh umat yang berdoa maupun masyarakat yang ingin menikmati suasana khas yang berbeda dari pusat kota.
Di Pulau Kemaro berdiri pagoda sembilan lantai serta kelenteng yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.
3. Kampung Kapitan
Kampung Kapitan merupakan permukiman tua komunitas Tionghoa yang terletak tidak jauh dari Sungai Musi. Rumah-rumah panggung di kawasan ini memadukan arsitektur Tionghoa dan Palembang.
Menjelang Imlek, suasana kampung biasanya terasa lebih hidup. Rumah-rumah warga dihiasi ornamen merah dan emas, serta diwarnai tradisi silaturahmi keluarga besar.
Meski merupakan kawasan permukiman, tempat ini tetap terbuka bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung, dengan tetap menghormati privasi serta adat setempat.
4. Area Tepian Sungai Musi
Meski bukan lokasi ritual khusus, area tepian Sungai Musi kerap menjadi titik kumpul warga saat perayaan Imlek. Lampion yang menghiasi kawasan serta pantulan cahaya di permukaan sungai menghadirkan pemandangan malam yang khas dan memikat.
5. Sentra Kuliner Khas Tionghoa
Perayaan Imlek tak lengkap tanpa sajian kuliner. Tradisi makan bersama keluarga besar menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Sejumlah restoran dan kedai keluarga yang menyajikan menu khas Tionghoa biasanya ramai dikunjungi.
Hidangan yang identik dengan Imlek antara lain kue keranjang, lontong Cap Go Meh, bakmi dan pangsit, serta aneka olahan seafood yang melambangkan kemakmuran.